Hadits Bukhari Tentang Shalat dengan Duduk

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Al-Bukhari Tentang Shalat dengan Duduk dan Berbaring.

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabJumat
TentangShalat dengan Duduk
Nomor1046 - 1052
No. VersiFathul Bari


Shalat dengan Duduk
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata;

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat di rumahnya ketika Beliau sedang sakit hingga shalat dengan duduk. Saat itu di belakang Beliau ada orang-orang mengikuti shalat dengan berdiri. Maka Beliau memberi isyarat kepada mereka agar shalat dengan duduk. Setelah selesai Beliau bersabda:

"Sesungguhnya imam diangkat untuk diikuti. Maka bila dia ruku', ruku'lah kalian dan bila dia mengangkat (kepala), maka angkatlah (kepala) kalian".
(Hadits Bukhari No. 1046)

Shalat dengan Duduk
dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata;

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah terjatuh dari kudanya dan mengalami cedera pada bagian kanan badan Beliau. Saat kami datang menjemput Beliau, tiba-tiba masuk waktu shalat. Maka Beliau melaksanakan shalat dengan duduk, maka kami pun turut shalat dengan duduk. Maka Beliau bersabda:

"Sesungguhnya imam diangkat untuk diikuti. Bila ia telah membaca takbir maka bertakbirlah kalian dan bila ia telah ruku', ruku'lah kalian dan bila dia telah bangkit berdiri, bangkitlah kalian dan bila ia berkata, sami'allahu liman hamidah, ucapkanlah oleh kalian: rabbanaa wa lakal hamdu".
(Hadits Bukhari No. 1047)

Shalat dengan Duduk
telah menceritakan kepada saya 'Imran bin Hushain radliallahu 'anhu yang saat itu sedang menderita sakit wasir berkata;

Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang seseorang yang melaksanakan shalat dengan duduk. Maka Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:

"Jika ia shalat dengan berdiri maka itu lebih utama. Dan siapa yang melaksanakan shalat dengan duduk maka baginya setengah pahala dari orang yang shalat dengan berdiri dan siapa yang shalat dengan tidur (berbaring) maka baginya setengah pahala orang yang shalat dengan duduk".
(Hadits Bukhari No. 1048)

Shalat Orang Yang Duduk Dengan Isyarat
dari 'Abdullah bin Buraidah

bahwa 'Imran bin Hushain radliallahu 'anhu adalah seorang yang pernah menderita sakit wasir. Dan suatu kali Abu Ma'mar berkata, dari Hushain yang berkata;

Aku pernah bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang seseorang yang melaksanakan shalat dengan duduk. Maka Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:

"Siapa yang shalat dengan berdiri maka itu lebih utama. Dan siapa yang melaksanakan shalat dengan duduk maka baginya setengah pahala dari orang yang shalat dengan berdiri dan siapa yang shalat dengan tidur (berbaring) maka baginya setengah pahala orang yang shalat dengan duduk".

Berkata, Abu 'Abdullah; "Menurutku yang dimaksud dengan tidur adalah berbaring."
(Hadits Bukhari No. 1049)

Jika Tidak Mampu Duduk, Maka Shalat Dengan Berbaring
dari 'Imrah bin Hushain radliallahu 'anhu berkata:

Suatu kali aku menderita sakit wasir lalu aku tanyakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang cara shalat. Maka Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:

"Shalatlah dengan berdiri, jika kamu tidak sanggup lakukanlah dengan duduk dan bila tidak sanggup juga lakukanlah dengan berbaring pada salah satu sisi badan".
(Hadits Bukhari No. 1050)

Ketika Seseorang Shalat Dengan Duduk Kemudian Dia Merasa Sudah Sehat Atau Merasa Lebih Baik Maka Dia Boleh Meneruskan Sisa Shalatnya Dengan Berdiri
dari 'Aisyah radliallahu 'anha Ummul Mukminin bahwasanya ia mengabarinya

"bahwa ia tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sekalipun mendirikan shalat malam dengan duduk hingga beliau beranjak tua. Saat tua itulah Beliau membaca surat dengan duduk, hingga jika Beliau akan ruku' maka Beliau berdiri dan Beliau baca sekitar tiga puluh atau empat puluh ayat kemudian Beliau ruku'."
(Hadits Bukhari No. 1051)

Ketika Seseorang Shalat Dengan Duduk Kemudian Dia Merasa Sudah Sehat Atau Merasa Lebih Baik Maka Dia Boleh Meneruskan Sisa Shalatnya Dengan Berdiri
dari 'Aisyah Ummul Mukminin radliallahu 'anha

"bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melaksanakan shalat dengan duduk dan Beliau membaca surat sambil duduk. Bila sedikit tersisa dari bacaannya sekitar tiga puluh atau empat puluh ayat, maka Beliau berdiri dan melanjutkan bacaannya itu dengan berdiri. Kemudian Beliau ruku' lalu sujud', Kemudian Beliau melakukan seperti itu pada raka'at kedua.

Bila Beliau telah menyelesaikan shalatnya, Beliau melihat (kepadaku). Bila aku telah bangun maka Beliau mengajak aku berbincang dan bila aku masih tidur, maka Beliau berbaring".
(Hadits Bukhari No. 1052)

« Shalat Tahajud Menjamak Shalat »

Semua Hadits Shahih Bukhari Imam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama