Hadits Bukhari Tentang Thawaf

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Imam Al-Bukhari Tentang Thawaf.

Tawaf adalah kegiatan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali dan merupakan salah satu amal ibadah yang dilakukan pada saat melaksanakan haji / umrah.

- Tawaf qudum (selamat datang) adalah tawaf pertama yang dilakukan jemaah saat sampai di Mekkah.
- Thawaf ifadhah adalah thawaf rukun Haji yang dilakukan setelah pulang dari Mina pada tanggal 12 atau 13 Dzulhijjah atau setelah Wukuf di Arafah.
- Thawaf wada adalah thawaf perpisahan. dilakukan ketika hendak pulang / meninggalkan tanah suci.

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabHaji
TentangThawaf
Nomor1499 - 1533
No. VersiFathul Bari


Bagaimana memulai jalan cepat
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata:

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya datang mengunjungi Ka'bah".

Kaum Musyrikin berkata: "Dia datang kepada kalian padahal mereka telah dilemahkan fisik mereka oleh penyakit demam yang melanda kota Yatsrib".

Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan para sahabatnya agar berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama dan berjalan biasa antara dua rukun (sudut) dan tidak ada yang menghalangi Beliau bila memerintahkan mereka agar berlari-lari kecil untuk semua putaran, namun hal itu tidak lain kecuali sebagai kemurahan Beliau kepada mereka.
(Hadits Bukhari No. 1499)

Mengusap hajar aswad saat datang ke Makkah
dari Salim dari bapaknya radliallahu 'anhu berkata,:

"Aku melihat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam tatkala datang ke Makkah (melaksanakan haji atau 'umrah) bila menyentuh sudut Al Hajar Al Aswad ketika melaksanakan thawaf qudum, Beliau berlari-lari kecil pada tiga kali putaran dari tujuh putaran".
(Hadits Bukhari No. 1500)

Berjalan cepat saat haji dan umrah
dari Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma berkata:

"Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melaksanakan sa'iy dengan berlari-lari kecil pada tiga putaran dan berjalan biasa pada empat putaran sisanya dalam pelaksanaan haji maupun umrah".
(Hadits Bukhari No. 1501)

Berjalan cepat saat haji dan umrah
Zaid bin Aslam dari bapaknya

bahwa 'Umar bin Al Khaththob radliallahu 'anhu berkata kepada rukun (Al Hajar AL Aswad): "Sungguh aku mengetahui bahwa kamu hanyalah batu yang tidak bisa mendatangkan madharat maupun manfa'at. Namun kalau bukan karena aku telah melihat Nabi Shallallahu'alaihiwasallam menciummu tentu aku tidak akan menciummu".

Maka dia menciumnya lalu berkata: "Kenapa pula kita harus berlari-lari kecil?. Sungguh kami telah menyaksikan orang-orang musyrikin melakukannya namun kemudian mereka dibinasakan oleh Allah subhanahu wata'ala".

Dia berkata: "Berlari-lari kecil ini adalah sesuatu sunnah yang telah dikerjakan oleh Nabi Shallallahu'alaihiwasallam dan kami tidak suka bila meninggalkannya".
(Hadits Bukhari No. 1502)

Berjalan cepat saat haji dan umrah
dari 'Ubaidullah dari Nafi'

dari Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma berkata: "Tidak pernah aku meninggalkan dari menyentuh (mengusap) dua rukun ini (yang ada Al Hajar Al Aswad) baik dalam keadaan sulit maupun mudah semenjak aku melihat Nabi Shallallahu'alaihiwasallam mengusap keduanya".

Aku bertanya kepada Nafi': "Apakah Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma berjalan diantara dua rukun itu?".

Dia berkata: "Dia berjalan agar dapat lebih mudah untuk mengusapnya".
(Hadits Bukhari No. 1503)

Mengusap rukun yamani dengan tongkat
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata:

"Nabi Shallallahu'alaihiwasallam melaksanakan thawaf ketika haji wada' (perpisahan) diatas untanya dan Beliau menyentuh Ar-Rukun (Al Hajar Al Aswad) menggunakan tongkat".
(Hadits Bukhari No. 1504)

Orang yang tidak mengusap kecuali hanya dua rukun yamani
dari Salim bin 'Abdullah dari bapaknya radliallahu 'anhuma berkata:

"Aku tidak melihat Nabi Shallallahu'alaihiwasallam menyentuh sesuatu dari Ka'bah kecuali dua rukun Yamani".
(Hadits Bukhari No. 1505)

Mencium hajar aswad
Zaid bin Aslam dari bapaknya berkata;

Aku melihat 'Umar bin Al Khaththob radliallahu 'anhu mencium Al Hajar Al Aswad lalu berkata: "Kalau bukan karena aku melihat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam menciummu tentu aku tidak akan menciummu".
(Hadits Bukhari No. 1506)

Mencium hajar aswad
dari Az Zubair bin 'Arabiy berkata;

Ada seseorang bertanya kepada Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma tentang mengusap Al Hajar Al Aswad.
Maka dia berkata: "Aku melihat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengusap dan menciumnya".

Dia berkata; Aku bertanya lagi: "Bagaimana kalau berdesakan atau aku gagal menggapainya?".
Dia menjawab: "Tetap laksanakanlah".

Bagaimana kalau kamu berada di Yaman?.
"Aku melihat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengusap dan menciumnya".
(Hadits Bukhari No. 1507)

Orang yang berisyarat kepada rukun saat datang kepadanya
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata:

"Nabi Shallallahu'alaihiwasallam melaksanakan thawaf di Ka'bah Baitullah diatas untanya dan setiap kali Beliau melewati Ar-Rukun (Al Hajar Al Aswad) Beliau memberi isyarat kepadanya".
(Hadits Bukhari No. 1508)

Membaca takbir saat di rukun
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata:

"Nabi Shallallahu'alaihiwasallam melaksanakan thawaf di Ka'bah Baitullah diatas untanya dan setiap kali Beliau melewati Ar-Rukun (Al Hajar Al Aswad) Beliau memberi isyarat kepadanya dengan sesuatu yang ada pada Beliau lalu bertakbir".
(Hadits Bukhari No. 1509)

Thawaf di Ka'bah ketika datang di Makkah sebelum kembali ke rumah
dari Muhammad bin 'Abdurrahman; aku menyebutkan sesuatu kepada 'Urwah, maka ia berkata:

'Aisyah radliallahu 'anha berkata kepadaku bahwa yang pertama kali dilakukan oleh Nabi Shallallahu'alaihiwasallam ketika Beliau sampai (di Makkah) adalah berwudhu kemudian thawaf dan tidak ber'umrah. Kemudian Abu Bakar dan 'Umar radliallahu 'anhuma melakukan haji seperti beliau, lalu aku berhaji bersama Abu Zubair radliallahu 'anhu dan yang pertama kali ia lakukan adalah thawaf. Kemudian aku melihat orang-orang Muhajirin dan Anshar melakukan seperti itu.

Dan sungguh ibuku mengabarkan kepadaku bahwa ia, saudara perempuannya, Az Zubair, fulan dan fulan berniat ihram untuk umrah, dan setelah mereka mengusap Ar-Rukun (Al Hajar Al Aswad) maka mereka bertahallul.
(Hadits Bukhari No. 1510)

Thawaf di Ka'bah ketika datang di Makkah sebelum kembali ke rumah
dari 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhua

"bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam apabila thawaf dalam pelaksanaan haji atau 'umrah, yang pertama kali dilakukan adalah bersa'iy (berlari kecil) mengelilingi Ka'bah tiga kali putaran dan berjalan pada empat putaran lainnya kemudian shalat dua raka'at lalu berjalan bolak balik antara bukit Ash-Shafa dan Al Marwah".
(Hadits Bukhari No. 1511)

Thawaf di Ka'bah ketika datang di Makkah sebelum kembali ke rumah
dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma

"bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam apabila thawaf di Ka'bah Baitullah berjalan cepat pada tiga putaran dan berjalan biasa pada empat putaran lainnya dan berjalan pada dasar aliran air ketika sa'iy antara bukit Ash-Shafa dan Al Marwah".
(Hadits Bukhari No. 1512)

Wanita thawaf bersama laki-laki
Abu 'Ashim berkata, Ibnu Juraij telah mengabarkan kepada kami, berkata,

telah mengabarkan kepada saya 'Atho' ketika Ibnu Hisyam melarang para wanita untuk thawaf bersama kaum lelaki, ia ('Atho') berkata; "Bagaimana kalian melarang mereka sedangkan para isteri Nabi Shallallahu'alaihiwasallam melakukan tawaf bersama kaum lelaki?".

Aku bertanya: "Apakah setelah turun ayat hijab atau sebelumnya?".

Ia menjawab: "Benar, sungguh aku mendapatinya setelah turun ayat hijab".

Aku berkata: "Bagaimana mereka berbaur dengan kaum lelaki?".

Ia menjawab: "Mereka tidak berbaur dengan kaum lelaki, dan 'Aisyah radliallahu 'anha thawaf dengan menyendiri dan tidak berbaur dengan kaum lelaki".

Lalu ada seorang wanita berkata, kepadanya: "Beranjaklah wahai Ummul Mukminin, mari kita mencium hajar aswad".

'Aisyah radliallahu 'anha menjawab: "Engkau saja yang pergi".

Sedangkan ia enggan untuk pergi. Dahulu kaum wanita keluar pada malam hari tanpa diketahui keberadaannya, lalu mereka thawaf bersama kaum lelaki. Namun mereka jika memasuki masjid, mereka berdiri hingga mereka masuk saat para lelaki telah keluar.

Dan aku bersama 'Ubaid bin 'Umair pernah menemui 'Aisyah radliallahu 'anha yang sedang berada disisi gunung Tsabir. Aku bertanya: "Hijabnya apa?"

Ia menjawab: "Ia berada di dalam tenda kecil buatan Turki. Tenda itu memiliki penutup yang tipis dan tidak ada pembatas antara kami dan beliau selain tenda itu, dan aku melihat beliau mengenakan gamis bermotif mawar".
(Hadits Bukhari No. 1513)

Wanita thawaf bersama laki-laki
dari Ummu Salamah radliallahu 'anhaa isteri Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berkata:

Aku mengadu kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bahwa kondisiku sedang lemah, maka Beliau berkata: "Thawaflah dari belakang orang banyak dengan mengendarai tunggangan".

Maka aku thawaf sedang Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam saat itu shalat disisi Ka'bah Baitullah dan Beliau membaca Surah At-Tur (Surah ke 52).
(Hadits Bukhari No. 1514)

Berbicara saat thawaf
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma

bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam ketika sedang thawaf, Beliau melewati seorang yang mengikat tangannya kepada orang lain dengan tali atau benang atau selain itu.

Maka Nabi Shallallahu'alaihiwasallam memutuskannya dengan tangan Beliau sendiri dan berkata, (kepada orang lainnya): "Tuntunlah dia dengan tangannya".
(Hadits Bukhari No. 1515)

Seseorang melihat tali atau sesuatu saat thawaf, kemudian ia memotongnya
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma

"bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam melihat seseorang thawaf di Ka'bah dengan mengikat (tangannya kepada orang lain) dengan tali kekang atau selainnya lalu Beliau memotongnya."
(Hadits Bukhari No. 1516)

Tidak boleh thawaf di Ka'bah dengan telanjang
Abu Hurairah radliallahu 'anhu mengabarkan kepadanya

bahwa Abu Bakar Ash-Shidiq radliallahu 'anhu mengutusnya dalam urusan yang dia diperuntahkan oleh Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam sebelum haji wada' pada hari Nahar dalam satu rambongan kecil untuk mengumumkan kepada manusia bahwa;

"Setelah tahun ini tidak boleh seorang musyrikpun yang melaksanakan haji dan tidak boleh thawaf di Ka'bah dengan telanjang".
(Hadits Bukhari No. 1517)

Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dua rakaat pada thawafnya yang ke tujuh
dari 'Amru:

Kami pernah bertanya kepada Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma: "Apakah seorang suami boleh berhubungan dengan isterinya dalam pelaksanaan 'umrah sebelum dia melaksanakan sa'iy antara bukit Shafaa dan Marwah?".

Dia menjawab: "Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pernah datang ke Baitullah untuk haji, Beliau thawaf di Baitullah tujuh kali putaran kemudian shalat dua raka'at di belakang Maqam (Ibrahim) lalu melakukan sa'iy antara bukit Shafaa dan Marwah. Kemudian dia membaca QS Al Ahzab ayat 21 yang artinya: (Sungguh bagi kalian ada suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah)."

Dan aku ('Amru) pernah pula bertanya kepada Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhu tentang hal ini. Maka katanya: "Janganlah orang itu mendekati isterinya hingga dia melaksanakan sa'iy antara bukit Shafaa dan Marwah."
(Hadits Bukhari No. 1518)

Seseorang yang belum mendekat Ka'bah dan belum thawaf hingga keluar ke Arafah
dari 'Abdullah bin 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata:

"Nabi Shallallahu'alaihiwasallam tiba di Makkah lalu Beliau thawaf dan sa'iy antara bukit Shafaa dan Marwah dan Beliau tidak mendekati Ka'bah setelah melaksanakan thawafnya hingga Beliau kembali dari 'Arafah."
(Hadits Bukhari No. 1519)

Orang yang shalat dua rakaat saat thawaf di luar masjid
dari Ummu Salamah radliallahu 'anhah, isteri Nabi Shallallahu'alaihiwasallam, bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berkata,

ketika Beliau berada di Makkah dan hendak keluar darinya, sedangkan Ummu Salamah belum melaksanakan thawaf di Ka'bah Baitullah dan dia juga hendak keluar (dari Makkah), Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berkata kepadanya: "Jika shalat Shubuh sudah dibacakan iqamatnya maka thawaf lah kamu diatas untamu saat orang-orang sedang melaksanakan shalat".

Maka aku laksanakan perintah itu dan aku tidak shalat (sunnah thawaf) hingga aku keluar (dari Baitullah).
(Hadits Bukhari No. 1520)

Orang yang shalat dua rakaat saat thawaf di belakang maqam Ibrahim
Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma berkata:

Nabi Shallallahu'alaihiwasallam datang (ke Baitullah untuk haji) maka Beliau thawaf di Baitullah tujuh kali putaran kemudian shalat dua raka'at di belakang Maqam (Ibrahim) lalu keluar menuju bukit Ash-Shafa dan Al Marwah.

Dan sungguh Allah Ta'ala telah berfirman dalam QS Al Ahzab ayat 21 yang artinya: ("Sungguh bagi kalian ada suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah").
(Hadits Bukhari No. 1521)

Thawaf setelah subuh dan asar
dari 'Aisyah radliallahu 'anha

bahwa orang-orang thawaf di Ka'bah setelah shalat Shubuh kemudian mereka duduk untuk berdzikir hingga ketika matahari telah terbit mereka mendirikan shalat.

Maka 'Aisyah radliallahu 'anha berkata: "Mereka duduk hingga waktu yang dilarang untuk shalat telah berlalu, mereka mendirikan shalat".
(Hadits Bukhari No. 1522)

Thawaf setelah subuh dan asar
'Abdullah radliallahu 'anhu berkata;

"Aku mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam melarang shalat ketika matahari sedang terbit dan ketika sedang terbenam".
(Hadits Bukhari No. 1523)

Thawaf setelah subuh dan asar
'Abdul 'Aziz bin Rufai' berkata:

"Aku melihat 'Abdullah bin Az Zubair radliallahu 'anhuma melaksanakan thawaf setelah Fajar (Shubuh) lalu shalat dua raka'at".

Berkata, 'Abdul 'Aziz; "Dan aku juga pernah melihat 'Abdullah bin Az Zubair radliallahu 'anhuma mendirikan shalat dua raka'at setelah 'Ashar dan dia mengabarkan bahwa 'Aisyah radliallahu 'anha menceritakan kepadanya bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam tidaklah memasuki rumahnya kecuali mengerjakan shalat keduanya (setelah Shubuh dan 'Ashar)."
(Hadits Bukhari No. 1524)

Orang sakit thawaf dengan berkendaraan
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma

"bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melaksanakan thawaf di Ka'bah Baitullah di atas untanya dan setiap kali sampai pada Ar-rukun (Al Hajar Al Aswad) Beliau memberi isyarat kepadanya dengan sesuatu yang ada di tangan Beliau lalu bertakbir."
(Hadits Bukhari No. 1525)

Orang sakit thawaf dengan berkendaraan
dari Ummu Salamah radliallahu 'anha berkata:

Aku mengadu kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bahwa kondisiku sedang lemah, maka Beliau berkata: "Thowaflah dari belakang orang banyak dengan mengendarai tunggangan".

Maka aku thawaf sedang Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam saat itu shalat disisi Ka'bah Baitullah dan Beliau membaca Surah At-Tur (Surah ke 52).
(Hadits Bukhari No. 1526)

Memberi minum jamaah haji
dari Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma berkata;

Al 'Abbas bin 'Abdul Mutholib radliallahu 'anhuma meminta ijin kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam untuk bermalam di Makkah selama malam-malam Mina untuk (melayani) menyediakan minum buat Beliau. Maka Beliau mengizinkannya.
(Hadits Bukhari No. 1527)

Memberi minum jamaah haji
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma

bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam datang menemui orang-orang yang menyediakan minuman dalam pelayanan haji, lalu Beliau meminta minum.

Maka Al 'Abbas berkata: "Wahai Fadhal, pergilah kepada ibumu dan berikan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam minuman darinya."
Maka Beliau berkata: "Berilah aku air minum".

Maka dia (Al 'Abbas) berkata: "Wahai Rasulullah, mereka membuat dengan tangan mereka sendiri."
Beliau berkata: "Berilah aku air minum".

Maka Beliau meminumnya lalu menghampiri air zamzam yang ketika itu orang-orang sedang meminum dan bekerja disana.
Maka Beliau berkata: "Bekerjalah, karena kalian sedang beramal shalih".

Kemudian Beliau berkata: "Seandainya bukan karena kalian akan tersingkirkan tentu aku akan turun ikut bekerja hingga aku ikatkan tali disini",

yaitu bahu. Beliau menunjuk kepada bahu Beliau.
(Hadits Bukhari No. 1528)

Penjelasan tentang air zamzam
dari 'Ashim dari Asy-Sya'biy bahwa Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma menceritakan kepadanya, dia berkata:

"Aku memberi minum Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dengan air zamzam. Maka Beliau meminumnya sambil berdiri".

Berkata, 'Ashim: 'Ikrimah bersumpah bahwa saat itu Beliau tidak lain kecuali berada diatas untanya.
(Hadits Bukhari No. 1529)

Thawaf bagi orang yang melakukan haji qiran
dari 'Aisyah radliallahu 'anha:

Kami berangkat bersama Nabi Shallallahu'alaihiwasallam saat haji wada' lalu kami berihram untuk 'umrah, kemudian Beliau berkata: "Barangsiapa yang membawa hewan sembelihan hendaklah dia berihram untuk haji sekaligus 'umrah kemudian dia tidak bertahallul hingga bertahallul untuk keduanya (haji dan 'umrah)."

Maka aku tiba di Makkah sedang aku dalam keadaan mengalami haid. Setelah kami selesai melaksanakan manasik haji, Beliau mengutusku bersama 'Abdurrahman bin Abu Bakar menuju Tan'im. Maka dari tempat itu aku memulai 'umrah.

Beliau Shallallahu'alaihiwasallam berkata: "Ini pengganti 'umrahmu".

Maka orang-orang yang berihram untuk 'umrah melakukan thawaf di Baitullah lalu bertahallul lalu thawaf lagi thawaf yang lain setelah mereka kembali dari Mina. Adapun orang-orang yang menggabungkan haji dan 'umrah mereka hanya melakukan thawaf satu kali.
(Hadits Bukhari No. 1530)

Thawaf bagi orang yang melakukan haji qiran
dari Nafi' dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma:

Anaknya 'Abdullah bin 'Abdullah bin 'Umar masuk menemuinya sedang dia ketika itu sedang berada didalam rumah, berkata: "Aku tidak menjamin keamanan seandainya kamu berangkat pada tahun yang sedang terjadi peperangan diantara manusia ini".

Maka 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhua berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah keluar untuk menunaikan 'ibadah ke Baitullah padahal saat itu tengah terjadi permusuhan antara Beliau dan Kaum Kafir Quraisy. Seandainya terjadi hari ini antara aku dengannya tentu aku akan tetap melakukannya seperti pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. (Selanjutnya dia membaca ayat); (˝Sungguh bagi kalian ada suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah˝)."

Lalu dia berkata: "Aku bersaksi kepada kalian bahwa aku telah mewajibkan haji atas diriku bersama dengan 'umrahku ini".

Dia (Nafi') berkata: "Kemudian dia mengunjungi Makkah lalu thawaf untuk keduanya (haji dan 'umrah) dengan satu kali thawaf".
(Hadits Bukhari No. 1531)

Thawaf bagi orang yang melakukan haji qiran
dari Nafi'

bahwa Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma hendak melaksanakan haji pada tahun turunnya Al Hajjaj (dari kekuasaan) oleh Ibnu Az Zubair lalu dikatakan kepadanya: "Seungguhnya telah terjadi peperangan di tengah manusia dan aku khawatir mereka akan menghalangimu".

Maka dia berkata, "(˝Sungguh bagi kalian ada suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah˝). Maka aku akan melakukan sebagaimana Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam telah melakukannya dan sungguh aku bersaksi kepada kalian bahwa aku sudah mewajibkan (meniatkan) diriku untuk 'umrah".

Kemudian dia keluar hingga ketika tiba di Al Baida (padang sahara) dia berkata: "Tidaklah pelaksanaan haji dan 'umrah itu kecuali satu dan aku bersaksi kepada kalian bahwa aku sudah meniatkan haji bersama 'umrahku dan aku membawa hewan kurban yang aku beli di Qudaid dan tidak lebih dari itu".

Maka dia tidak menyembelih kurban, tidak bertahallul dari sesuatu yang diharamkan dan tidak mencukur rambut hingga tiba hari Nahar. Maka pada hari Nahar itu dia mencukur rambutnya dan memandang bahwa dia telah menyelesaikan thawaf haji dan 'umrahnya cukup dengan thawaf nya yang pertama.

Dan berkata, Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma: "Begitulah apa yang dikerjakan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam".
(Hadits Bukhari No. 1532)

Thawaf tanpa wudhu
dari Muhammad bin 'Abdurrahman bin Nawfal Al Furasyi

bahwa dia bertanya kepada 'Urwah bin Az Zubair, maka ia berkata: "Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pernah melaksanakan haji, dan 'Aisyah radliallahu 'anha berkata kepadaku bahwa yang pertama kali dilakukan oleh Nabi Shallallahu'alaihiwasallam ketika Beliau sampai (di Makkah) adalah thawaf di Ka'bah Baitullah dan tidak melaksanakan 'umrah. Kemudian Abu Bakar radliallahu 'anhu melaksanakan haji dan yang pertama dilakukannya adalah thawaf di Ka'bah Baitullah dan tidak melaksanakan 'umrah. Kemudian 'Umar radliallahu 'anhu melaksanakan haji dan melakukannya seperti itu. Kemudian 'Utsman melaksanakan haji dan aku melihatnya apa yang dilakukannya pertama kali adalah thawaf di Ka'bah Baitullah dan tidak melaksanakan 'umrah.

Kemudian Mu'awiyah dan 'Abdullah bin 'Umar juga melaksanakan haji seperti itu. Kemudian aku melaksanakan haji bersama bapakku Az Zubair bin Al 'Awam dan yang pertama dilakukannya adalah thawaf di Ka'bah Baitullah dan tidak melaksanakan 'umrah. Kemudian aku melihat Kaum Muhajirin dan Anshar melaksanakan haji seperti itu juga, tidak melaksanakan 'umrah. Dan orang yang terakhir aku lihat melakukan seperti itu adalah Ibnu 'Umar, dia tidak mengubahnya menjadi 'umrah, Dan inilah Ibnu 'Umar, orang-orang tidak bertanya kepadanya, tidak pula seorangpun (yang masih hidup) dari orang-orang yang terdahulu, mereka tidak memulai sesuatu manasik hingga mereka menginjakkan kaki untuk melaksanakan thawaf di Ka'bah Baitullah, lalu mereka tidak bertahallul setelah itu.

Sungguh aku telah melihat ibu dan bibiku ketika keduanya melaksanakan haji, keduanya tidak memulai mengerjakan sesuatu melainkan thawaf di Ka'bah Baitullah kemudian keduanya tidak bertahallul".

Dan ibuku telah mengabarkan kepada saya bahwa dia dan saudara perempuannya dan Az Zubair serta fulan dan fulan berniat ihram untuk umrah, setelah mereka mengusap Ar-Rukun (Al Hajar Al Aswad) maka mereka bertahallul.
(Hadits Bukhari No. 1533)

« Shafa dan Marwah Tentang Ka'bah »

Semua Hadits Shahih Bukhari Imam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama