Hadits Bukhari Tentang Macam-Macam Shalat Sunnah

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Al-Bukhari Tentang Macam-Macam Shalat Sunnah / Sunnat.

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabJumat
TentangShalat-Shalat Sunnah
Nomor1089 - 1114
No. VersiFathul Bari


Menjaga Kesinambungan Dua Raka'at Shalat Sunnah Fajar (Shubuh)
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata:

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam senantiasa mengerjakan shalat Isya kemudian shalat malam delapan raka'at dan dua raka'at dengan duduk dan dua raka'at antara dua adzan dan tidaklah Beliau pernah meninggalkannya".
(Hadits Bukhari No. 1089)

Tidur Berbaring Pada Sebelah Kanan Badan Setelah Menunaikan Shalat Sunnah Fajar/Subuh
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata:

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bila selesai mendirikan dua raka'at shalat sunnah Fajar, Beliau berbaring dengan bertumpu pada sisi badannya yang sebelah kanan".
(Hadits Bukhari No. 1090)

Orang Yang Berbincang Setelah Menunaikan Shalat Sunnah Fajar dan Tidak Berbaring
dari 'Aisyah radliallahu 'anha

"bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam jika selesai dari shalat malam dan aku sudah terbangun Beliau mengajak aku berbincang-bincang dan jika tidak, Beliau akan berbaring hingga datang seruan untuk shalat (Shubuh) ".
(Hadits Bukhari No. 1091)

Berbincang-bincang Setelah Melaksanakan Shalat Sunnah Fajar
Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata, Abu An-Nadhir telah menceritakan kepada saya Abu Salamah dari 'Aisyah radliallahu 'anha

"bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengerjakan shalat dua raka'at. Jika aku sudah terbangun Beliau mengajak aku berbincang-bincang dan jika tidak, Beliau akan berbaring".

Aku ('Ali bin 'Abdullah) bertanya kepada Sufyan: "Sebagian orang meriwayatkan bahwa shalat yang dimaksud itu adalah dua raka'at Fajar?"
Sufyan berkata: "Ya benar".
(Hadits Bukhari No. 1092)

Senantiasa Memelihara Shalat Sunnah Fajar dan Orang Yang Menamakannya Sunnah
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata:

"Tidak ada shalat sunnat yang lebih Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tekuni daripada dua raka'at Fajar".
(Hadits Bukhari No. 1093)

Apa Yang Dibaca Pada Shalat Sunnah Fajar
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata:

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat malam tiga belas raka'at kemudian bila sudah mendengar seruan adzan Shubuh Beliau mengerjakan dua raka'at shalat sunnat yang ringan".
(Hadits Bukhari No. 1094)

Apa Yang Dibaca Pada Shalat Sunnah Fajar
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata:

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meringankan dua raka'at ini sebelum shalat Shubuh hingga aku bertanya: "Apakah anda membaca Ummul Kitab (Al Fatihah)?"
(Hadits Bukhari No. 1095)

Shalat Sunnah istikharah
dari Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhua berkata:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajari kami shalat istikharah dalam setiap urusan yang kami hadapi sebagaimana Beliau mengajarkan kami AL Qur'an, yang Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Jika seorang dari kalian menghadapi masalah maka ruku'lah (shalat) dua raka'at yang bukan shalat wajib kemudian berdo'alah:

˝Allahumma inniy astakhiiruka bi 'ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as-aluka min fadhlikal 'azhim, fainnaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta'lamu wa laa 'Abdullah'lamu wa anta 'allaamul ghuyuub. Allahumma in kunta ta'lamu anna haadzal amru khairul liy fiy diiniy wa aku ma'aasyiy wa 'aafiyati amriy˝

atau; ˝Aajili amriy wa aajilihi faqdurhu liy wa yassirhu liy tsumma baarik liy fiihi. Wa in kunta ta'lamu anna haadzal amru syarrul liy fiy diiniy wa ma'aasyiy wa 'aafiyati amriy˝

aw qaola; fiy 'aajili amriy wa aajilihi fashrifhu 'anniy washrifniy 'anhu waqdurliyl khaira haitsu kaana tsummar dhiniy˝.

Beliau bersabda: Dan sebutlah keperluannya"

(Ya Allah aku memohon pilihan kepadaMu dengan ilmuMu dan memohon kemampuan dengan kekuasaanMu dan memohon kepadaMu dengan karuniaMu yang Agung, karena Engkau Maha berkuasa sedang aku tidak berkuasa, Engkau Maha Mengetahui sedang aku tidak mengetahui karena Engkaulah yang Maha Mengetahui perkara yang ghoib. Ya Allah bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini

atau Beliau bersabda; di waktu dekat atau di masa nanti maka takdirkanlah buatku dan mudahkanlah kemudian berikanlah berkah padanya. Namun sebaliknya, ya Allah bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini

atau Beliau bersabda; di waktu dekat atau di masa nanti maka jauhkanlah urusan dariku dan jauhkanlah aku darinya dan tetapkanlah buatku urusan yang baik saja dimanapun adanya kemudian paskanlah hatiku dengan ketetapanMu itu".

Beliau bersabda: "Dia sebutkan urusan yang sedang diminta pilihannya itu".
(Hadits Bukhari No. 1096)

Shalat Sunnah Dilaksanakan Dengan Dua Raka'at Dua Raka'at
Abu Qatadah bin Rib'iy Al Anshariy radliallahu 'anhu berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Jika seorang dari kalian masuk ke dalam masjid maka janganlah dia duduk sebelum shalat dua raka'at".
(Hadits Bukhari No. 1097)

Shalat Sunnah Dilaksanakan Dengan Dua Raka'at Dua Raka'at
dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata:

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memimpin shalat bersama kami dua raka'at lalu pergi berlalu".
(Hadits Bukhari No. 1098)

Shalat Sunnah Dilaksanakan Dengan Dua Raka'at Dua Raka'at
dari 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhuma berkata;

"Aku pernah shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dua raka'at sebelum shalat Zhuhur, dua raka'at sesudah shalat Zhuhur, dua raka'at sesudah shalat Jum'at, dua raka'at sesudah shalat Maghrib dan dua raka'at sesudah shalat Isya".
(Hadits Bukhari No. 1099)

Shalat Sunnah Dilaksanakan Dengan Dua Raka'at Dua Raka'at
Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhua berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ketika Beliau sedang menyampaikan khathbah:

"Jika seorang dari kalian memasuki masjid sedang imam sedang berkhutbah atau dia telah keluar (kemudian masuk lagi) maka hendaklah dia shalat dua raka'at".
(Hadits Bukhari No. 1100)

Shalat Sunnah Dilaksanakan Dengan Dua Raka'at Dua Raka'at
Mujahid berkata,

"Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma ditemui di rumahnya lalu dikatakan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masuk Ka'bah"

Dia berkata: "Maka aku susul Beliau namun Beliau sudah keluar dari dalam Ka'bah dan aku hanya mendapatkan Bilal sedang berdiri di depan pintu. Aku tanyakan kepadanya; ˝Wahai Bilal, apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendirikan shalat dalam Ka'bah?˝

Bilal menjawab:˝Iya˝.
Aku berkata lagi; ˝dimana beliau shalat?˝
Dia menjawab: ˝Diantara dua tiang, kemudian keluar dan mendirikan shalat dua raka'at di depan Ka'bah˝."

Berkata Abu 'Abdullah: berkata, Abu Hurairah radliallahu 'anhu: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah mewasiatkan aku agar melaksanakan shalat Dhuha dua raka'at".

Dan berkata, 'Utban bin Malik: "Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar radliallahu 'anhu di waktu pagi hari hingga siang mulai meninggi, lalu Beliau shallallahu 'alaihi wasallam membariskan kami di belakangnya kemudian shalat dua raka'at".
(Hadits Bukhari No. 1101)

Shalat-Shalat Sunnah Setelah Shalat Fardhu
dari Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma berkata:

"Aku pernah shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dua sujud (raka'at) sebelum shalat Zhuhur dan dua raka'at sesudah shalat Zhuhur, dua raka'at sesudah shalat Maghrib, dua raka'at sesudah shalat Isya, dan dua raka'at sesudah shalat Jum'at. Adapun untuk Maghrib dan Isya Beliau melaksanaannya di rumah Beliau".

Dan telah menceritakan kepadaku saudara perempuanku Hafshah "bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat dua raka'at dengan ringan setelah terbitnya fajar dan ketika itu aku tidak menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ".

Dan berkata, Ibnu Abu Az Zanad dari Musa bin 'Uqbah dari Nafi': "Beliau shallallahu 'alaihi wasallam mengerjakan shalat sunnat setelah Isya di rumah keluarganya".
(Hadits Bukhari No. 1102)

Orang Yang Tidak Mengerjakan Shalat Sunnah Setelah Shalat Fardhu
dari 'Amru berkata, Aku mendengar Abu Asy-Sya'tsa' Jabir berkata, Aku mendengar Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata:

"Aku pernah shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam delapan raka'at dengan dijamak dan tujuh raka'at dengan di jamak".

Aku tanyakan: "Wahai Abu Asy-Sya'tsa', dugaanku Beliau mengakhirkan Zhuhur dan menyegerakan 'Ashar (jama' takhir) dan menyegerakan 'Isya mengakhirkan Maghrib" (jamak takhir).

Dia berkata: "Aku juga menduga begitu".
(Hadits Bukhari No. 1103)

Shalat Sunnah Dhuha dalam Perjalanan
dari Muwarriq berkata;

Aku bertanya kepada Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma: "Apakah anda melaksanakan shalat Dhuha?"
Dia menjawab: "Tidak!".

Aku tanyakan lagi: "Bagaimana dengan 'Umar?"
Dia menjawab: Tidak!".

"Bagaimana dengan Abu Bakar?"
Dia menjawab: Tidak!".

"Bagaimana dengan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam?"
Dia menjawab: "Juga tidak, menurut dugaanku!".
(Hadits Bukhari No. 1104)

Shalat Sunnah Dhuha dalam Perjalanan
'Abdurrahman bin Abu Laila berkata:

"Tidak ada dari orang yang pernah menceritakan kepada kita bahwa dia melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat Dhuha kecuali Ummu Hani' yang dia menceritakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah memasuki rumahnya pada saat penaklukan Makkah, kemudian Beliau shallallahu 'alaihi wasallam mandi lalu shalat delapan raka'at"

seraya menjelaskan: "Aku belum pernah sekalipun melihat Beliau melaksanakan shalat yang lebih ringan dari pada saat itu, namun Beliau tetap menyempurnakan ruku' dan sujudnya".
(Hadits Bukhari No. 1105)

Orang Yang Tidak Mengerjakan Shalat Sunnah Dhuha dan Menganggapnya Sebagai Masalah Yang Luas
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata:

"Aku belum pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat sunnat Dhuha. Adapun aku mengerjakannya".
(Hadits Bukhari No. 1106)

Shalat Dhuha Ketika Berada di Tempat Tinggal
dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata:

"Kekasihku (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) telah berwasiat kepadaku dengan tiga perkara yang tidak akan pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal dunia, yaitu shaum (puasa) tiga hari pada setiap bulan, shalat Dhuha dan tidur dengan shalat witir terlebih dahulu".
(Hadits Bukhari No. 1107)

Shalat Dhuha Ketika Berada di Tempat Tinggal
Anas bin Malik Al Anshariy radliallahu 'anhu berkata;

"Ada seorang laki-laki yang berbadan besar dari Kaum Anshar berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; ˝Aku tidak dapat shalat bersama anda˝.

Kemudian ia menyiapkan makanan untuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu dia mengundang Beliau shallallahu 'alaihi wasallam ke rumahnya, kemudian Beliau memercikkan air pada sisi tikar lalu Beliau shallallahu 'alaihi wasallam shalat dua raka'at diatasnya".

Berkata fulan bin fulan bin Al Jarud kepada Anas bin Malik radliallahu 'anhu; "Apakah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tadi melaksanakan shalat Dhuha'?"

Anas bin Malik radliallahu 'anhu menjawab: "Aku belum pernah melihat Beliau mengerjakannya kecuali pada hari itu".
(Hadits Bukhari No. 1108)

Shalat Sunnah Dua Raka'at Sebelum Shalat Zhuhur
dari 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhu berkata;

"Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berupa shalat sunnat sepuluh raka'at yaitu; dua raka'at sebelum shalat Zhuhur, dua raka'at sesudahnya, dua raka'at sesudah shalat Maghrib di rumah Beliau, dua raka'at sesudah shalat Isya di rumah Beliau dan dua raka'at sebelum shalat Shubuh, dan pada pelaksanaan shalat ini tidak ada waktu senggang buat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ".

Telah menceritakan kepada saya Hafshah: "Bahwasanya bila mu'adzin sudah mengumandangkan adzan dan fajar sudah terbit, Beliau shalat dua raka'at".
(Hadits Bukhari No. 1109)

Shalat Sunnah Dua Raka'at Sebelum Shalat Zhuhur
dari 'Aisyah radliallahu 'anha

"bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan shalat sunnat empat raka'at sebelum Zhuhur dan dua raka'at sebelum shalat Shubuh".
(Hadits Bukhari No. 1110)

Shalat Sunnah Dua Raka'at Sebelum Shalat Maghrib
telah menceritakan kepada saya 'Abdullah Al Muzaniy dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Shalatlah sebelum shalat Maghrib!".
Beliau berkata, pada kali ketiganya: "Bagi siapa yang mau".

Hal ini Beliau sampaikan karena khawatir nanti orang-orang akan menjadikannya sebagai sunnah.
(Hadits Bukhari No. 1111)

Shalat Sunnah Dua Raka'at Sebelum Shalat Maghrib
Martsad bin 'Abdullah Al Yazaniy berkata;

Aku menemui 'Uqbah bin 'Amir Al Juhaniy lalu aku berkata kepadanya: "Apakah kamu tidak heran terhadap Abu Tamim yang dia shalat dua raka'at sebelum shalat Maghrib?"

Maka ('Uqbah) menjawab: "Kami dulu juga melakukannya pada masa hidup Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ".

Aku berkata: "Lalu apa yang menghalangimu dari mengerjakannya sekarang?"
Dia menjawab: "Kesibukan".
(Hadits Bukhari No. 1112)

Mengerjakan Shalat Sunnah Dengan Berjama'ah
dari Ibnu Syihab berkata, telah mengabarkan kepada saya Mahmud bin Ar-Rab' Al Anshary

bahwasanya dia mengingat kejadian bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam diantaranya Beliau shallallahu 'alaihi wasallam pernah menyemburkan air dari mulut Beliau kepadanya dari air yang ada di sumur yang berada di rumah mereka.

Mahmud mengabarkan bahwa dia mendengar 'Itban bin Malik Al Anshariy radliallahu 'anhu seorang shahabat yang pernah mengikuti perang Badar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Aku sering memimpin shalat kaumku Bani Salim sedangkan tempat aku dan mereka dipisahkan oleh lembah yang apabila turun hujan akan menghalangi aku mengunjungi masjid mereka.

Maka aku menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan aku berkata kepada Beliau: ˝Pandanganku sudah buruk, sementara lembah yang ada antara aku dan kaumku saat turun hujan akan menghalangiku mengunjungi mereka. Maka aku menginginkan anda dapat mengunjungi aku lalu shalat di rumahku yang akan aku jadikan sebagai tempat shalat.˝

Maka berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: ˝Akan saya penuhi˝.

Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar berangkat ketika siang hari lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meminta izin, maka aku izinkan.

Beliau tidaklah duduk hingga Beliau berkata: ˝Mana tempat yang kau sukai untuk aku shalat di rumahmu?˝

Maka Beliau aku tunjukkan tempat yang aku sukai untuk aku shalat disana. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri lalu bertakbir. Dan kami pun berdiri membuat shaf di belakang Beliau, lalu Beliau shalat dua raka'at kemudian memberi salam dan kami pun memberi salam ketika Beliau memberi salam.

Lalu aku tahan Beliau dengan menyuguhkan makanan dari daging yang kami masak untuk Beliau. Kemudian orang-orang mendengar kehadiran Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di rumahku. Lalu ada seorang diantara mereka yang mengabarkan sehingga orang-orang bertambah banyak yang berkumpul di rumahku.

Berkata seorang dari mereka: ˝Apa yang dilakukan aku tidak setuju˝.
Lalu ada seorang dari mereka yang berkata: ˝Inilah munafiq, yang tidak mencintai Allah dan RasulNya˝.

Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata.: ˝Janganlah kamu ucapkan seperti itu. Bukankan kamu tahu dia telah mengucapkan laa ilaaha illallah dengan semata mengharap ridha Allah?˝
Orang itu berkata: ˝Allah dan RasulNya yang lebih tahu˝.

Adapun kami, demi Allah tidaklah kami melihat kecintaan dan ucapan Beliau ini kecuali untuk orang Munafiqin. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

˝Sesungguhnya Allah telah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan laa ilaaha illallah dengan mengharap ridha Allah˝."

Berkata, Mahmud bin Ar-Rabi': "Kemudian kisah ini aku ceritakan kepada kaum yang dikampung itu terdapat ada Abu Ayyub yang pernah menyertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam perang yang Beliau lakukan yang ia menjadi wafat karenanya dan Yazid bin Mu'awiyah yang saat itu menjadi pemimpin mereka dibumi Rum.

Maka Abu Ayyub mengingkari apa yang aku ceritakan seraya berkata: ˝Demi Allah, aku tidak percaya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan seperti yang kamu ceritakan˝.

Pernyataan Abu Ayyub ini membuat aku sangat berat menerimanya sehingga aku serahkan diriku kepada Allah Ta'ala agar menyelamatkan aku sampai aku kembali dari perangku ini dengan tujuan agar aku bisa menanyakan hal ini kepada 'Itban bin Malik radliallahu 'anhu jika aku menjumpainya masih hidup di masjid kaumnya. Maka aku kembali lalu aku bertalbiyah (memulai) haji dan 'umrah.

Setelah itu aku pergi berjalan hingga sampai di kota Madinah. Kemudian aku mendatangi Bani Salim, disana aku jumpai 'Itban dalam kondisi yang sudah sangat tua dan telah buta matanya sedang shalat bersama kaumnya. Setelah selesai salam dari shalatnya aku memberi salam kepadanya lalu aku memberi tahu siapa aku lalu aku bertanya kepadanya tentang kisah yang aku maksud. Maka dia menceritakan kepadaku sebagaimana dia pernah menceritakan kali pertama dulu".
(Hadits Bukhari No. 1113)

Mengerjakan Shalat Sunnah di Rumah
dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhumaa berkata; Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

"Kerjakanlah di rumah-rumah kalian diantara shalat-shalat yang ada, dan jangan kalian jadikan (rumah-rumah kalian) sebagai kuburan".
(Hadits Bukhari No. 1114)

« Keutamaan 3 Masjid Shalat Tahajud »

Semua Hadits Shahih Bukhari Imam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama