Hadits Bukhari Tentang Hari Arafah

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Imam Al-Bukhari Tentang Hari Arafah.

Hari Arafah adalah hari kesembilan dalam bulan Zulhijah dan merupakan hari kedua dalam ritual ibadah haji. Arafah merupakan nama sebuah gunung, tempat Nabi Muhammad menyeru di depan kaumnya untuk yang terakhir kali.

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabHaji
TentangHari Arafah
Nomor1548 - 1559
No. VersiFathul Bari


Puasa pada hari Arafah
dari Ummu Al Fadhal;

"Orang-orang ragu apakah Nabi Shallallahu'alaihiwasallam shaum (puasa) pada hari 'Arafah. Maka aku utus seseorang membawakan minuman, lalu Beliau meminumnya".
(Hadits Bukhari No. 1548)

Talbiyah dan takbir ketika berangkat dari Mina menuju Arafah
dari Muhammad bin Abu Bakar Ats-Tsaqafiy

bahwa dia bertanya kepada Anas bin Malik saat keduanya berangkat dari Mina menuju 'Arafah: "Apa yang kalian kerjakan pada hari ini bersama Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam?"

Dia menjawab: "Diantara kami ada orang yang membaca talbiyyah, Beliau tidak mengingkarinya dan juga ada orang yang bertakbir namun Beliau juga tidak mengingkarinya".
(Hadits Bukhari No. 1549)

Berangkat berpagi-pagi pada hari Arafah
dari Salim berkata;

'Abdul Malik menulis surat kepada Al Hajjaj agar tidak berbeda pendapat dengan Ibnu 'Umar tentang masalah haji. Lalu datanglah Ibnu 'Umar radliallahu 'anhu ketika aku bersamanya pada hari Arafah setelah matahari condong, lalu dia berteriak kepada pengawal Al Hajjaj.

Maka ia (Al Hajjaj) keluar dengan mengenakan mantel kuning lalu berkata; "Ada apa denganmu wahai Abu 'Abdurrahman?".
Ia menjawab: "Pergilah diakhir siang jika engkau ingin mengikuti sunnah".
Ia bertanya: "Apakah harus waktu ini?".
Ia menjawab: "Ya, benar".
Dia berkata: "Tunggulah aku hingga aku membasahi kepalaku, lalu aku akan keluar".

Lalu ia ('Abdullah) berhenti hingga Al Hajjaj keluar, kemudian ia berjalan diantara aku dan bapakku.

Aku berkata, kepadanya (Al Hajjaj): "Jika kamu ingin mengikuti sunnah maka pendekkanlah khutbah, dan percepatlah wukuf".

Kemudian ia melihat 'Abdullah. Ketika 'Abdullah melihat hal itu, ia berkata: "Dia benar".
(Hadits Bukhari No. 1550)

Wukuf dengan berkendaraan di Arafah
dari Ummu Al Fadhal binti Al Harits bahwa;

"Orang-orang ragu tentang puasa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pada hari 'Arafah. Sebagian dari mereka mengatakan Beliau berpuasa, sebagian yang lain mengatakan tidak, Lalu aku utus seseorang membawakan segelas susu ketika Beliau sedang wukuf, maka Beliau meminumnya".
(Hadits Bukhari No. 1551)

Meringkas khutbah di Arafah
dari Salim bin 'Abdullah berkata;

'Abdul Malik menulis surat kepada Al Hajjaj agar mengikuti 'Abdullah bin 'Umar tentang pelaksanaan manasik haji. Ketika hari 'Arafah, Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma datang saat aku bersamanya setelah matahari condong atau siang hari, lalu dia berteriak di depan kemahnya: "Mana dia?".

Lantas ia (Al Hajjaj) keluar menemuinya.
Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma: "Pergilah diakhir siang".
Ia bertanya: "Apakah sekarang?".
Ia menjawab: "Ya, benar".
Dia berkata: "Tunggulah aku hingga aku membasahi kepalaku".

Lalu ia ('Abdullah) berhenti hingga Al Hajjaj keluar, kemudian ia berjalan diantara aku dan bapakku.

Aku berkata, kepadanya (Al Hajjaj): "Jika kamu ingin mendapatkan sunnah hari ini maka pendekkanlah khutbah, dan percepatlah wukuf".

Kemudian Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma berkata: "Dia benar".
(Hadits Bukhari No. 1552)

Wukuf di Arafah
Jabir bin Muth'im berkata:

Aku kehilangan seekor unta milikku, maka aku keluar mencarinya pada hari 'Arafah. Disana aku melihat Nabi Shallallahu'alaihiwasallam sedang wukuf di 'Arafah.

Aku berkata: "Demi Allah, dia dari Al Humus (Quraisy), apa yang dilakukannya disini?".
(Hadits Bukhari No. 1553)

Wukuf di Arafah
'Urwah berkata:

Pada masa Jahiliyah orang-orang melakukan thawaf dengan telanjang kecuali Al Humus dan istilah Al Humus adalah orang-orang Quraisy dan keturunan mereka.

Dahulu Al Humus membeda-bedakan manusia, diantara kaum lelakinya ada yang memberi pakaian kepada kaum lelaki sehingga dia thawaf mengenakan pakaian, begitu juga diantara wanitanya memberi pakaian kepada para wanita sehingga dia thawaf dengan pakaian itu.

Sedangkan bagi orang yang tidak diberi pakaian oleh Al Humus (quraisy) maka dia thawaf dengan telanjang. Rambongan orang-orang biasanya bertolak dari 'Arafah sedangkan Al Humus (quraisy) dari Jama', atau Muzdalifah.

Dia berkata; bapakku telah mengabarkan kepada saya dari 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa ayat ini (QS Al Baqarah ayat 199) turun tentang Al Humus (yang artinya): ("Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang banyak").

'Urwah berkata: "Awalnya mereka selalu bertolak dari Jama', kemudian diperintahkan bertolak dari 'Arafah".
(Hadits Bukhari No. 1554)

Berjalan dengan cepat dari Arafah
dari Hisyam bin 'Urwah dari bapaknya, berkata;

Usamah ditanya saat aku duduk disisinya: "Bagaimana dahulu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berjalan saat haji wada' ketika bertolak dari 'Arafah?"

Dia menjawab: "Beliau berjalan dengan 'anaq (makna 'anaq, sedang, tidak lambat tidak cepat) dan apabila sampai di daerah dataran yang luas Beliau berjalan dengan nashsh."

Hisyam berkata: istilah nash adalah lebih cepat daripada 'anaq.

Abu 'Abdullah Al Bukhari berkata: makna fajwat adalah dataran yang luas, jama'nya fajawaat atau fijaa'. seperti kata rikwat jamaknya rika'. Dan manash tidak sampai makna berlari.
(Hadits Bukhari No. 1555)

Singgah di tempat antara Arafah dengan Jama'
dari Usamah bin Zaid radliallahu 'anhuma

bahwa tatkala Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bertolak meninggalkan 'Arafah Beliau menuju bukit (Asy-Syi'ib) untuk menunaikan hajatnya, kemudian Beliau Shallallahu'alaihiwasallam berwudhu.

Aku bertanya: "Wahai Rasulullah apakah kita shalat disini (sekarang)?".

Beliau Shallallahu'alaihiwasallam menjawab: "Shalat nanti saja di depan".
(Hadits Bukhari No. 1556)

Singgah di tempat antara Arafah dengan jama'
dari Nafi' berkata:

"Dahulu 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhua biasa menjama' antara shalat Maghrib dan Isya di daerah Jama' (Muzdalifah) padahal dia melewati bukit (Asy-Syi'ib) yang juga pernah dilewati poleh Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam.

Maka dia mendatangi bukit itu lalu beristinja' dengan batu kemudian berwudhu dan tidak shalat hingga dia shalat di daerah Jama'."
(Hadits Bukhari No. 1557)

Singgah di tempat antara Arafah dengan jama'
dari Kuraib, maulanya Ibnu 'Abbas dari Usamah bin Zaid radliallahu 'anhuma bahwa dia berkata:

Aku membonceng Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dari 'Arafah. Ketika Beliau sampai dim bukit (Asy-Syi'ib) sebelah kiri yang dekat dengan Muzdalifah Beliau singgah, lalu buang air kecil. Setelah selesai Beliau datang lalu aku sodorkan kepadanya wadah air untuk wudhu. Maka Beliau berwudhu dengan wudhu yang ringan (tidak sempurna).

Lalu aku bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah kita shalat disini?".
Beliau menjawab: "Shalat nanti saja".

Maka Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam menunggang tunggangannya hingga sampai di Muzdalifah lalu Beliau shalat disana. Kemudian pagi harinya Al Fadhal membonceng Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam di daerah Jama'.

Kuraib berkata: "Maka 'Abdullah bin 'Abbas radliallahu 'anhuma mengabarkan kepada saya dari Al Fadhal bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam senantiasa membaca talbiyah hingga sampai di jamarah (tempat melempar Jumrah)."
(Hadits Bukhari No. 1558)

Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan agar thawaf ifadhah dengan tenang
Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma

bahwasanya dia bertolak bersama Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pada hari 'Arafah. Kemudian Nabi Shallallahu'alaihiwasallam mendengar dari arah belakang Beliau suara yang keras dan bentakan serta pukulan terhadap unta. Maka Beliau memberi isyarat kepada mereka dengan cambuknya agar tenang.

Beliau berkata: "Wahai manusia, kalian harus tenang, karena kebaikan bukan dengan tergesa-gesa".
(Hadits Bukhari No. 1559)

« Muzdalifah Tentang Mina »

Semua Hadits Shahih Bukhari Imam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama