Hadits Bukhari Tentang Musibah Kematian

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Imam Al-Bukhari Tentang Musibah Kematian, Bagaimana Cara Menghadapi Musibah Kematian yang Menimpa kepada Orang Kita Sayang?

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabJenazah
TentangMusibah Kematian
Nomor1214 - 1223
No. VersiFathul Bari


Bukan dari Golongan Kami Siapa Yang Manampar-nampar Pipi Karena Maratapi Musibah Kamatian
dari 'Abdullah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Bukan dari golongan kami siapa yang memukul-mukul pipi, merobek-robek baju dan menyeru dengan seruan jahiliyyah (meratap) ".
(Hadits Bukhari No. 1214)

Larangan Mengucapkan Kata "Celaka" atau Seruan-Seruan Jahiliyah Lainnya Ketika Ditimpa Musibah
dari 'Abdullah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Bukan dari golongan kami siapa yang memukul-mukul pipi, merobek-robek baju dan menyeru dengan seruan jahiliyyah (meratap) ".
(Hadits Bukhari No. 1215)

Orang Yang Duduk Termenung Ketika Ditimpa Musibah Hingga Tampak Kesedihannya (Boleh Menangis tapi Jangan Teriak-teriak?)
'Aisyah radliallahu 'anha berkata,:

Ketika telah tiba di hadapan Nabi Shallallahu'alaihiwasallam jenazah Ibnu Haritsah, Ja'far dan Ibnu Rawahah, Beliau duduk dengan nampak kesedihannya sedangkan aku melihat dari lobang pintu. Lalu datang seorang laki-laki seraya berkata,: "Sesungguhnya isteri-isterinya Ja'far",

lalu orang itu menceritakan tentang tangisan mereka. Maka Beliau memerintahkan laki-laki itu agar melarang mereka. Orang itu pergi namun kemudian datang untuk kedua kalinya dan belum berhasil melaksanakan perintah Beliau. Lalu Beliau berkata,: "Laranglah mereka?".

Orang itu datang untuk ketiga kalinya seraya berkata,: "Demi Allah, mereka mengalahkan kami wahai Rasulullah!".

'Aisyah radliallahu 'anha menduga Beliau kemudian berkata,: "Sumpallah mulut-mulut mereka dengan tanah".

Aku berkata kepada laki-laki itu: "Semoga Allah menyumpal hidungmu karena belum melaksanakan apa yang Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam perintahkan, serta kamu (membiarkan) tidak meninggalkan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dari kondisinya yang lelah dan kesusahan".
(Hadits Bukhari No. 1216)

Orang Yang Duduk Termenung Ketika Ditimpa Musibah Hingga Tampak Kesedihannya
dari Anas radliallahu 'anhu berkata,:

"Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melaksanakan do'a qunut selama sebulan pada waktu terbunuhnya para Qurra' (penghafal AL Qur'an). Dan belum pernah aku melihat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam sedemikian sedih yang melebihi kesedihannya pada waktu itu".
(Hadits Bukhari No. 1217)

Orang Yang Tidak Menampakkan Kesedihanhya Ketika Ditimpa Musibah
Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata;

Anak dari Abu Tholhah dalam kondisi sakit yang parah. Katanya: "Dan akhirnya dia meninggal dunia".

Saat itu Abu Tholhah sedang bepergian. Ketika isterinya melihat bahwa dia (anaknya) sudah meninggal, maka dia mengerjakan sesuatu dan meletakkannya di samping rumah.

Ketika Abu Tholhah sudah datang, dia bertanya: "Bagaimana keadaan anak (kita)?".
Isterinya menjawab: "Dia sudah tenang dan aku berharap dia sudah beristirahat".
Abu Tholhah menganggap bahwa isterinya berkata, benar adanya.

Anas bin Malik radliallahu 'anhu; Maka dia tidur pada malam itu. Pada keesokan harinya, dia mandi. Ketika dia hendak pergi keluar, isterinya memberitahu bahwa anaknya sudah meninggal dunia. Kemudian dia shalat bersama Nabi Shallallahu'alaihiwasallam lalu dia menceritakan apa yang sudah terjadi antara dia berdua (dengan isterinya).

Maka Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berkata,: "Semoga Allah memberkahi kalian berdua pada malam kalian itu".

Sufyan berkata; Ada seorang dari kalangan Anshar berkata,: "Kemudian setelah itu aku melihat keduanya memiliki sembilan anak yang semuanya telah hafal Al Qur'an".
(Hadits Bukhari No. 1218)

Kesabaran Terletak Pada Kesempatan Awal Dalam Menghadapi Musibah
Anas radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Sesungguhnya sabar itu pada kesempatan pertama (saat datang mushibah)".
(Hadits Bukhari No. 1219)

Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam: "Sesungguhnya Kami Bersedih Karena Berpisah Denganmu"
dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata;

Kami bersama Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mendatangi Abu Saif Al Qaiyn yang (isterinya) telah mengasuh dan menyusui Ibrahim 'alaihissalam (putra Nabi Shallallahu'alaihiwasallam. Lalu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengambil Ibrahim dan menciumnya. Kemudian setelah itu pada kesempatan yang lain kami mengunjunginya sedangkan Ibrahim telah meninggal. Hal ini menyebabkan kedua mata Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berlinang air mata.

Lalu berkatalah 'Abdurrahman bin 'Auf radliallahu 'anhu kepada Beliau: "Mengapa anda menangis, wahai Rasulullah?".
Beliau menjawab: "Wahai Ibnu 'Auf, sesungguhnya ini adalah rahmat (tangisan kasih sayang) ".

Beliau lalu melanjutkan dengan kalimat yang lain dan bersabda: "Kedua mata boleh mencucurkan air mata, hati boleh bersedih, hanya kita tidaklah mengatakan kecuali apa yang diridhai oleh Rabb kita. Dan kami dengan perpisahan ini wahai Ibrahim pastilah bersedih".
(Hadits Bukhari No. 1220)

Menangis di Samping Orang Yang Sakit
dari 'Abdullah bin Umar radliallahu 'anhuma berkata;

Ketika Saad bin Ubadah sedang sakit, Nabi Shallallahu'alaihiwasallam menjenguknya bersama 'Abdurrahman bin 'Auf, Saad bin Abu Waqqash dan 'Abdullah bin Mas'ud radliallahu 'anhum.

Ketika Beliau menemuinya, Beliau mendapatinya sedang dikerumuni keluarganya, Beliau bertanya: "Apakah ia sudah meninggal?".
Mereka menjawab: "Belum, wahai Rasulullah".

Lalu Nabi Shallallahu'alaihiwasallam menangis. Ketika orang-orang melihat Nabi Shallallahu'alaihiwasallam menangis, mereka pun turut menangis, maka Beliau bersabda:

"Tidakkah kalian mendengar bahwa Allah tidak mengadzab dengan tangisan air mata, tidak dengan hati yang bersedih, namun Dia mengadzab dengan ini," ˝lalu Beliau menunjuk lidahnya˝, atau dirahmati (karena lisan itu) dan sesungguhnya mayat itu diadzab disebabkan tangisan keluarganya kepadanya"

Sambil 'Umar radliallahu 'anhu memukul tanah dengan tongkat, melempar batu dan menumpahkan tanah.
(Hadits Bukhari No. 1221)

Laragan Meratap dan Perintah Meninggalkannya
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Abdullah bin Hawsyab telah menceritakan kepada kami 'Abdul Wahhab telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id berkata, telah mengabarkan kepada saya 'Amrah berkata; Aku mendengar 'Aisyah radliallahu 'anha berkata,:

"Ketika tiba di hadapan Nabi Shallallahu'alaihiwasallam jenazah Zaid bin Haritsah, Ja'far dan 'Abdullah bin Rawahah, Beliau duduk yang nampak kesedihannya sedangkan aku memandang dari lobang pintu.

Lalu datang seorang laki-laki seraya berkata,: "Sesungguhnya isteri-isterinya Ja'far",
lalu orang itu menceritakan tentang tangisan mereka. Maka Beliau memerintahkan laki-laki itu agar melarang mereka.

Maka orang itu pergi kemudian datang dan berkata,: "Aku telah melarang mereka".
Dan laki-laki itu menyebutkan bahwa mereka tidak menaatinya. Maka Beliau memerintahkan laki-laki itu untuk kedua kalinya agar melarang mereka.

Maka laki-laki itu pun pergi kemudian datang dan berkata,: "Demi Allah, mereka mengalahkan aku" atau "mereka mengalahkan kami!".
Keraguan perkataan ini datang dari Muhammad bin 'Abdullah bin Hawsyab.

'Aisyah radliallahu 'anha menduga Beliau kemudian berkata,: "Bungkamlah mulut-mulut mereka dengan tanah".

Aku berkata kepada laki-laki itu: "Semoga Allah menghinakanmu karena kamu tidak melaksanakan yang Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam perintahkan, serta kamu tidak meninggalkan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dari kondisinya yang lelah dan kesedihannya (membiarkan Beliau dalam kesedihan) ".
(Hadits Bukhari No. 1222)

Laragan Meratap dan Perintah Meninggalkannya
dari Ummu 'Athiyyah radliallahu 'anha berkata,:

"Nabi Shallallahu'alaihiwasallam mengambil sumpah setia dari kami ketika kami berbai'at yaitu kami dilarang meratap."
(Hadits Bukhari No. 1223)

« Pemakaman Jenazah Menangisi Mayit »

Semua Hadits Shahih Bukhari Imam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama