Hadits Bukhari Tentang Umroh

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Imam Al-Bukhari Tentang Umroh / Umrah.

Umrah berarti melaksanakan tawaf di Ka'bah dan sa'i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihram yang diambil dari miqat. Sering disebut pula dengan haji kecil.

Perbedaan umrah dengan haji adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabHaji
TentangUmroh
Nomor1650 - 1669
No. VersiFathul Bari


Kewajiban umrah dan keutamaannya
dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata:

"Umrah demi umrah berikutnya menjadi penghapus dosa antara keduanya dan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga".
(Hadits Bukhari No. 1650)

Orang yang umrah sebelum haji
telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij

bahwa 'Ikrimah bin Khalid bertanya kepada Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma tentang melaksanakan 'umrah sebelum haji.

Maka dia menjawab: "Tidaklah mengapa".

'Ikrimah berkata; berkata Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan 'umrah sebelum haji".
(Hadits Bukhari No. 1651)

Berapa kali Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam melakukan umrah
dari Mujahid berkata;

"Ketika aku dan 'Urwah bin Az Zubair masuk kedalam masjid disana ada 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhu sedang duduk di bilik rumah 'Aisyah radliallahu 'anha, sedang orang-orang melaksanakan shalat Dhuha dalam masjid".

Dia (Mujahid) berkata: "Maka kami bertanya kepadanya tentang shalat yang mereka kerjakan, maka dia berkata: "Itu adalah bid'ah".

Kemudian dia berkata lagi kepadanya: "Berapa kali Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melaksanakan 'umrah?"

Dia menjawab: "Empat kali, satu diantaranya pada bulan Rajab".

Maka kami pun enggan untuk membantahnya.

Mujahid melanjutkan: Kemudian kami mendengar suara 'Aisyah radliallahu 'anha Ummul Mu'minin sedang menggosok gigi dari balik rumahnya,

maka 'Urwah bertanya: "Wahai ibunda, wahai Ummul Mu'minin, apakah engkau tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Abu 'Abdurrahman?"

'Aisyah radliallahu 'anha berkata: "Apa yang telah dikatakannya?"

'Urwah menjawab; "Dia berkata, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan 'umrah sebanyak empat kali satu diantaranya pada bulan Rajab".

'Aisyah radliallahu 'anha berkata: "Semoga Allah merahmati Abu 'Abdurrahman, tidaklah Beliau melaksanakan 'umrah sekalipun melainkan aku selalu mengikutinya dan Beliau tidak pernah melaksanakan 'umrah pada bulan Rajab sekalipun".
(Hadits Bukhari No. 1652)

Berapa kali Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam melakukan umrah
dari 'Urwah bin Az Zubair berkata;

Aku bertanya kepada 'Aisyah radliallahu 'anha: Maka dia menjawab: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah melaksanakan 'umrah pada bulan Rajab".
(Hadits Bukhari No. 1653)

Berapa kali Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam melakukan umrah
dari Qatadah;

Aku bertanya kepada Anas radliallahu 'anhu: "Berapa kali Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan 'umrah?".

Dia menjawab: "Empat kali. Diantaranya, 'umrah Al Hudaibiyah pada bulan Dzul Qa'dah saat Kaum Musyrikin menghalangi Beliau, 'umrah pada tahun berikutnya pada bulan Dzul Qa'dah setelah melakukan perjanjian damai dengan mereka dan 'umrah Al Ji'ranah ketika Beliau membagi-bagikan ghanimah (harta rampasan perang)."

Aku menduga yang dimaksudnya adalah ghanimah perang Hunain. Aku tanyakan lagi: "Berapa kali Beliau menunaikan haji?".

Dia menjawab: "Satu kali".
(Hadits Bukhari No. 1654)

Berapa kali Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam melakukan umrah
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid Hisyam bin 'Abdul Malik telah menceritakan kepada kami Hammam dari Qatadah berkata;

Aku bertanya kepada Anas radliallahu 'anhu tentang sesuatu, lalu dia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan 'umrah sebanyak empat kali. Yaitu 'umrah ketika mereka (Kaum Musyrikin) menghalangi Beliau, 'umrah pada tahun berikutnya yaitu 'umrah Al Hudaibiyah, 'umrah pada bulan Dzul Qa'dah dan 'umrah saat Beliau menunaikan haji".

Telah menceritakan kepada kami Hudbah telah menceritakan kepada kami Hammam dan dia berkata: "Beliau shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan 'umrah sebanyak empat kali yang kesemuanya pada bulan Dzul Qa'dah kecuali 'umrah yang Beliau laksanakan bersama hajinya. Yaitu 'umrah Beliau dari Al Hudaibiyah, 'umrah pada tahun berikutnya, 'umrah Al Ji'ranah saat Beliau membagi-bagikan ghanimah (harta rampasan perang) Hunain dan 'umrah dalam 'ibadah haji Beliau".
(Hadits Bukhari No. 1655)

Berapa kali Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam melakukan umrah
dari Abu Ishaq berkata:

Aku bertanya kepada Masruq. 'Atho' dan Mujahid. Mereka menjawab: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan 'umrah pada bulan Dzul Qa'dah sebelum Beliau menunaikan haji".

Dan dia (Abu Ishaq) berkata: Aku mendengar Al Bara' bin 'Azib radliallahu 'anhuma berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan 'umrah pada bulan Dzul Qa'dah sebelum Beliau menunaikan haji sebanyak dua kali".
(Hadits Bukhari No. 1656)

Umrah di bulan Ramadan
dari 'Atho' berkata;

Aku mendengar Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma mengabarkan kepada kami, katanya:

Rasulullah Shallallahu 'alaihiwasallam berkata kepada seorang wanita dari Kaum Anshar yang disebut namanya oleh Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma namun kami lupa siapa namanya: "Apa yang menghalangimu untuk menunaikan haji bersama kami?".

Wanita itu berkata: "Dahulu kami memiliki seekor unta yang selalu digunakan oleh ayah fulan dan anaknya", maksudnya adalah suami dan anak dari perempuan itu, kemudian dia membiarkan unta tersebut untuk mengangkut air.

Beliau shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Apabila datang bulan Ramadhan, laksanakanlah umrah karena umrah pada bulan Ramadhan seperti ibadah haji", atau seperti itu (haji) sebagaimana Beliau sabdakan.
(Hadits Bukhari No. 1657)

Umrah di malam Khashbah
dari 'Aisyah radliallahu 'anha:

Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tepat pada hilal (awal) bulan Dzul Hijjah.

Beliau berkata kepada kami: "Barangsiapa dari kalian yang suka berihram untuk haji, lakukanlah ihramnya untuk haji dan siapa dari kalian yang suka berihram untuk 'umrah, lakukanlah ihramnya untuk 'umrah. Seandainya bukan karena aku telah membawa hewan qurban tentu aku akan berihram untuk umrah".

'Aisyah radliallahu 'anha berkata; "Maka diantara kami ada yang berihram untuk 'umrah dan ada yang berihram untuk haji dan aku termasuk orang yang berihram untuk 'umrah. Kemudian hari 'Arafah menaungi aku saat aku mengalami haid. Kemudian hal ini aku adukan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."

Maka Beliau berkata: "Tinggalkanlah 'umrahmu dan uraikanlah rambut kepalamu dan sisirlah lalu berihramlah untuk haji".

Ketika pada malam Al Hashabah (untuk melempar jumrah di Mina), Beliau mengutus 'Abdurrahman bersamaku menuju At-Tan'im. Maka aku berihram untuk 'umrah sebagai pengganti 'umrahku sebelumnya.
(Hadits Bukhari No. 1658)

Umrah Tan'im
telah menceritakan kepada kami Sufyan dari 'Amru, dia mendengar 'Amru bin Aus

bahwa 'Abdurrahman bin Abu Bakar radliallahu 'anhuma mengabarkan kepadanya

"bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan dia agar membonceng (membawa dengan hewan tunggangan) 'Aisyah radliallahu 'anha dan menemaninya melaksanakan 'umrah dari At-Tan'im".

Sufyan berkata; suatu kali aku pernah mendengar 'Amr berkata: "Berapa kali kamu mendengarnya dari 'Amru?"
(Hadits Bukhari No. 1659)

Umrah Tan'im
telah menceritakan kepadaku Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhu

bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya berniat untuk haji dan tidak ada satupun dari mereka yang membawa Al Hadyu (hewan kurban) kecuali Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan Tholhah serta 'Ali yang baru datang dari Yaman juga membawa Al Hadyu, dia berkata: "Aku berihram sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berihram."

Dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengijinkan para sahabat Beliau untuk menjadikan ihram mereka sebagai 'umrah, mereka thawaf di Ka'bah Baitullah, kemudian memotong (memendekkan) rambut lalu bertahallul kecuali siapa yang membawa Al Hadyu.

Mereka berkata: Kemudian kami berangkat menuju Mina lalu diantara kami ada yang menyebut bahwa dia menarik diri. Hal ini kemudian sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka Beliau berkata: "Kalaulah aku bisa mengulang kembali urusanku yang telah lewat, niscaya aku tidak membawa binatang kurban. Seandainya aku tidak membawa Al Hadyu, sudah pasti aku akan bertahallul".

Kemudian 'Aisyah radliallahu 'anha mengalami haid sedangkan dia sudah menyelesaikan seluruh manasik kecuali thawaf di Ka'bah Baitullah. Ketika dia sudah suci, dia melaksanakan thawaf di Ka'bah Baitullah. Dia berkata: "Wahai Rasulullah, apakah kalian akan berangkat pulang dengan membawa haji dan 'umrah sedangkan aku dengan niat haji saja?"

Maka Beliau memerintahkan 'Abdurrahman bin Abu Bakar agar berangkat bersama 'Aisyah radliallahu 'anha ke Tan'im. Maka 'Aisyah radliallahu 'anha melaksanakan 'umrah setelah melaksanakan manasik haji pada bulan Dzul Hijjah.

Dan Suraqah bin Malik bin Ju'syam bertemu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam saat Beliau berada di Al 'Aqabah sedang melempar jumrah, dia bertanya: "Apakah ini khusus buat kalian, wahai Rasulullah?"

Beliau berkata: "Tidak, tapi untuk selamanya".
(Hadits Bukhari No. 1660)

Umrah setelah melaksanakan haji tanpa dengan hadyu
'Aisyah radliallahu 'anha berkata:

Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tepat pada hilal (awal) bulan Dzul Hijjah.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Barangsiapa yang suka berihram untuk 'umrah, lakukanlah dan siapa yang suka berihram untuk haji, lakukanlah. Seandainya bukan karena aku telah membawa hewan kurban tentu aku akan berihram untuk umrah".

'Aisyah radliallahu 'anha berkata: "Maka diantara mereka ada yang berihram untuk 'umrah dan ada yang berihram untuk haji dan aku termasuk orang yang berihram untuk 'umrah. Kemudian aku mengalami haid sebelum aku memasuki Makkah dan aku mendapatkan hari Arafah dalam keadaan haid. Hal ini aku adukan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."

Beliau berkata: "Tinggalkanlah 'umrahmu dan uraikanlah rambut kepalamu dan sisirlah lalu berihramlah untuk haji".

Maka perintah Beliau itu aku laksanakan. Ketika pada malam Al Hashabah (untuk melempar jumrah di Mina), Beliau mengutus 'Abdurrahman bersamaku menuju At-Tan'im. Maka dia memboncengiku lalu aku berihram untuk 'umrah sebagai pengganti 'umrahku sebelumnya.

Maka Allah menetapkan terlaksananya haji dan 'umrahnya 'Aisyah radliallahu 'anha dan tidak ada sesuatupun sebagai pengganti dari itu semua baik berupa hewan kurban, sedekah maupun shaum (puasa).
(Hadits Bukhari No. 1661)

Pahala umrah itu sebanding dengan kepayahannya
'Aisyah radliallahu 'anha berkata; "Wahai Rasulullah, orang-orang selesai dengan mengambil dua manasik sedangkan aku hanya satu."

Maka dikatakan kepadanya; "Tunggulah, jika kamu sudah suci maka keluarlah menuju Tan'im lalu berihramlah kemudian temuilah kami di tempat ini namun derajatnya tergantung pengorbanan dan tingkat kesulitanmu".
(Hadits Bukhari No. 1662)

Orang yang sedang umrah melakukan thawaf umrah, kemudian keluar, apakah thawafnya telah mencukupinya
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata:

Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk melaksanakan haji pada bulan-bulan haji dan ihram-ihram haji.

Ketika kami berhenti di Sarif, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada para sahabatnya: "Barangsiapa tidak membawa Al Hadyu dan suka untuk menjadikan ihramnya untuk 'umrah, lakukanlah dan siapa yang membawa Al Hadyu, tidak boleh (menjadikan ihramnya sebagai 'umrah)".

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beserta beberapa orang dari sahabat Beliau yang berbadan kuat dan membawa Al Hadyu, tidak berihram untuk 'umrah. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk menemuiku saat itu aku sedang menangis, maka Beliau bertanya: "Apa yang membuatmu menangis?"

'Aisyah radliallahu 'anha menjawab: "Aku mendengar apa yang anda katakan kepada para sahabat anda sehingga aku terhalang menjadikan ihramku sebagai 'umrah".

Beliau berkata: "Apa hubungannya denganmu?"
Aku jawab: "Aku sedang tidak shalat (haid)".

Beliau berkata: "Tidak apa, karena kamu adalah dari anak-anak perempuan keturunan Adam yang telah ditetapkan ketentuan atas mereka, maka laksanakanlah hajimu semoga Allah memberikanmu karunia dengan hajimu ini".

'Aisyah radliallahu 'anha berkata: Maka aku laksanakan hingga kami keluar (nafar) dari Mina lalu singgah di tempat pelemparan jumrah, Beliau memanggil 'Abdurrahman lalu berkata: "Keluarlah kamu bersama saudaramu dari tanah haram lalu berihramlah untuk 'umrah kemudian jika kalian berdua telah selesai dari thawaf (datanglah kemari), kami menunggu kalian berdua disini".

Maka kami temui Beliau pada tengah malam. Beliau bertanya: "Apakah kalian telah selesai?".
Aku jawab: "Ya, sudah".

Maka Beliau menyeru para sahabatnya agar bersiap-siap berangkat. Maka orang-orang dan termasuk yang sedang berthawaf di Ka'bah Baitullah bergegas sebelum shalat Shubuh lalu berangkat pulang menuju Madinah.
(Hadits Bukhari No. 1663)

Melakukan dalam umrah sebagaimana yang dilakukan dalam haji
'Atho' berkata, telah menceritakan kepada saya Shafwan bin Ya'la bin Umayyah, yaitu dari bapaknya

bahwa ada seorang laki-laki datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam saat Beliau berada di Al Ji'ranah. Orang itu mengenakan jubah (baju besar) yang masih terasa sisa wewangian padanya atau nampak sisa pewarna kuning, berkata: "Bagaimana aku harus mengerjakan umrahku?".

Maka Allah subhanahu wata'ala menurunkan wahyu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan wajah Beliau ditutup dengan kain.

Ya'la bin Umayyah berkata; "Aku sendiri sangat ingin dapat melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika sedang menerima wahyu".

Maka 'Umar radliallahu 'anhu berkata: "Kemarilah, apakah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika sedang menerima wahyu dapat menyenangkanmu?".
Aku katakan: "Ya".

Maka 'Umar membuka ujung kain yang tadi menutupi wajah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu aku dapat melihat Beliau sedang bernapas dalam tidurnya.

(Kata Shafwan) aku menduga bapakku berkata: "Beliau mendengkur sejenak".

Ketika Beliau selesai menerima wahyu, Beliau bertanya: "Mana orang tadi yang bertanya tentang 'umrah?. Lepaslah jubahmu, cucilah dari sisa wewangian dan pewarna kuning dan kerjakan 'umrahmu seperti kamu mengerjakan haji".
(Hadits Bukhari No. 1664)

Melakukan dalam umrah sebagaimana yang dilakukan dalam haji
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Hisyam bin 'Urwah dari bapaknya bahwa dia berkata;

Aku pernah bertanya kepada 'Aisyah radliallahu 'anha isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam saat itu aku masih muda: "Bagaimana pendapatmu tentang firman Allah Ta'ala (QS Al Baqarah 158) yang artinya: [Sesungguhnya Ash-Shafaa dan Al Marwah adalah sebagian dari syi'ar-syi'ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber'umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya], kalau aku berpendapat bahwa seseorang tidak mengapa untuk tidak berthawaf (sa'i) antara kedua bukit itu."

'Aisyah radliallahu 'anha berkata: "Bukanlah begitu. Seandainya ayat ini maksudnya sebagaimana yang kamu katakan itu, berarti tidak berdosa bila ada orang yang tidak melaksanakan sa'i antara keduanya. Sesungguhnya ayat ini turun berkenaan dengan Kaum Anshar yang dahulu mereka berniat haji untuk patung Manat (yang mereka sembah) di daerah sekitar Qudaid. Lantas mereka merasa berdosa bila harus sa'i antara bukit Ash-Shafaa dan Al Marwah. Setelah Islam datang, mereka bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masalah itu, maka kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat [Sesungguhnya Ash-Shafaa dan Al Marwah adalah sebagian dari syi'ar-syi'ar Allah. Barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber'umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya]."

Sufyan dan Abu Mu'awiyah menambahkan dari Hisyam (yakni dari bapaknya dari 'Aisyah radliallahu 'anha): "Allah tidak akan menerima haji atau 'umrah seseorang yang tidak melakukan sa'i antara bukit Ash-Shafaa dan Al Marwah".
(Hadits Bukhari No. 1665)

Kapan orang yang melakukan umrah bertahallul
dari 'Abdullah bin Abu Awfa berkata:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menunaikan 'umrah begitu juga kami bersama Beliau. Ketika Beliau memasuki Makkah Beliau melaksanakan thawaf, begitu juga kami melaksanakannya kemudian Beliau mendatangi bukit Ash-Shafaa dan Al Marwah begitu juga kami (untuk melaksanakan sa'i).

Saat itu kami melindungi Beliau dari penduduk Makkah bila ada seseorang yang akan melempari Beliau.

Ada di antara sahabatku yang bertanya kepadanya ('Abdullah bin Abu Awfa): "Apakah pada saat itu Beliau masuk ke dalam Ka'bah?".
Dia menjawab: "Tidak".

Sahabatku itu berkata: "Ceritakanlah kepada kami apa yang dikatakan Beliau tentang Khadijah radliallahu 'anha".

Beliau bersabda: "Berikanlah kabar gembira kepada Khadijah (bahwa ia akan memperoleh) rumah di surga yang terbuat dari mutiara yang didalamnya tidak ada hiruk pikuk dan kepayahan".
(Hadits Bukhari No. 1666)

Kapan orang yang melakukan umrah bertahallul
dari 'Amru bin Dinar berkata:

Kami pernah bertanya kepada Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma tentang seseorang yang melaksanakan thawaf di Ka'bah Baitullah dam ibadah 'umrahnya namun belum melaksanakan sa'i antara bukit Shafaa dan Marwah, apakah dia boleh mendatangi (berhubungan dengan) isterinya?.

Dia menjawab: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah datang ke Baitullah untuk haji yang Beliau thawaf di Ka'bah Baitullah tujuh kali putaran kemudian shalat dua raka'at di belakang Maqam (Ibrahim) lalu melaksakan sa'i antara bukit Shafaa dan Marwah tujuh kali.

(Kemudian dia membaca QS Al Ahzab ayat 21 yang artinya): (Sungguh bagi kalian ada suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah).

Dan kami pernah pula bertanya kepada Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhu tentang hal ini.

Maka dia berkata: "Janganlah orang itu mendekati isterinya hingga dia melaksanakan sa'i antara bukit Shafaa dan Marwah".
(Hadits Bukhari No. 1667)

Kapan orang yang melakukan umrah bertahallul
dari Abu Musa Al As'ariy radliallahu 'anhu berkata;

Aku menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika Beliau berada di Bathha', ketika Beliau singgah untuk istirahat lalu Beliau bertanya kepadaku: "Bagaimana cara kamu berihram?".

Aku jawab: "Aku berihram dengan bertalbiyah (berniat memulai haji) sebagaimana Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berihram".

Maka Beliau berkata: "Kamu sudah berbuat dengan baik, maka thawaflah di Ka'bah Baitullah dan sa'i antara bukit Shafaa dan Marwah lalu bertahallullah".

Maka aku thawaf di Ka'bah Baitullah dan sa'i antara bukit Shafaa dan Marwah. Kemudian aku menemui seorang wanita dari Banu Qais lalu dia mencari kutu kepalaku. Kemudian aku berihram untuk haji.

Setelah itu aku selalu memberi fatwa cara manasik seperti itu hingga masa khilafah 'Umar radliallahu 'anhu yang dia berkata: "Jika kita mengambil pelajaran dari Kitab Allah maka Dia memerintahkan kita untuk menyempurnakannya dan apabila kita mengambil sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, sesungguhnya Beliau tidak bertahallul hingga Al Hadyu sampai pada tempat penyembelihannya".
(Hadits Bukhari No. 1668)

Kapan orang yang melakukan umrah bertahallul
dari Abu Al Aswad

bahwa 'Abdullah, maula Asma' binti Abu Bakar menceritakan kepadanya bahwa dia mendengar Asma' berkata:

Setiap kali ia melewati Al Hajun ia bersalawat untuk Rasulullah Muhammad, dan berkata; "Sungguh kami pernah singgah bersama Beliau disini, dan ketika itu kami amat kekurangan, bekal kami menipis.

Lalu aku ber'umrah dengan saudara perempuanku 'Aisyah, Az Zubair, fulan dan fulan. Ketika kami telah selesai dari thawaf di Ka'bah, kami bertahallul kemudian kami berniat haji dari Al 'Asyiy".
(Hadits Bukhari No. 1669)

« Pulang Haji dan Umroh
Tentang Nafar »

Semua Hadits Shahih Bukhari Imam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama