Hadits Bukhari Tentang Nafar

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Imam Al-Bukhari Tentang Nafar. Makna nafar di KBBI adalah: meninggalkan Mina menuju Mekah pada waktu melaksanakan ibadah haji.

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabHaji
TentangNafar
Nomor1642 - 1649
No. VersiFathul Bari


Orang melaksanakan asar pada hari nafar di Abthah (Al Batha)
dari 'Abdul 'Aziz bin Rufai' berkata;

Aku bertanya kepada Anas bin Malik radliallahu 'anhu: "Kabarkan kepadaku sesuatu yang kamu ingat dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dimana Beliau melaksanakan shalat Zhuhur pada hari Tarwiyah?"

Dia menjawab: " Di Mina".

Aku bertanya lagi, dimana Beliau melaksanakan shalat 'Ashar pada hari Nafar?"

Dia menjawab: " Di Al Abthoh (Al Batha). Kerjakanlah (manasik) sebagaimana para pemimpin kamu telah mengerjakannya."
(Hadits Bukhari No. 1642)

Orang melaksanakan asar pada hari nafar di Abthah (Al Batha)
Anas bin Malik radliallahu 'anhu menceritakan kepadanya

"bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya kemudian Beliau tidur sejenak di Al Muhashib (tempat melempar jumrah di Mina), lalu Beliau menunggang tunggangannya menuju ke Ka'bah Baitullah lalu thawaf disana".
(Hadits Bukhari No. 1643)

Al Muhashshab
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata:

"Sesungguhnya tempat yang dipergunakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk singgah adalah yang paling mudah untuk jalan keluarnya (pulangnya), yakni di Al Abthah (Al Batha)."
(Hadits Bukhari No. 1644)

Al Muhashshab
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma:

"At-Tahshib (tempat singgah menjelang jumrah) bukanlah sesuatu bagian dari manasik, tapi dia hanyalah tempat yang pernah digunakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk singgah".
(Hadits Bukhari No. 1645)

Singgah di Dzu Thuwa sebelum masuk Makkah dan singgah di Batha
dari Nafi'

"bahwa Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma bermalam di Dzu Thuwa diantara dua jalan dataran tinggi, lalu dia masuk melalui salah satu dari dataran itu yang berada di sebelah atas kota Makkah. Dan apabila sudah sampai di Makkah baik untuk menunaikan haji atau 'umrah, dia tidak singgah menambatkan untanya kecuali di (tempat) dekat pintu masjid (Al Masjidil Haram). Kemudian dia masuk dan mendatangi Rukun Hajar Aswad, lalu dia memulai thawaf dari sana sebanyak tujuh kali putaran dengan tiga kali berjalan cepat dan empat kalinya berjalan biasa, kemudian apabila telah selesai, dia shalat dua raka'at.

Sebelum dia kembali ke tempat tinggalnya, dia melaksanakan sa'i antara bukit Shafaa dan Marwah. Dan apabila dia telah menyelesaikan seluruh manasik haji atau 'umrahnya, dia singgah beristirahat di Al Bathha' yang terletak di Dzul Hulaifah, tempat yang pernah digunakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk singgah".
(Hadits Bukhari No. 1646)

Singgah di Dzu Thuwa sebelum masuk Makkah dan singgah di Batha
Khalid bin Al Harits berkata;

'Ubaidullah ditanya tentang Al Muhashshab.

Maka 'Ubaidullah menceritakan kepada kami dari Nafi' berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah berhenti singgah disana, begitu juga 'Umar dan Ibnu 'Umar".

Dan dari Nafi' bahwa Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma pernah disana, yaitu di Al Muhashshab, shalat Zhuhur, dan 'Ashar".

Dan aku menduga dia berkata: "dan shalat Maghrib."

Khailid berkata: "Aku tidak meragukan tentang shalat Isya, lalu dia tidur sejenak disana". Lalu dia menyebutkan hal itu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
(Hadits Bukhari No. 1647)

Melakukan jual beli di musim haji dan menjual di pasar-pasar jahiliyah
Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma:

"Dzul Majaz dan Ukazh adalah tempat berdagang orang-orang pada masa jahiliyah. Ketika Islam datang seakan-akan mereka membenci tempat itu,

hingga turunlah QS AL Baqarah ayat 195 yang artinya: (Tidak ada dosa bagi kalian jika kalian mencari karunia(rezeqi hasil perniagaan) dari Rabb kalian), yaitu pada musim haji."
(Hadits Bukhari No. 1648)

Berjalan di pagi buta dari Muhashshab
Telah menceritakan kepada kami 'Umar bin Hafsh telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Al A'masy telah menceritakan kepada saya Ibrahim dari Al Aswad dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata;

Shafiyyah mengalami haid pada hari Nafar, lalu dia berkata: "Tidaklah aku memandang diriku melainkan aku telah menyusahkan kalian".

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Celaka, apakah kamu sudah melaksanakan thawaf pada hari Nahar".
Dikatakannya: "Ya, sudah".
Maka Beliau berkata: "Pulanglah".

Abu 'Abdullah Al Bukhari berkata: Dan Muhammad menambahkan kepadaku, telah menceritakan kepada kami Muhadhir telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Ibrahim dari Al Aswad dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata;

Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan tidaklah kami menyebutnya melainkan untuk melaksanakan haji. Ketika kami tiba (di Makkah), Beliau memerintahkan kami agar kami bertahallul. Ketika masuk malam Nafar, Shafiyyah binti Huyay mengalami haid, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Celaka, tidaklah kami melihat melainkan kamu telah menyusahkan kami".

Kemudian Beliau bertanya: "Apakah kamu sudah melaksanakan thawaf pada hari Nahar".
Dia menjawab: "Ya, benar".
Maka Beliau berkata: "Kalau begitu, pulanglah".

Kemudian 'Aisyah radliallahu 'anha berkata: "Wahai Rasulullah, aku belum bertahallul".
Beliau berkata: "Laksanakanlah 'umrah dari At-Tan'im".

Lalu berangkatlah saudaranya bersamanya kemudian setelah itu kami menemui Beliau dalam keadaan siap berangkat di akhir malam dan berkata: "Bagian tempat kamu begini begini".
(Hadits Bukhari No. 1649)

« Tentang Umroh Thawaf Ifadhah & Wada »

Semua Hadits Shahih Bukhari Imam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama