Hadits Bukhari Tentang Menjamak Shalat

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Al-Bukhari Tentang Menjamak Shalat (menggabungkan).

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabJumat
TentangMenjamak Shalat
Nomor1041 - 1045
No. VersiFathul Bari


Menjamak (Menggabungkan Pelaksanaan) Shalat Maghrib dan Isya
dari Salim dari bapaknya berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah menggabungkan (menjama') shalat Maghrib dan shalat Isya bila terdesak (tergesa-gesa) dalam perjalanan".

dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah menggabungkan shalat Zhuhur dan shalat 'Ashar bila sedang dalam perjalanan dan menggabungkan shalat Maghrib dan shalat Isya."

dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah menggabungkan shalat Maghrib dan shalat Isya dalam perjalanan".

Hadits ini diikuti pula dari Anas "bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjama'."
(Hadits Bukhari No. 1041)

Apakah Tetap Mengumandangkan Adzan dan Iqamat Ketika Menjamak Maghrib dan Isya
telah mengabarkan kepada saya Salim dari 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhu berkata:

"Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jika perjalanan mendesak, Beliau menangguhkan shalat Maghrib dan menggabungkannya bersama shalat Isya".

Berkata, Salim: "Dan 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhu mengerjakannya juga bila terdesak (tergesa-gesa) dalam perjalanan. Beliau hanya melaksanakan shalat Maghrib sebanyak tiga raka'at lalu salam. Kemudian berdiam sejenak lalu melaksanakan shalat Isya sebanyak dua raka'at dan dia tidak menyelingi diantara keduanya dengan shalat sunnah satu raka'atpun dan juga tidak sesudahnya hingga Beliau bangun di penghujung malam (untuk shalat malam)."
(Hadits Bukhari No. 1042)

Apakah Tetap Mengumandangkan Adzan dan Iqamat Ketika Menjamak Maghrib dan Isya
Anas radliallahu 'anhu menceritakan kepadanya

"bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjama' (menggabungkan) dua shalat ini ketika dalam perjalanan, yaitu shalat Maghrib dan Isya."
(Hadits Bukhari No. 1043)

Memundurkan Pelaksanaan Shalat Zhuhur Sampai 'Ashar (Jama' Ta'khir) bila Berangkat Bepergian Sebelum Matahari Condong ke Arah Barat
dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata;

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bila berangkat bepergian sebelum matahari condong, Beliau shallallahu 'alaihi wasallam mengakhirkan pelaksanaan shalat zhuhur hingga waktu shalat 'Ashar lalu menggabungkan (jama') keduanya.

Dan bila berangkat setelah matahari condong, Beliau laksanakan shalat Zhuhur terlebih dahulu kemudian setelah itu berangkat".
(Hadits Bukhari No. 1044)

Apabila Berangkat Bepergian Setelah Matahari Condong ke Barat, Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam Shalat Zhuhur Terlebih Dahulu
dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata;

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bila berangkat bepergian sebelum matahari condong, Beliau shallallahu 'alaihi wasallam mengakhirkan pelaksanaan shalat zhuhur hingga waktu shalat 'Ashar, lantas beliau singgah lalu menggabungkan (jama') keduanya.

Dan bila matahari condong sebelum berangkat, Beliau laksanakan shalat Zhuhur terlebih dahulu kemudian setelah itu berangkat".
(Hadits Bukhari No. 1045)

« Shalat dengan Duduk Shalat diatas Kendaraan »

Semua Hadits Shahih Bukhari Imam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama