Hadits Bukhari Tentang Shalat Tahajud

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Al-Bukhari Tentang Shalat Malam atau lebih dikenal dengan istilah Shalat Tahajud, juga Tarawih pada bulan Ramadhan.

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabJumat
TentangShalat Malam
Nomor1053 - 1088
No. VersiFathul Bari


Tahajud di Malam Hari
Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata, telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Abu Muslim dari Thawus bahwa dia mendengar Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata;

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bila berdiri melaksanakan shalat malam, Beliau memulainya dengan membaca doa (istiftah):

"Allahumma lakal hamdu. Anta qayyumus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna. Wa lakal hamdu lakal mulkus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna. Wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna. Wa lakal hamdu anta malikus samaawaati wal ardhi. Wa lakal hamdu antal haqq wa wa'dukal haqq wa liqao-ukal haqq wa qaulukal haqq wal jannatul haqq wan naarul haqq wan nabiyyuuna haqq wa muhammadun shallallhu wa salam haqq was saa'atu haq. Allahumma laka aslamtu wa bika aamantu wa 'alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wa bika khashamtu wa ilaika haakamtu, faghfirlii maa qaddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa 'Abdullah'lantu antal muqaddimu wa antal mu'akhiru laa ilaaha illaa anta" aw "laa ilaaha ghoiruka".
(Artinya:)
"Ya Allah bagiMulah segala pujian. Engkaulah Yang Maha Memelihara langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya. Dan bagiMulah segala pujian, milikMu kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya. Dan bagiMu segala pujian, Engkau cahaya langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya. Dan bagiMu segala pujian, Engkaulah raja di langit dan di bumi serta apa yang ada pada keduanya. Dan bagiMulah segala puian, Engkaulah Al Haq (Yang Maha Benar), dan janjiMu haq (benar adanya), dan perjumpaan dengaMu adalah benar, firmanMu benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, dan para nabiMu benar, Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam benar dan hari qiyamat benar. Ya Allah, kepadaMulah aku berserah diri, kepadaMulah aku beriman, kepadaMu lah aku bertawakal, kepadaMulah aku bertaubat (kembali), karena hujah yang Kau berikan kepadaku aku memusuhi siapapun yang menentang (syareat-Mu) dan kepadaMu aku berhukum. Ampunilah aku dari dosa yang lalu maupun yang akan datang, yang aku sembunyikan atau yang aku tampakkan. Engkaulah yang Awal dan yang Akhir dan tidak ada ilah yang berhaq disembah selain Engkau atau tidak ada ilah selainMu."

Berkata, Sufyan; Dan ditambahkan oleh 'Abdul Karim Abu Umayah: "Wa laa haula wa laa quwwata illaa billah" (Tidak ada daya dan upaya kecuali Engkau).
(Hadits Bukhari No. 1053)

Keutamaan Shalat Malam (Tahajud)
dari Salim dari Bapaknya radliallahu 'anhu berkata;

Sudah menjadi kebiasaan seseorang pada masa hidup Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bila bermimpi, biasanya dia menceritakannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Aku pun berharap bermimpi hingga aku dapat mengisahkannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Saat itu aku masih remaja. Pada suatu hari di jaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam aku tidur di masjid lalu aku bermimpi ada dua malaikat memegangku lalu membawaku ke dalam neraka, aku melihat neraka yang ternyata adalah lubang besar bagaikan lubang sumur (atau jurang).

Neraka itu memiliki dua emperan dan aku melihat di dalamnya ada orang-orang yang sebelumnya aku sudah mengenal mereka. Dengan melihat mereka, membuat aku berkata,; ˝Aku berlindung kepada Allah dari neraka˝

Dia berkata,; "Kemudian kami berjumpa dengan malaikat lain lalu dia berkata, kepadaku; ˝Janganlah kamu takut˝.

Kemudian aku ceritakan mimpiku itu kepada Hafshah, lalu Hafshah menceritakannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Maka Beliau pun bersabda: ˝Sungguh 'Abdullah (bin 'Umar) adalah seorang yang beruntung (bahagia) bila dia mendirikan shalat malam˝.

Setelah peristiwa ini 'Abdullah bin 'Umar tidak tidur malam kecuali sedikit."
(Hadits Bukhari No. 1054)

Memperlama Sujud Dalam Shalat Malam (Tahajud)
'Aisyah radliallahu 'anha mengabarkannya

"bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengerjakan shalat sebelas raka'at, satu sujud shalat Beliau lamanya sepanjang bacaan lima puluh ayat dari kalian sebelum Beliau mengangkat kepalanya, dan beliau melakukan ruku' dua raka'at (shalat sunnah) sebelum shalat Subuh kemudian Beliau berbaring pada sebelah kanan badan Beliau hingga datang mu'adzin menyerukan shalat".
(Hadits Bukhari No. 1055)

Meninggalkan Shalat Malam Bagi Orang Sakit
Jundab berkata:

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah menderita sakit hingga Beliau tidak mendirikan shalat malam selama satu atau dua malam".
(Hadits Bukhari No. 1056)

Meninggalkan Shalat Malam Bagi Orang Sakit
dari Jundab bin 'Abdullah radliallahu 'anhu berkata;

Malaikat Jibril Alaihissalam sekian lama tidak datang menyampaikan wahyu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam hingga kemudian ada seorang wanita Quraisy berkata; "Syetannya telah meninggalkannya".

Maka turunlah surah Adh-Dhuha: "Wadh dhuhaa wal laili idza sajaa. Maa wadda'aka rabbuka wa qalaa" (Demi waktu dhuha (matahari sepenggalahan naik) dan demi malam apabila telah sunyi (gelap). Rabbmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu") (QS. Adh-dhuha 1-3).
(Hadits Bukhari No. 1057)

Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam Sangat Menganjurkan Shalat Malam dan Shalat-Shalat Sunnah Lainnya Namun Tidak Mewajibkannya. Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam Pernah Mengetuk Pintu Rumah 'Ali dan Fathimah RA Untuk Membangunklan Mereka Melaksanakan Shalat Malam
dari Ummu Salamah radliallahu 'anha

bahwa pada suatu malam Nabi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam terbangun lalu bersabda:

"Subhaanallah (Maha suci Allah), fitnah apakah yang diturunkan pada malam ini?
Dan apa yang diturunkan pada dua perbendaharaan/kekayaan (Ramawi dan Parsi)?
Siapa yang membangunkan orang-orang yang ada di kamar-kamar (maksudnya isteri-isterinya)?,

karena betapa banyak orang hidup menikmati nikmat-nikmat dari Allah di dunia ini namun akan telanjang nanti di akhirat (tidak mendapatkan kebaikan) ".
(Hadits Bukhari No. 1058)

Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam Sangat Menganjurkan Shalat Malam dan Shalat-Shalat Sunnah Lainnya Namun Tidak Mewajibkannya. Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam Pernah Mengetuk Pintu Rumah 'Ali dan Fathimah RA Untuk Membangunklan Mereka Melaksanakan Shalat Malam
'Ali bin Abu Tholib radliallahu 'anhu menceritakan kepadanya

bahwa pada suatu malam Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membangunkan dia dan Fathimah putri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata: "Mengapa kalian tidak shalat malam?"

Maka aku (Ali) menjawab: "Wahai Rasulullah, jiwa-jiwa kami ada di tangan Allah, jika Dia menghendaki membangunkan kami pasti kami akan bangun juga".

Maka Beliau shallallahu 'alaihi wasallam berpaling pergi ketika kami mengatakan seperti itu dan Beliau tidak berkata sepatah katapun.

Kemudian aku mendengar ketika Beliau pergi sambil memukul pahanya berkata: "Memang manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah. (QS Al Kahfi: 54)."
(Hadits Bukhari No. 1059)

Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam Sangat Menganjurkan Shalat Malam dan Shalat-Shalat Sunnah Lainnya Namun Tidak Mewajibkannya. Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam Pernah Mengetuk Pintu Rumah 'Ali dan Fathimah RA Untuk Membangunklan Mereka Melaksanakan Shalat Malam
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata;

"Tidaklah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meninggalkan suatu amal padahal Beliau mencintai amal tersebut melainkan karena Beliau khawatir nanti orang-orang akan ikut mengamalkannya sehingga diwajibkan buat mereka. Dan tidaklah Beliau melaksanakan shalat Dhuha sekalipun kecuali pasti aku ikut melaksanakannya".
(Hadits Bukhari No. 1060)

Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam Sangat Menganjurkan Shalat Malam dan Shalat-Shalat Sunnah Lainnya Namun Tidak Mewajibkannya. Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam Pernah Mengetuk Pintu Rumah 'Ali dan Fathimah RA Untuk Membangunklan Mereka Melaksanakan Shalat Malam
dari 'Aisyah Ummul Mu'minin radliallahu 'anha berkata;

"Pada suatu malam Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat di masjid, maka orang-oang mengikuti shalat Beliau. Pada malam berikutnya Beliau kembali melaksanakan shalat di masjid dan orang-orang yang mengikuti bertambah banyak. Pada malam ketiga atau keempat, orang-orang banyak sudah berkumpul namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak keluar untuk shalat bersama mereka. Ketika pagi harinya, Beliau bersabda:

"Sungguh aku mengetahui apa yang kalian lakukan tadi malam dan tidak ada yang menghalangi aku untuk keluar shalat bersama kalian. Hanya saja aku khawatir nanti diwajibkan atas kalian".

Kejadian ini di bulan Ramadhan.
(Hadits Bukhari No. 1061)

Lamanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam Mendirikan Shalat Malam Hingga Kedua Kaki Beliau Bengkak-bengkak.
Al Mughirah radliallahu 'anhu berkata;

"Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bangun untuk mendirikan shalat (malam) hingga tampak bengkak pada kaki atau betis, Beliau dimintai keterangan tentangnya.

Maka Beliau menjawab: "Apakah memang tidak sepatutnya aku menjadi hamba yang bersyukur?"
(Hadits Bukhari No. 1062)

Orang Yang Tertidur Hingga Tiba Waktu Sahar (Akhir Malam)
'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash radliallahu 'anhu'anhuma mengabarkannya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah berkata kepadanya:

"Shalat yang paling Allah cintai adalah shalatnya Nabi Daud Alaihissalam dan shaum (puasa) yang paling Allah cintai adalah shaumnya Nabi Daud alaihissalam.

Nabi Daud Alaihissalam tidur hingga pertengahan malam lalu shalat pada sepertiganya kemudian tidur kembali pada seperenam akhir malamnya. Dan Nabi Daud Alaihissalam shaum sehari dan berbuka sehari".
(Hadits Bukhari No. 1063)

Orang Yang Tertidur Hingga Tiba Waktu Sahar (Akhir Malam)
Masruq berkata;

Aku pernah bertanya kepada 'Aisyah radliallahu 'anha, amal apakah yang paling disukai oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam?

'Aisyah radliallahu 'anha menjawab: "Amal yang ditekuni secara terus menerus".

Aku bertanya lagi: "Kapan Beliau bangun malam?"
'Aisyah radliallahu 'anha menjawab: "Beliau bangun malam bila mendengar suara kokok ayam".

Jalur Lain
dari Al 'Asy'ats berkata: "Jika Beliau mendengar suara kokok ayam Beliau bangun lalu shalat".
(Hadits Bukhari No. 1064)

Orang Yang Tertidur Hingga Tiba Waktu Sahar (Akhir Malam)
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata:

"Tidaklah aku mendapatkan dia di sampingku saat datang waktu sahar (akhir malam menjelang Shubuh) kecuali dia dalam keadaan tidur".

Yang dimaksud oleh 'Aisyah radliallahu 'anha adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
(Hadits Bukhari No. 1065)

Orang Yang Bangun di Waktu Sahar Lalu Mendirikan Shalat Malam Dan Tidak Tidur Lagi Hingga Melaksanakan Shalat Shubuh
dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu

"bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan Zaid bin Tsabit radliallahu 'anhu makan sahur bersama. Setelah keduanya selesai makan sahurnya, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bangkit untuk segera melaksanakan shalat, lalu Beliau mendirikan shalat".

Kami bertanya kepada Anas radliallahu 'anhu: "Berapa tenggang waktu antara selesai makan sahur keduanya dengan awal shalatnya?"

Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata,: "Kira-kira selama seorang membaca lima puluh ayat".
(Hadits Bukhari No. 1066)

Lama Berdiri Pada Shalat Malam
dari 'Abdullah bin Mas'ud radliallahu 'anhu berkata:

"Pada suatu malam aku pernah shalat malam bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Saat shalat itu Beliau terus saja berdiri hingga aku terbetik perasaan yang jelek".

Kami tanyakan: "Apa perasaan jelekmu itu?"
Dia menjawab: "Aku berkeinginan untuk duduk dan meninggalkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ".
(Hadits Bukhari No. 1067)

Menggosok Gigi ketika hendak Shalat Tahajud
dari Hudzaifah radliallahu 'anhu

"bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila bangun malam untuk shalat tahajud, Beliau menggosok dan membersihkan mulut Beliau dengan siwak".
(Hadits Bukhari No. 1068)

Bagaimana Cara Shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam dan Berapa Raka'at Shalat Malam Yang Beliau Biasa Laksanakan?.
'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhu berkata;

Ada seseorang bertanya: "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bagaimana cara shalat malam?"

Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: " Dua dua (raka'at) dan jika kamu khawatir masuk waktu Shubuh witirlah dengan satu raka'at".
(Hadits Bukhari No. 1069)

Bagaimana Cara Shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam dan Berapa Raka'at Shalat Malam Yang Beliau Biasa Laksanakan?.
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata;

"Shalat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah tiga belas raka'at, yaitu shalat malamnya".
(Hadits Bukhari No. 1070)

Bagaimana Cara Shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam dan Berapa Raka'at Shalat Malam Yang Beliau Biasa Laksanakan?.
dari Masruq berkata;

Aku bertanya kepada 'Aisyah radliallahu 'anha tentang shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di waktu malam.

Maka dia radliallahu 'anhu menjawab: "Tujuh atau sembilan atau sebelas raka'at selain dua raka'at sunnah Fajar".
(Hadits Bukhari No. 1071)

Bagaimana Cara Shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam dan Berapa Raka'at Shalat Malam Yang Beliau Biasa Laksanakan?.
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata:

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat malamnya sebanyak tiga belas raka'at, termasuk witir dan dua raka'at sunnah Fajar".
(Hadits Bukhari No. 1072)

Bangunnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam dari Tidur Beliau Untuk Mendirikan Shalat Malam dan Hukum Yang Berkenaan Dengan Kewajiban Yang Telah Dihapus Tentang Shalat Malam Sebagaimana Firman Allah Ta'ala QS al-Muzammil aat 20.
Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata:

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa berbuka (tidak shaum/puasa sunnah) selama satu bulan hingga kami menduganya Beliau tidak pernah shaum selama itu, dan bila shaum seakan Beliau terus menerus shaum hingga kami menduganya Beliau tidak pernah berbuka sekalipun dalam bulan itu.

Dan jika kamu hendak melihat Beliau pada suatu malam dalam keadaan shalat maka pasti kamu akan melihatnya dan tidak pula dalam posisi tertidur melainkan pasti kalian akan melihatnya pula dalam keadaan tertidur".
(Hadits Bukhari No. 1073)

Tali Setan Diikatkan Pada Tengkuk Seseorang Yang Tidur Hingga Tidak Mendirikan Shalat Malam
dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Setan mengikat tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga tali ikatan dan syaitan mengikatkannya sedemikian rupa sehingga setiap ikatan diletakkan pada tempatnya lalu (dikatakan) kamu akan melewati malam yang sangat panjang maka tidurlah dengan nyenyak.

Jika dia bangun dan mengingat Allah maka lepaslah satu tali ikatan. Jika kemudian dia berwudhu' maka lepaslah tali yang lainnya dan bila ia mendirikan shalat lepaslah seluruh tali ikatan dan pada pagi harinya ia akan merasakan semangat dan kesegaran yang menenteramkan jiwa.

Namun bila dia tidak melakukan seperti itu, maka pagi harinya jiwanya merasa tidak segar dan menjadi malas beraktifitas".
(Hadits Bukhari No. 1074)

Tali Setan Diikatkan Pada Tengkuk Seseorang Yang Tidur Hingga Tidak Mendirikan Shalat Malam
telah menceritakan kepada kami Samurah bin Jundab radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang masalah mimpi. Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Adapun takwil mimpi seseorang yang memecahkan kepalanya dengan batu adalah dia mengambil Al Qur'an lalu ditinggalkannya kemudian dia tidur sehingga melalaikan shalat wajib".
(Hadits Bukhari No. 1075)

Jika Seseorang Tidur lalu Tidak Melaksanakanm Shalat Berarti Setan Mengencingi Telinganya
dari 'Abdullah radliallahu 'anhu berkata:

Diceritakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang seseorang yang dia terus tertidur sampai pagi hari hingga tidak mengerjakan shalat.

Maka Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Syaitan telah mengencingi orang itu pada telinganya".
(Hadits Bukhari No. 1076)

Doa dalam Shalat Malam Pada Akhir Malam
dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

Rabb Tabaaraka wa Ta'ala kita turun di setiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman: "Siapa yang berdo'a kepadaKu pasti Aku kabulkan dan siapa yang meminta kepadaKu pasti Aku penuhi dan siapa yang memohon ampun kepadaKu pasti Aku ampuni".
(Hadits Bukhari No. 1077)

Orang Yang Tidur Pada Awal Malam dan Menghidupkan Akhir Malamnya Dengan Ibadah
dari Al Aswad berkata; "Aku bertanya kepada 'Aisyah radliallahu 'anha tentang cara Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat malam".

'Aisyah radliallahu 'anha menjawab: "Beliau tidur di awal malam dan bangun untuk shalat di akhir malam dan shalat, lalu beliau kembali ke tempat tidurnya. Bila mu'adzin sudah mengumandangkan adzan, maka Beliau bersegera. Bila saat itu Beliau punya hajat (kepada isterinya), maka Beliau mandi. Bila tidak, maka Beliau hanya berwudhu' lalu keluar untuk shalat".
(Hadits Bukhari No. 1078)

Qiyamul Lail (Shalat Malam) Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam pada Bulan Ramadhan dan Bulan-bulan lainnya
dari Abu Salamah bin 'Abdurrahman bahwasanya dia mengabarkan kepadanya

bahwa dia pernah bertanya kepada 'Aisyah radliallahu 'anha tentang cara shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di bulan Ramadhan.

Maka 'Aisyah radliallahu 'anha menjawab: "Tidaklah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan dan di bulan-bulan lainnya lebih dari sebelas raka'at,

Beliau shalat empat raka'at, dan jangan kamu tanya tentang bagus dan panjangnya kemudian Beliau shalat empat raka'at lagi dan jangan kamu tanya tentang bagus dan panjangnya kemudian Beliau shalat tiga raka'at".

'Aisyah radliallahu 'anha berkata; Aku bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah anda tidur sebelum melaksanakan witir?"

Beliau menjawab: "Wahai 'Aisyah, kedua mataku tidur, namun hatiku tidaklah tidur".
(Hadits Bukhari No. 1079)

Qiyamul Lail (Shalat Malam) Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam pada Bulan Ramadhan dan Bulan-bulan lainnya
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata:

"Tidak pernah aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca surat dalam shalat malam dalam keadaan duduk kecuali ketika Beliau sudah berusia lanjut, ketika usia tua itu Beliau membaca dalam keadaan duduk.

Namun bila surat yang dibacanya tinggal tersisa sekitar tiga puluh atau empat puluh ayat, maka Beliau berdiri dan melanjutkan bacaannya itu dengan berdiri. Kemudian Beliau ruku'".
(Hadits Bukhari No. 1080)

Keutamaan Bersuci (Menjaga Wudhu) di Malam Hari dan Siang Hari dan Keutamaan Shalat Sunnah Wudhu
dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu

bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata, kepada Bilal radliallahu 'anhu ketika shalat Fajar (Shubuh): "Wahai Bilal, ceritakan kepadaku amal yang paling utama yang sudah kamu amalkan dalam Islam, sebab aku mendengar di hadapanku suara sandalmu dalam surga".

Bilal berkata; "Tidak ada amal yang utama yang aku sudah amalkan kecuali bahwa jika aku bersuci (berwudhu') pada suatu kesempatan malam ataupun siang melainkan aku selalu shalat dengan wudhu' tersebut disamping shalat wajib".
(Hadits Bukhari No. 1081)

Makruhnya Memberat-beratkan Diri (Berlebihan) dalam Ibadah
dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata:

Pada suatu hari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk (ke masjid), kemudian Beliau mendapati tali yang diikatkan dua tiang. Kemudian Beliau berkata: "Apa ini?"

Orang-orang menjawab: "Tali ini milik Zainab, bila dia shalat dengan berdiri lalu merasa letih, dia berpegangan tali tersebut".

Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jangan ia lakukan sedemikian itu. Hendaklah seseorang dari kalian tekun dalam ibadah shalatnya dan apabila dia merasa letih, shalatlah sambil duduk".
(Hadits Bukhari No. 1082)

Makruhnya Memberat-beratkan Diri (Berlebihan) dalam Ibadah
dari 'Aisyah radliallahu 'anhu berkata:

Suatu hari seorang wanita dari Bani Asad bersamaku saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendatangiku.

Lalu Beliau bertanya: "Siapa dia?"
Aku jawab: "Si anu, orang yang tidak tidur di waktu malam".

Lantas diberitakan kepada Beliau tentang shalat wanita tersebut. Kemudian Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Celakalah kalian, mengapa kalian memaksakan amalan yang kalian tidak mampu? Sungguh Allah tidak bosan (memberi ganjaran) hingga kalian merasa bosan sendiri (jika terlalu memaksakan diri) ".
(Hadits Bukhari No. 1083)

Makruhnya Orang Yang Tidak Melaksanakan Shalat Malam Jika Sudah (biasa) Bangun di Malam Hari
'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash radliallahu 'anhuma berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda kepadaku:

"Wahai 'Abdullah, janganlah kamu seperti fulan, yang dia biasa mendirikan shalat malam namun kemudian meninggalkan shalat malam".
(Hadits Bukhari No. 1084)

Proporsional dalam ibadah
'Abdullah bin 'Amru radliallahu 'anhuma berkata:

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata, kepadaku: "Benarkah kabar bahwa kamu selalu mendirikan shalat di malam hari dan shaum pada siang harinya?"
Aku jawab: "Benar".

Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh jika kamu lakukan terus menerus maka nanti matamu letih dan jiwamu lemah. Sungguh untuk dirimu ada haknya, juga keluargamu punya hak, maka shaumlah (puasalah) dan juga berbukalah, bangun untuk shalat malam dan juga tidurlah".
(Hadits Bukhari No. 1085)

Keutamaan Bangun Malam Dan Mendirikan Shalat Malam
'Ubadah bin Ash-Shamit dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Siapa yang bangun di malam hari lalu membaca
˝laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir. Alhamdulillahi wa subhaanallah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar wa laa jaula wa laa quwwata illa billah˝
(Tidak ada ilah yang berhaq disembah kecuali Allah satu-satunya, tidak ada sekutu bagiNya. Dialah yang memiliki kerajaan dan bagiNya segala pujian dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah dan Maha Suci Allah dan tidak ada ilah kecuali Allah dan Allah Maha Besar dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Dia)

Kemudian dilanjutkan dengan membaca ˝Allahummaghfirlii˝
(Ya Allah ampunilah aku)

atau berdo'a, maka akan dikabulkan baginya. Jika dia berwudhu lalu shalat maka shalatnya diterima".
(Hadits Bukhari No. 1086)

Keutamaan Bangun Malam Dan Mendirikan Shalat Malam
Abu Hurairah radliallahu 'anhu mengisahkan pengalamannya,

dia menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata,: "Sesungguhnya saudara kalian ini tidak pernah berkata, rafats (kotor) ".

Yang dimaksud Beliau adalah 'Abdullah bin Rawahah yang penah bersya'ir:
"Bersama kita ada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang membacacakan Al Qur'an, ketika fajar yang sudah dikenal itu menyingsing, Kita melihat petunjuk setelah sebelumnya kita buta, hati kita meyakini bahwa apa yang disabdakannya adalah benar adanya. Di malam hari Beliau menjauhkan diri dari tempat tidurnya, saat orang-orang musyrik tertidur lelap".
(Hadits Bukhari No. 1087)

Keutamaan Bangun Malam Dan Mendirikan Shalat Malam
dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma berkata:

Pada zaman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam aku pernah bermimpi, ditanganku ada sehelai kain sutera dan seakan tidaklah aku menginginkan satu tempat di surga kecuali akan segera nampak buatku. Aku juga mengalami mimpi yang lain, aku melihat dua malaikat yang membawaku ke dalam neraka, disana keduanya ditemui oleh malaikat yang lain seraya berkata; "Jangan kamu takut, tolong biarkan orang ini leluasa".

Kemudian Hafshah menceritakan salah satu mimpiku itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh 'Abdullah menjadi orang yang paling berbahagia jika mau shalat malam".

'Abdullah radliallahu 'anhu adalah orang yang seantiasa mendirikan shalat malam sementara para sahabat selalu menceritakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang mimpi-mimpi mereka bahwa pelaksanaan Lailatul Qadar terjadi pada malam ketujuh dari sepuluh malam yang akhir, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Sungguh aku melihat bahwa mimpi kalian benar bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam yang akhir. Maka siapa yang mau mencari Lailatul Qadar, carilah pada sepuluh malam yang akhir (dari Ramadhan) ".
(Hadits Bukhari No. 1088)

« Shalat Sunnah Shalat dengan Duduk »

Semua Hadits Shahih Bukhari Imam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama