Hadits Bukhari Tentang Thawaf Ifadhah dan Thawaf Wada

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Imam Al-Bukhari Tentang Thawaf Ifadhah dan Thawaf Wada'.

Thawaf ifadah adalah thawaf rukun Haji yang dilakukan setelah pulang dari Mina pada tanggal 12 atau 13 Dzulhijjah atau setelah Wukuf di Arafah.
Thawaf Wada adalah thawaf perpisahan. dilakukan ketika hendak pulang / meninggalkan tanah suci.

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabHaji
TentangThawaf ifadhah dan Thawaf wada'
Nomor1636 - 1641
No. VersiFathul Bari


Thawaf wada' jumrah, dan mencukur rambut sebelum thawaf ifadhah
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata:

Orang-orang diperintahkan agar menjadikan akhir dari perjalanan haji mereka adalah thawaf di Ka'bah Baitullah. Namun perintah ini diringankan bagi para wanita yang sedang mengalami haid.
(Hadits Bukhari No. 1636)

Thawaf wada' jumrah, dan mencukur rambut sebelum thawaf ifadhah
dari Qatadah bahwa Anas bin Malik radliallahu 'anhu menceritakan kepadanya

"bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya kemudian Beliau tidur sejenak di Al Muhashib (tempat melempar jumrah di Mina) lalu Beliau menunggang tunggangannya menuju ke Ka'bah Baitullah lalu thawaf disana".
(Hadits Bukhari No. 1637)

Jika wanita mengalami haid setelah melaksanakan thawaf ifadhah
dari 'Aisyah radliallahu 'anha;

bahwa Shafiyyah binti Huyay, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengalami haid.

Berita itu lantas disampaikan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka Beliau berkata: "Apakah dia akan menyusahkan kita?".

Orang-orang berkata: "Dia telah ikut bertolak pada hari Nahar (untuk thawaf)".

Maka Beliau berkata: "Kalau begitu tidak".
(Hadits Bukhari No. 1638)

Jika wanita mengalami haid setelah melaksanakan thawaf ifadhah
dari Ayyub dari 'Ikrimah

bahwa sebagian penduduk Madinah bertanya kepada Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma tentang seorang wanita yang melaksanakan thawaf kemudian mengalami haid.

Dia berkata, kepada mereka: "Dia boleh berangkat (pulang)".

Mereka berkata: "Kami tidak mengambil pendapatmu namun kami mengambil pendapat Zaid".

Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata: "Jika kalian telah sampai di Madinah bertanyalah?".

Ketika telah tiba di Madinah mereka bertanya dan diantara orang yang mereka tanya adalah Ummu Sulaim. Lalu Ummu Sulaim menyebutkan hadits Shafiyah yang diriwayatkan oleh Khalid dan Qatadah dari 'Ikrimah.
(Hadits Bukhari No. 1639)

Jika wanita mengalami haid setelah melaksanakan thawaf ifadhah
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata:

Telah diberi keringanan bagi para wanita yang sedang mengalami haid untuk bertolak (pulang) apabila telah melaksanakan (thawaf ifadhah).

Dia (Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhum) berkata; "Dan aku telah mendengar Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma berkata: Dia tidak boleh pulang (sebelum dia thawaf wada').
Kemudian setelah itu aku mendengar dia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah memberikan keringanan buat mereka."
(Hadits Bukhari No. 1640)

Jika wanita mengalami haid setelah melaksanakan thawaf ifadhah
dari Al Aswad dari 'Aisyah radliallahu 'anha;

Kami keluar bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan tidaklah kami diperlihatkan melainkan Beliau keluar untuk melaksanakan haji. Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tiba (di Makkah), Beliau melaksanakan thawaf di Ka'bah Baitullah dan sa'i antara bukit Shafaa dan Marwah dan Beliau tidak bertahallul karena Beliau membawa Al Hadyu (hewan kurban), begitu pula ikut thawaf orang-orang yang bersama Beliau baik isteri-isteri Beliau maupun sahabat dan diantara mereka bertahallul bagi yang tidak membawa Al Hadyu.

Kemudian 'Aisyah radliallahu 'anha mengalami haid. Maka kami pun menyelesaikan seluruh manasik haji kami. Ketika malam Jumrah (di Mina) saat orang-orang harus nafar (pulang), dia (Aisyah) berkata: "Wahai Rasulullah, seluruh sahabat-sahabat anda akan kembali pulang dengan 'umrah dan haji sedangkan aku tidak".

Beliau bertanya: "Apakah kamu tidak ikut thawaf di Ka'bah Baitullah pada malam-malam ketika kita tiba di Makkah?".
Aku (Aisyah) menjawab: "Tidak".

Beliau berkata: "Pergilah kamu bersama saudaramu ke Tan'im dan mulailah dari sana berihram untuk 'umrah kemudian tempat kamu begini begini".

Maka aku (Aisyah) keluar bersama 'Abdurrahman ke Tan'im lalu aku berihram untuk 'umrah.

Dan kemudian Shafiyyah binti Huyay mengalami haid, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Celaka, kamu telah membuat kami tertahan, apakah kamu melaksanakan thawaf pada hari Nahar".
Dia (Shafiyyah) menjawab: "Ya".
Beliau berkata: "Kalau begitu tidak apa, pulanglah".

'Aisyah radliallahu 'anha berkata: "Kemudian aku menemui Beliau shallallahu 'alaihi wasallam saat Beliau tiba dari Makkah sedangkan aku sudah lebih dulu singgah atau aku baru tiba sedang Beliau sudah singgah dari Makkah".

Dan berkata, Musaddad, Perkataan 'Aisyah radliallahu 'anha: aku berkata: "Tidak".

Hadits ini dikuatkan pula oleh Jarir dari Manshur pada ucapan 'Aisyah radliallahu 'anha: "Tidak".
(Hadits Bukhari No. 1641)

« Tentang Nafar Lempar Jumrah »

Semua Hadits Shahih Bukhari Imam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama