Hadits Bukhari Tentang Muzdalifah

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Imam Al-Bukhari Tentang Muzdalifah.

Muzdalifah adalah daerah terbuka di antara Mekkah dan Mina di Arab Saudi yang merupakan tempat jamaah haji diperintahkan untuk singgah dan bermalam setelah bertolak dari Arafah.

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabHaji
TentangMuzdalifah
Nomor1560 - 1574
No. VersiFathul Bari


Menjama' dua shalat di Muzdalifah
dari Kuraib dari Usamah bin Zaid radliallahu 'anhuma bahwa dia mendengarnya berkata:

Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bertolak dari 'Arafah kemudian berhenti di bukit (Asy-Syi'ib) lalu buang air kecil kemudian berwudhu dengan wudhu yang tidak sempurna.

Lalu Aku bertanya kepada Beliau: " Ayo dirikan Shalat!".
Beliau menjawab: "Shalat nanti saja".

Lalu Beliau sampai di Muzdalifah kemudian berwudhu dengan sempurna lalu shalat dibacakan iqamatnya. Beliau melaksanakan shalat Maghrib.

Kemudian setiap orang menambatkan untanya masing-masing pada tempat tambatannya, kemudian iqamat shalat dikumandangkan, maka Beliau shalat dan tidak shalat diantara keduanya.
(Hadits Bukhari No. 1560)

Orang yang menjama' dua shalat dan tidak melaksanakan shalat tathawwu'
dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma berkata;

"Nabi Shallallahu'alaihiwasallam menjama' shalat Maghrib dan Isya di Jama' (Muzdalifah), pada setiap shalat tersebut dibacakan iqamat namun beliau tidak shalat sunnah diantara keduanya dan juga tidak setelah keduanya".
(Hadits Bukhari No. 1561)

Orang yang menjama' dua shalat dan tidak melaksanakan shalat tathawwu'
'Abdullah bin Yazid Al Khaththomiy berkata, telah menceritakan kepada saya Abu Ayyub Al Anshariy

"bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam menjama' shalat Maghrib dan Isya ketika haji wada' di Muzdalifah".
(Hadits Bukhari No. 1562)

Orang yang adzan dan iqamah untuk setiap dari kedua shalat tersebut
Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Khalid telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq berkata; Aku mendengar 'Abdurrahman bin Yazid berkata:

'Abdullah (bin Mas'ud) radliallahu 'anhu melaksanakan haji dan kami tiba di Muzdalifah ketika terdengar adzan tanda masuk waktu Isya atau sekitar itu. Maka dia memerintahkan seseorang untuk mengumandangkan adzan lalu iqamat, lalu dia shalat Maghrib, lalu shalat sunnah dua raka'at sesudahnya, lalu dia mengajak makan malam, lalu dia menikmati makannya kemudian memerintahkan seseorang, aku kira dia memerintahkan seseorang untuk adzan dan iqamat,

'Amru berkata: Aku tidak mengetahui adanya keraguan kecuali dari Zuhair, kemudian dia shalat Isya dua raka'at.

Ketika fajar telah terbit dia berkata: "Sesungguhnya Nabi Shallallahu'alaihiwasallam tidak pernah shalat kecuali pada waktu seperti ini, di tempat ini (saat berada di Muzdalifah dan pada hari ini)".

Berkata, 'Abdullah (bin Mas'ud) radliallahu 'anhu: "Itulah dua shalat yang ditangguhkan waktu pelaksanaannya, yaitu shalat Maghrib dilaksanakan setelah orang-orang tiba di Al Muzdalifah dan shalat Shubuh ketika fajar telah terbit".

Dia berkata: "Aku melihat Nabi Shallallahu'alaihiwasallam melaksanaknnya seperti itu".
(Hadits Bukhari No. 1563)

Seseorang yang mendahulukan keluarganya yang lemah di waktu malam, lalu mereka bermalam di Muzdalifah dan berdoa
Salim berkata;

'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhua mendahulukan orang-orang yang lemah dari keluarganya lalu mereka berdiam (wukuf) di Al Masy'aril Haram di Muzdalifah pada malam hari. Disana mereka berdzikir (mengingat) semampu mereka kemudian mereka kembali sebelum imam berhenti (wukuf) dan sebelum bertolak.

Diantara mereka ada yang menuju Mina untuk shalat Shubuh disana dan diantara mereka ada yang menuju kesana setelah shalat Shubuh. Jika mereka sudah sampai, mereka melempar jumrah.

Kemudian Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma berkata: "Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam telah memberi keringanan kepada mereka".
(Hadits Bukhari No. 1564)

Seseorang yang mendahulukan keluarganya yang lemah di waktu malam, lalu mereka bermalam di Muzdalifah dan berdoa
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata:

"Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengutusku dari Jama' (Muzdalifah) pada malam hari".
(Hadits Bukhari No. 1565)

Seseorang yang mendahulukan keluarganya yang lemah di waktu malam, lalu mereka bermalam di Muzdalifah dan berdoa
Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata:

"Aku termasuk orang yang didahulukan berangkat menuju Muzdalifah diantara keluarga Beliau yang lemah".
(Hadits Bukhari No. 1566)

Seseorang yang mendahulukan keluarganya yang lemah di waktu malam, lalu mereka bermalam di Muzdalifah dan berdoa
dari Asma'

bahwasanya dia berhenti di daerah Jama' pada malam hari di Muzdalifah lalu dia mendirikan shalat sejenak lalu berkata; "Wahai anakku, apakah bulan sudah menghilang?".
Aku jawab: "Belum".

Maka dia kembali shalat sejenak lalu berkata; "Wahai anakku, apakah bulan sudah menghilang?".
Aku jawab: "Ya sudah".

Lalu dia berkata: "Bersiap-siaplah untuk berangkat".

Kami pun berangkat dan berjalan (bersamanya meninggalkan Muzdalifah) hingga (sampai di tempat) melempar jumrah. Kemudian dia kembali lalu melaksanakan shalat Shubuh di tempat tinggalnya.

Aku bertanya: "Wahai gerangan, tidaklah aku melihat kecuali hari masih gelap (malam)".

Dia berkata: "Wahai anakku, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam telah mengizinkan bagi wanita yang sedang bepergian (untuk berada dalam sekedup/tandu)".
(Hadits Bukhari No. 1567)

Seseorang yang mendahulukan keluarganya yang lemah di waktu malam, lalu mereka bermalam di Muzdalifah dan berdoa
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata:

"Saudah radliallahu 'anha meminta izin kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pada malam ketika berada di Jama' (Muzdalifah) untuk berangkat terlebih dahulu, karena dia termasuk wanita yang lambat, maka Beliau mengizinkannya".
(Hadits Bukhari No. 1568)

Seseorang yang mendahulukan keluarganya yang lemah di waktu malam, lalu mereka bermalam di Muzdalifah dan berdoa
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata:

"Kami berhenti di Muzdalifah, lalu Saudah radliallahu 'anhu meminta izin kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam untuk berangkat terlebih dahulu sebelum sesak oleh orang-orang yang berangkat, karena dia termasuk wanita yang lambat jalannya, dan Beliau mengijinkan. Maka dia bertolak sebelum manusia berdesak-desakan sedangkan kami tetap berdiam disana hingga pagi hari.

Kemudian kami bertolak menuju jumrah bersama Beliau. Sungguh bagiku meminta izin kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam seperti yang dilakukan oleh Saudah radliallahu 'anha lebih aku sukai dari apapun yang menyenangkan".
(Hadits Bukhari No. 1569)

Kapan shalat subuh di Muzdalifah
dari 'Abdullah radliallahu 'anhu berkata:

"Tidaklah pernah aku melihat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam shalat bukan pada waktunya kecuali dua shalat ini, yaitu Beliau menjama' shalat Maghrib dan Isya dan melaksanakan shalat fajar sebelum waktunya".
(Hadits Bukhari No. 1570)

Kapan shalat subuh di Muzdalifah
dari 'Abdurrahman bin Yazid berkata;

Kami keluar bersama 'Abdullah radliallahu 'anhu menuju Makkah kemudian kami tiba di Jama' (Muzdalifah), lalu dia shalat dua kali, yang pada masing-masing shalat itu dia mengumandangkan adzan dan iqamat serta menikmati makan malam diantara dua shalat itu. Lalu dia shalat Shubuh ketika fajar telah terbit.

Ada seseorang berkata: "Fajar telah terbit".
Ada yang lain berkata: "Fajar belum terbit".

Kemudian dia ('Abdullah radliallahu 'anhu) berkata; "Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam telah bersabda: Inilah dua shalat yang dimundurkan pelaksanaannya dari waktunya, di tempat ini, yaitu shalat Maghrib dan Isya, karenanya janganlah orang-orang tiba di Jama' (Muzdalifah) kecuali mereka shalat Isya dan Shubuh disana, dan pada waktu ini".

Kemudian dia wukuf disana hingga langit tampak kekuningan (pagi hari) kemudian dia berkata: "Seandainya Amiril Mu'minin bertolak sekarang (pagi hari), maka sesuai dengan (dia mendapatkan) sunnah".

'Abdurrahman bin Zaid berkata: "Aku tidak tahu apakah ucapannya itu agar 'Utsman radliallahu 'anhu bersegera atau 'Utsman radliallahu 'anhu bertolak dari sana senantiasa bertalbiyah hingga melempar jumrah 'Aqabah pada hari Nahar".
(Hadits Bukhari No. 1571)

Kapan bergerak dari Muzdalifah
'Amru bin Maimun berkata:

Aku menyaksikan 'Umar radliallahu 'anhu shalat Shubuh di Jama' (Muzdalifah) lalu wukuf disana kemudian berkata: "Sesungguhnya orang-orang musyrik tidak bertolak hingga terbit matahari dan mereka berkata: Terbitkanlah (matahari), wahai gunung Tsabir".

Dan Nabi Shallallahu'alaihiwasallam kemudian menyelisih mereka maka Beliau bertolak sebelum matahari terbit.
(Hadits Bukhari No. 1572)

Talbiyah, takbir di pagi hari pada hari nahr ketika melempar jumrah
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma

"bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam membonceng Al Fadhal lalu Al Fadhal mengabarkan bahwa Beliau senantiasa bertalbiyah hingga melempar jumrah".
(Hadits Bukhari No. 1573)

Talbiyah, takbir di pagi hari pada hari nahr ketika melempar jumrah
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma

bahwa Usamah bin Zaid radliallahu 'anhuma pernah diboncengkan oleh Nabi Shallallahu'alaihiwasallam dari 'Arafah menuju Muzdalifah lalu Beliau membonceng Al Fadhal dari Muzdalifah menuju Mina.

Dia berkata: "Selama dalam dua perjalanan itu Beliau senantiasa bertalbiyah hingga melempar jumrah 'Aqabah".
(Hadits Bukhari No. 1574)

« Hewan Kurban Hari Arafah »

Semua Hadits Shahih Bukhari Imam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama