Hadits Bukhari Tentang Shalat Qashar

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Al-Bukhari Tentang Shalat Qashar / Sholat Qoshor / Salat Qasar adalah melakukan shalat dengan meringkas atau mengurangi jumlah rakaat shalat yang bersangkutan.

Shalat Qashar merupakan keringanan yang diberikan kepada mereka yang sedang melakukan perjalanan dalam kurun waktu tertentu. Shalat apa saja yang bisa di Qashar?

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabJumat
TentangShalat Qashar
Nomor1018 - 1029
No. VersiFathul Bari


Tentang Shalat Qashar dan Lama Waktu Yang Diperbolehkan Mengqashar Shalat
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata:

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah menetap (dalam bepergian) selama sembilan belas hari dengan mengqashar (meringkas) shalat. Maka kami bila bepergian selama sembilan belas hari mengqashar shalat. Bila lebih dari itu, kami menyempurnakan shalat".
(Hadits Bukhari No. 1018)

Tentang Shalat Qashar dan Lama Waktu Yang Diperbolehkan Mengqashar Shalat
Yahya bin Abu Ishaq berkata; Aku mendengar Anas radliallahu 'anhu berkata:

"Kami pernah bepergian bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari kota Madinah menuju kota Makkah, selama kepergian itu Beliau melaksanakan shalat dua raka'at dua raka'at hingga kami kembali ke Madinah."

Aku tanyakan: "Berapa lama kalian menetap di Makkah?"
Dia menjawab: "Kami menetap disana selama sepuluh hari".
(Hadits Bukhari No. 1019)

Shalat di Mina
dari 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhuma berkata:

"Aku pernah shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di kota Mina dua raka'at. Begitu juga ketika aku shalat bersama Abu Bakar, 'Umar dan juga bersama 'Utsman pada awal pemerintahannya. Namun beliau di kemudian hari menyempurnakannya (empat raka'at)."
(Hadits Bukhari No. 1020)

Shalat di Mina
Haritsah bin Wahb berkata:

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat bersama kami, sebagaimana Beliau selalu lakukan seperti saat di Mina hanya dua raka'at".
(Hadits Bukhari No. 1021)

Shalat di Mina
'Abdurrahman bin Yazid berkata;

'Usman bin 'Affan radliallahu 'anhu pernah shalat bersama kami di Mina sebanyak empat raka'at.

Kemudian hal ini disampaikan kepada Ibnu Mas'ud radliallahu 'anhu maka dia mengucapkan istirja' (innaa lillahi wa innaa ilahi raji'un) kemudian berkata:

"Sungguh aku selalu shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di Mina sebanyak dua raka'at. Begitu juga aku shalat bersama Abu Bakat Ash-Shiddiq radliallahu 'anhu di Mina sebanyak dua raka'at. Juga aku pernah shalat 'Umar bin Al Khaththob radliallahu 'anhu di Mina sebanyak dua raka'at.

Namun aku berharap shalat yang empat raka'at maupun dua raka'at keduanya diterima".
(Hadits Bukhari No. 1022)

Berapa Lama Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam Tingal di Makkah Ketika Menunaikan Haji
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata:

"Pernah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya datang pada shubuh keempat yang ketika itu mereka niatkan untuk haji, lantas Beliau memerintahkan mereka agar menjadikannya sebagai 'umrah kecuali bagi siapa yang membawa hewan sembelihan".
(Hadits Bukhari No. 1023)

Berapa Jarak Perjalanan Yang Membolehkan Mengqashar Shalat
dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Seorang wanita tidak boleh mengadakan perjalanan diatas tiga hari kecuali bersama mahramnya".
(Hadits Bukhari No. 1024)

Berapa Jarak Perjalanan Yang Membolehkan Mengqashar Shalat
dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Seorang wanita tidak boleh mengadakan perjalanan diatas tiga hari kecuali bersama mahramnya".
(Hadits Bukhari No. 1025)

Berapa Jarak Perjalanan Yang Membolehkan Mengqashar Shalat
dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu a berkata; Telah bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam;

"Tidak halal seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk mengadakan perjalanan selama satu hari satu (malam) tanpa didampingi mahramnya".
(Hadits Bukhari No. 1026)

Mengqashar Shalat Ketika Sudah Keluar dari Tempat Tinggal
dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata:

"Aku shalat Zhuhur bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di Madinah sebanyak empat raka'at sedangkan ketika di Dzul Hulaifah dua raka'at".
(Hadits Bukhari No. 1027)

Mengqashar Shalat Ketika Sudah Keluar dari Tempat Tinggal
dari Az Zuhriy dari 'Urwah dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata:

"Awal mula diwajibkannya shalat sebanyak dua raka'at. Kemudian ketentuan ini ditetapkan untuk shalat safar (dalam bepergian) dan disempurnakan bagi shalat di tempat tinggal (mukim) ".

Berkata, Az Zuhriy: "Aku bertanya kepada 'Urwah: ˝Mengapa 'Aisyah radliallahu 'anha menyempurnakan?˝
'Urwah menjawab: ˝Dia mengikuti seperti yang dilakukan 'Utsman˝."
(Hadits Bukhari No. 1028)

Shalat Maghrib Tetap Dilaksanakan dengan Tiga Raka'at Ketika Bepergian
dari Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepada saya Salim dari 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhu berkata:

"Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jika perjalanan mendesak, Beliau menangguhkan shalat Maghrib dan menggabungkannya bersama shalat Isya".

Berkata, Salim: "Dan 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhu mengerjakannya juga bila terdesak (tergesa-gesa) dalam perjalanan".

Al Laits menambahkan dan berkata, telah menceritakan kepada saya Yunus dari Ibnu Syihab; Salim berkata: Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma menggabungkan antara shalat Maghrib dan 'Isya' saat berada di Muzdalifah.

Salim berkata, lagi; "Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma mengakhirkan shalat Maghrib karena hendak menolong isterinya Shafiyah binti Abu 'Ubaid (yang sedang sakit).

Aku katakan kepadanya; ˝Mari kita dirikan shalat?!˝.
Dia menjawab: ˝Terus saja berjalan˝.
Aku katakan lagi; ˝Mari kita dirikan shalat?!˝.
Dia menjawab: ˝Terus saja berjalan˝.

Hingga ketika perjalanan sudah mencapai dua atau tiga mil, dia turun lalu mendirikan shalat. Setelah selesai dia berkata: ˝Beginilah, aku pernah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat bila dalam keadaan terdesak dalam perjalanannya˝."

Dan berkata, 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhu: "Aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam jika perjalanan mendesak, Beliau menangguhkan shalat Maghrib, kemudian Beliau mengerjakan tiga raka'at lalu salam. Kemudian diam sejenak lalu mengerjakan shalat Isya dengan dua raka'at lalu salam. Beliau tidak bertasbih (mengerjakan shalat sunnah) setelah shalat Isya hingga Beliau bangun di penghujung malam."
(Hadits Bukhari No. 1029)

« Shalat diatas Kendaraan Sujud Tilawah »

Semua Hadits Shahih Bukhari Imam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama