Hadits Bukhari Tentang Kematian

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Imam Al-Bukhari Tentang Kematian dan Jenazah.

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabJenazah
TentangKematian
Nomor1161 - 1174
No. VersiFathul Bari


Tentang Jenazah dan Orang Yang Sebelum Meninggal Dunia Akhir Ucapannya "Laa Ilaaha illallah"
dari Abu Dzar radliallahu 'anhu berkata; Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

"Baru saja datang kepadaku utusan dari Rabbku lalu mengabarkan kepadaku"

atau Beliau bersabda: "Telah datang mengabarkan kepadaku bahwa barangsiapa yang mati dari ummatku sedang dia tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun maka dia pasti masuk surga".

Aku tanyakan: "Sekalipun dia berzina atau mencuri?"
Beliau menjawab: "Ya, sekalipun dia berzina atau mencuri".
(Hadits Bukhari No. 1161)

Tentang Jenazah dan Orang Yang Sebelum Meninggal Dunia Akhir Ucapannya "Laa Ilaaha illallah"
dari 'Abdullah radliallahu 'anhu berkata; Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

"Barangsiapa yang mati dengan menyekutukan Allah dengan sesuatu maka dia pasti masuk neraka".

Dan aku ('Abdullah) berkata, dariku sendiri: "Dan barangsiapa yang mati tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun maka dia pasti masuk surga".
(Hadits Bukhari No. 1162)

Perintah Mengantar Jenazah
dari Al Bara' bin 'Azib radliallahu 'anhu berkata:

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kami tentang tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara pula. Beliau memerintahkan kami untuk;

mengiringi jenazah, menjenguk orang yang sakit, memenuhi undangan, menolong orang yang dizhalimi, berbuat adil dalam pembagian, menjawab salam dan mendoakan orang yang bersin.

Dan Beliau melarang kami dari menggunakan bejana terbuat dari perak, memakai cincin emas, memakai kain sutera kasar, sutera halus, baju berbordir sutera dan sutera tebal".
(Hadits Bukhari No. 1163)

Perintah Mengantar Jenazah
Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Hak muslim atas muslim lainnya ada lima, yaitu; menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan dan mendoakan orang yang bersin".
(Hadits Bukhari No. 1164)

Masuk Melihat Mayat Setelah Dikafani
telah mengabarkan kepada saya Abu Salamah bahwa 'Aisyah radliallahu 'anha isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengabarkan kepadanya, katanya;

Abu Bakar radliallahu 'anhu menunggang kudanya dari suatu tempat bernama Sunih hingga sampai dan masuk ke dalam masjid dan dia tidak berbicara dengan orang-orang, lalu dia menemui 'Aisyah radliallahu 'anha dan langsung mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang sudah ditutupi (jasadnya) dengan kain terbuat dari katun. Kemudian dia membuka tutup wajah Beliau lalu Abu Bakar bersimpuh didepan jasad Nabi, lalu menutupnya kembali.

Kemudian Abu Bakar menangis dan berkata: "Demi bapak dan ibuku, wahai Nabi Allah, Allah tidak akan menjadikan kematian dua kali kepadamu. Adapun kematian pertama yang telah ditetapkan buatmu itu sudah terjadi".

Berkata, Abu Salamah; telah mengabarkan kepada saya Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma bahwa; Kemudian Abu Bakar radliallahu 'anhu keluar bertepatan 'Umar radliallahu 'anhu sedang berbicara dengan orang banyak.

Maka (Abu Bakar radliallahu 'anhu) berkata, kepada ('Umar radliallahu 'anhu): "Duduklah!".
Namun 'Umar tidak mempedulikannya.

Lalu Abu Bakar berkata, lagi: "Duduklah!".
Namun 'Umar tetap tidak mempedulikannya.

Akhirnya Abu Bakar bersaksi (tentang kewafatan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) sehingga orang-orang berkumpul kepadanya dan meninggalkan 'Umar,

lalu Abu Bakar berkata: "Kemudian, barangsiapa dari kalian yang menyembah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, sungguh Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sekarang sudah wafat dan barangsiapa dari kalian yang menyembah Allah, sungguh Allah Maha Hidup yang tidak akan pernah mati. Allah Ta'ala telah berfirman: (yang artinya): ˝Dan Muhammad itu tidak lain kecuali hanyalah seorang rasul sebagaimana telah berlalu (mati) rasul-rasul sebelum dia"..seterusnya hingga akhir ayat … Allah akan memberi balasan pahala bagi orang-orang yang bersyukur˝ (QS. Ali'Imran 165)."

Demi Allah, seakan-akan orang-orang belum pernah mengetahui bahwa Allah sudah menurunkan ayat tersebut sampai Abu Bakar radliallahu 'anhu membacakannya. Akhirnya orang-orang memahaminya dan tidak ada satupun orang yang mendengarnya (wafatnya Nabi) kecuali pasti membacakannya.
(Hadits Bukhari No. 1165)

Masuk Melihat Mayat Setelah Dikafani
telah menceritakan kepada kami Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab berkata, telah mengabarkan kepada saya Kharijah bin Zaid bin Tsabit

bahwa Ummu Al 'Ala' seorang wanita Kaum Anshar yang pernah berbai'at kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengabarkannya bahwa;

Ketika Beliau sedang mengundi pembagian sahabat Muhajirin (untuk tinggal di rumah-rumah sahabat Anshar sesampainya mereka di Madinah), maka 'Utsman bin Mazh'un mendapatkan bagiannya untuk tinggal bersama kami. Akhirnya dia kami bawa ke rumah-rumah kami. Namun kemudian dia menderita sakit yang membawa kepada kematianya. Setelah dia wafat, maka dia dimandikan dan dikafani dengan baju yang dikenakannya.

Tak lama kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang lalu aku berkata, kepada Beliau: "Semoga rahmat Allah tercurah atasmu wahai Abu As-Sa'ib ('Utsman bin Mazh'un). Dan persaksianku atasmu bahwa Allah telah memuliakanmu".

Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Dari mana kamu tahu bahwa Allah telah memuliakannya?"
Aku jawab: "Demi bapakku, wahai Rasulullah, siapakah seharusnya orang yang dimuliakan Allah itu?"

Beliau menjawab: "Adapun dia, telah datang kepadanya Al Yaqin (kematian) dan aku berharap dia berada diatas kebaikan. Demi Allah meskipun aku ini Rasulullah, aku tidak tahu apa yang akan dilakukan-Nya terhadapku".

Dia (Ummu Al 'Ala') berkata: "Demi Allah, tidak seorangpun yang aku anggap suci setelah peristiwa itu selamanya".

Dan berkata, Nafi' bin Yazid dari 'Uqail: "Apa yang akan dilakukan-Nya terhadapnya".
(Hadits Bukhari No. 1166)

Masuk Melihat Mayat Setelah Dikafani
Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anha berkata:

Ketika bapakku meninggal dunia aku menyingkap kain penutup wajahnya, maka aku menangis namun orang-orang melarangku menangis sedangkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak melarangku. Hal ini membuat bibiku Fathimah ikut menangis.

Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dia menangis atau tidak menangis, malaikat senantiaa akan tetap menaunginya sampai kalian mengangkatnya".
(Hadits Bukhari No. 1167)

Orang Yang Memberitahukan Kematian Seseorang Kepada Keluarganya Sendiri
dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu

"bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengumumkan kematian An-Najasyi pada hari kematiannya kemudian Beliau keluar menuju tempat shalat lalu Beliau membariskan shaf kemudian takbir empat kali."
(Hadits Bukhari No. 1168)

Orang Yang Memberitahukan Kematian Seseorang Kepada Keluarganya Sendiri
dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata: Telah bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

"Bendera perang dipegang oleh Zaid lalu dia terbunuh kemudian dipegang oleh Ja'far lalu dia terbunuh kemudian dipegang oleh 'Abdullah bin Rawahah namun diapun terbunuh, Dan nampak kedua mata Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berlinang.

Akhirnya bendera dipegang oleh Khalid bin Al Walid tanpa menunggu perintah, namun akhirnya kemenangan diraihnya".
(Hadits Bukhari No. 1169)

Meminta Izin Untuk Mengurus Jenazah
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata:

Bila ada orang yang meninggal dunia biasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melayatnya. Suatu hari ada seorang yang meninggal dunia di malam hari kemudian dikuburkan malam itu juga. Keesokan paginya orang-orang memberitahu Beliau.

Maka Beliau bersabda: "Mengapa kalian tidak memberi tahu aku?"
Mereka menjawab: "Kejadiannya malam hari, kami khawatir memberatkan anda".

Maka kemudian Beliau mendatangi kuburan orang itu lalu mengerjakan shalat untuknya.
(Hadits Bukhari No. 1170)

Keutamaan Sabar Atas Kematian Anak
dari Anas radliallahu 'anhu berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda:

"Tidak seorang muslim pun yang ditinggal wafat oleh tiga orang anaknya yang belum baligh kecuali akan Allah masukkan dia ke dalam surga karena limpahan rahmatNya kepada mereka".
(Hadits Bukhari No. 1171)

Keutamaan Sabar Atas Kematian Anak
dari Abu Sa'id radliallahu 'anhu

bahwa para wanita pernah berkata, kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Sediakanlah satu hari untuk kami!".

Maka kemudian Beliau memberikan pelajaran untuk mereka dan diantaranya bersabda: "Siapa saja dari wanita yang ditinggal mati oleh tiga orang anaknya melainkan mereka akan menjadi hijab (pembatas) dari api neraka".

Seorang wanita berkata: "Bagaimana kalau ditinggal mati oleh dua orang anak?"
Beliau menjawab: "Dan juga oleh dua orang".

dan Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Berkata, Abu Hurairah radliallahu 'anhu: "Bila mereka belum baligh."
(Hadits Bukhari No. 1172)

Keutamaan Sabar Atas Kematian Anak
dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Seorang muslim yang ditinggal wafat oleh tiga orang anaknya, tidak bakalan masuki neraka selain sebatas melakukan sumpah Allah".

Berkata, Abu 'Abdullah: Maksudnya melakukan sumpah Allah yang tersebut dalam Firman-Nya yang artinya; "Tidaklah dari kalian melainkan pasti akan melewatinya (neraka) (QS. Maryam 71) ".
(Hadits Bukhari No. 1173)

Ucapan Seseorang Kepada Wanita Yang (Berziarah) Berada di Kuburan; "Bersabarlah"
dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berjalan melewati seorang wanita yang sedang berada di kuburan dalam keadaan menangis. Maka Beliau berkata: "Bertakwalah kamu kepada Allah dan bersabarlah".
(Hadits Bukhari No. 1174)

« Mengurus Jenazah Isyarat dalam Shalat »

Semua Hadits Shahih Bukhari Imam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama