Hadits Bukhari Tentang Kota Makkah

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Imam Al-Bukhari Tentang Kota Makkah / Mekkah.

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabHaji
TentangKota Makkah
Nomor1470 - 1487
No. VersiFathul Bari


Mandi saat masuk Makkah
dari Nafi' berkata,

"bahwa 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhua bila sudah mendekati tanah haram dia berhenti dari membaca talbiyah lalu bermalam di Dzu Thuwa lalu shalat Shubuh disana lalu mandi kemudian menceritakan bahwa Nabiyullah Shallallahu'alaihiwasallam melakukannya seperti itu."
(Hadits Bukhari No. 1470)

Masuk Makkah di waktu siang atau malam
dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma berkata:

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bermalam di Dzu Thuwa sampai pagi lalu memasuki kota Makkah".

Dan Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma juga melakukannya seperti itu.
(Hadits Bukhari No. 1471)

Dari mana arah masuk Makkah
dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma berkata;

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memasuki (kota Makkah) melewati dataran tinggi dan keluar melewati dataran rendah."
(Hadits Bukhari No. 1472)

Dari mana keluar dari Makkah
dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma

"bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memasuki kota Makkah dari daerah Kada' melewati dataran yang terletak di Bathha' tinggi dan keluar melewati dataran rendah."

Abu 'Abdullah Al Bukhariy berkata: Dahulu dikatakan ia adalah Musaddad sebagai namanya.

Abu 'Abdullah Al Bukhariy berkata; Aku mendengar Yahya bin Ma 'in berkata, aku mendengar Yahya bin Sa'id berkata: "Seandainya aku mendatangi Musaddad di rumahnya lalu aku ceritakan tentulah dia membenarkan hal itu. Dan aku tidak peduli apakah catatanku (kitabku) ada padaku atau pada Musaddad".
(Hadits Bukhari No. 1473)

Dari mana keluar dari Makkah
dari 'Aisyah radliallahu 'anha

"bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika datang ke kota Makkah, Beliau memasukinya lewat dataran tingginya dan keluar melewati dataran rendahnya."
(Hadits Bukhari No. 1474)

Dari mana keluar dari Makkah
dari 'Aisyah radliallahu 'anha

"bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memasuki (kota Makkah) pada tahun pembebasan dari Kada' dan keluar dari Kudan melalui dataran tinggi kota Makkah."
(Hadits Bukhari No. 1475)

Dari mana keluar dari Makkah
dari Hisyam bin 'Urwah dari bapaknya dari 'Aisyah radliallahu 'anha

"bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memasuki (kota Makkah) pada tahun pembebasan dari Kada' dataran tinggi kota Makkah."

Hisyam berkata; Dan 'Urwah melewati keduanya dari Kada' dan Kudan. Namun kebanyakan dari Kada' karena tempat ini yang lebih dekat dengan rumahnya.
(Hadits Bukhari No. 1476)

Dari mana keluar dari Makkah
dari 'Urwah;

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memasuki (kota Makkah) pada tahun pembebasan dari Kada' dataran tinggi kota Makkah.

Dan 'Urwah kebanyakan memasukinya lewat Kada' karena tempat ini yang lebih dekat dengan rumahnya.
(Hadits Bukhari No. 1477)

Dari mana keluar dari Makkah
Hisyam dari bapaknya;

bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memasuki (kota Makkah) pada tahun pembebasan dari Kada'.

Dan 'Urwah memasukinya melalui keduanya dan kebanyakan dia memasukinya dari Kada' karena ini tempat yang paling dekat dengan rumahnya.

Abu 'Abdullah Al Bukhariy berkata: "Kuda' dan Kadan adalah dua tempat yang berbeda".
(Hadits Bukhari No. 1478)

Keutamaan Makkah dan bangunannya
Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhua berkata:

Ketika Ka'bah dibangun (diperbaiki) Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan 'Abbas mengangkut bebatuan, Saat itu Al 'Abbas berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Ikatlah kain sarungmu pada lehermu".

Tiba-tiba Beliau tersungkur ke tanah lalu kedua matanya terbelalak menengadah ke arah langit.

Lalu Beliau berkata: "Berikanlah kain sarungku".

Kemudian Beliau mengikatnya kembali dengan kuat.
(Hadits Bukhari No. 1479)

Keutamaan Makkah dan bangunannya
dari 'Aisyah radliallahu 'anhum, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadanya:

"Tidakkah kamu tahu bahwa kaummu ketika membangun Ka'bah mereka menggesernya dari pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam?".

Aku berkata: "Wahai Rasulullah, mengapa anda tidak mengembalikannya ke posisi yang dibuat Nabi Ibrahim Aalaihissalam?".

Beliau menjawab: "Seandainya tidak mempertimbangkan masa-masa kaummu yang masih lekat dengan kekufuran tentu aku sudah melakukannya".

Maka 'Abdullah radliallahu 'anhu berkata: "Sekalipun 'Aisyah radliallahu 'anha mendengar hal ini langsung dari Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, namun aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meninggalkan 'istilam' terhadap dua rukun yang menghadap (Hajar Aswad) ini, selain memang Baitullah ini tidak disempurnakan pembangunannya di atas pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim alaihissalam."
(Hadits Bukhari No. 1480)

Keutamaan Makkah dan bangunannya
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata,

"Aku bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apakah Hijir Isma'il masuk bagian dari Ka'bah Baitulloh?".

Beliau menjawab: "Ya benar".

Lalu aku bertanya lagi: "Mengapa mereka tidak memasukkannya kedalam Ka'bah?".

Beliau menjawab: "Sesungguhnya kaummu kekurangan biaya".

Aku bertanya lagi: "Lalu apa alasannya pintu Ka'bah agak tinggi?".

Beliau menjawab: "Kaummu yang membuatnya seperti itu dengan tujuan mereka bisa memasukkan siapa yang mereka kehendaki dan melarang siapa yang mereka kehendaki.

Seandainya bukan karena pertimbangan keberadaan kaummu yang masih lekat dengan jahiliyyah (tentu aku sudah melakukannya) namun aku khawatir hati mereka mengingkarinya bila aku memasukkan Hijir Isma'il ke dalam Ka'bah dan bila aku ratakan pintunya dengan permukaan tanah".
(Hadits Bukhari No. 1481)

Keutamaan Makkah dan bangunannya
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata, kepadaku:

"Seandainya bukan karena zaman kaummu yang masih lekat dengan kekufuran tentu aku sudah membongkar Ka'bah lalu aku bangun kembali diatas pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam karena orang-orang Quraisy telah mengurangi pembangunannya dan aku akan buatkan pintu (dari belakangnya)".
(Hadits Bukhari No. 1482)

Keutamaan Makkah dan bangunannya
Jarir bin hazim, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Ruman dari 'Urwah

dari 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata, kepadanya:

"Seandainya bukan karena keberadaan kaummu yang masih lekat dengan kejahiliyahan, tentu aku sudah perintahkan agar Ka'bah Baitulloh dirabohkan lalu aku masukkan ke dalamnya apa yang sudah dikeluarkan darinya dan aku akan jadikan (pintunya yang ada sekarang) rata dengan permukaan tanah, lalu aku buat pintu timur dan pintu barat dengan begitu aku membangunya diatas pondasi yang telah dibangun oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam".

Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam inilah yang kemudian dijadikan alasan oleh 'Abdullah bin Az Zubair untuk merabohkannya.

Berkata, Yazid: "Aku melihat Ibnu Zubair ketika merabohkannya lalu membangunnya kembali, dia memasukkan sebagian Hijir Isma'il dan aku melihat pondasi yang dibangun Nabi Ibrahim Alaihissalam berupa bebatuan menyerupai punuk-punuk unta".

Jarir berkata: Aku bertanya kepadanya: "Dimana posisinya?".

Dia berkata: "Akan kutunjukkan kepadamu sekarang".

Maka aku bersamanya masuk ke dalam Al Hijir lalu dia menunjuk pada suatu tempat seraya berkata; "Inilah posisinya".

Jarir berkata: "Kemudian aku mengukur jaraknya dari Al Hijir ternyata kira-kira kurang lebih enam hasta".
(Hadits Bukhari No. 1483)

Keutamaan tanah haram
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata;

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda pada hari pembebasan kota Makkah:

"Sesungguhnya tanah ini telah diharamkan oleh Allah, maka tidak boleh ditebang pohonnya dan tidak boleh diburu hewan buruannya dan tidak ditemukan satupun barang yang hilang kecuali harus dikembalikan kepada yang mengenalnya (pemiliknya)".
(Hadits Bukhari No. 1484)

Menginap di rumah-rumah Makkah, jual beli, dan bahwa manusia…
dari Ibnu Syihab dari 'Ali bin Husain dari 'Amru bin 'Utsman dari Usamah bin Zaid radliallahu 'anhum

bahwa dia berkata: "Wahai Rasulullah, dimana anda akan singgah di Makkah ini?".

Beliau berkata: "Apakah 'Uqail meninggalkan rumah yang luas atau rumah-rumah?".

'Uqail dan Tholib mendapatkan warisan dari Abu Tholib sedangkan Ja'far dan 'Ali radliallahu 'anhuma tidak mewarisi sedikitpun karena keduanya adalah Muslim sedangkan 'Uqail dan Tholib kafir.

Dan adalah 'Umar bin Al Khaththob radliallahu 'anhu berkata: "Seorang mu'min tidak mewariskan kepada orang yang kafir".

Ibnu Syihab berkata: "Mereka menafsirkan firman Allah Ta'ala QS Al Anfal ayat 72 (yang artinya): ("Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan menolong (orang yang berhijrah) mereka itu satu sama lain saling melindungi").
(Hadits Bukhari No. 1485)

Singgahnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam di Makkah
Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata, ketika hendak memasuki kota Makkah:

"Tempat singgah kita besok insya Allah di tempat peristirahatan Bani Kinanah saat mereka saling bersumpah setia diatas kekafiran".
(Hadits Bukhari No. 1486)

Singgahnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam di Makkah
telah menceritakan kepada saya Az Zuhriy dari Abu Salamah dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata;

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata, sehari setelah hari Nahar ketika Beliau masih di Mina: " Besok kita akan singgah di tempat peristirahatan Bani Kinanah saat mereka saling bersumpah setia diatas kekafiran".

Tempat yang dimaksud adalah Al Muhashshab. Yang demikian itu karena Suku Quraisy dan Kinanah telah saling berjanji terhadap Bani 'Abdul Mutholib atau Bani Al Mutholib untuk tidak menikah dengan mereka, tidak berjual beli hingga mereka (Bani 'Abdul Mutholib) menyerahkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kepada mereka (Suku Quraisy dan Kinanah).

Dan berkata, Salamah dari 'Uqail dan Yahya bin Adh-Dhahhak dari Al Awza'iy telah mengabarkan kepada saya Ibnu Syihab dan keduanya berkata: Bani Hasyim dan Bani Al Mutholib".

Berkata, Abu 'Abdullah Al Bukhari: "Bani Al Mutholib sama dengan Bani Hasyim".
(Hadits Bukhari No. 1487)

« Tentang Ka'bah Haji dan Umroh »

Semua Hadits Shahih Bukhari Imam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama