Hadits Bukhari Hukum Menangisi Orang Meninggal

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Imam Al-Bukhari Tentang Hukum Menangisi Orang Meninggal, Bolehkah Menangisi Mayit?

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabJenazah
TentangMenangisi Orang Meninggal
Nomor1200 - 1213
No. VersiFathul Bari


Berkabungnya Wanita Atas Kematian Selain Suaminya
dari Muhammad bin Sirin berkata:

Telah wafat anak Ummu 'Athiyyah radliallahu 'anha. Pada hari ketiga (dari kematian anaknya) dia meminta wewangian, lalu memakainya kemudian berkata:

"Kami dilarang berkabung melebihi tiga hari kecuali bila ditinggal mati suaminya".
(Hadits Bukhari No. 1200)

Berkabungnya Wanita Atas Kematian Selain Suaminya
dari Zainab binti Abu Salamah berkata;

Ketika kabar kematian Abu Sufyan sampai dari negeri Syam, Ummu Habibah radliallahu 'anha meminta wewangian pada hari ketiga lalu memakainya untuk bagian sisi badannya dan lengannya dan berkata; Sungguh bagiku ini sudah cukup seandainya aku tidak mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir untuk berkabung melebihi tiga hari kecuali bila ditinggal mati suaminya yang saat itu dia boleh berkabung sampai empat bulan sepuluh hari".
(Hadits Bukhari No. 1201)

Berkabungnya Wanita Atas Kematian Selain Suaminya
dari Humaid bin Nafi' dari Zainab binti Abu Salamah bahwa dia mengabarkannya, katanya;

Aku pernah menemui Ummu Habibah radliallahu 'anha, isteri Nabi Shallallahu'alaihiwasallam. Lalu dia berkata; Aku mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir untuk berkabung melebihi tiga hari kecuali bila ditinggal mati suaminya yang saat itu dia boleh berkabung sampai empat bulan sepuluh hari".

Lalu aku menemui Zainab binti Jahsy ketika saudara laki-lakinya meninggal dunia. Saat itu dia meminta minyak wangi lalu memakainya kemudian berkata, "Aku sebenarnya tidak memerlukan minyak wangi seandainya aku tidak mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda dari atas mimbar:

tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkabung atas mayit melebihi tiga hari selain karena kematian suaminya, boleh hingga empat bulan sepuluh hari."
(Hadits Bukhari No. 1202)

Ziarah Qubur
dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata,:

Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pernah berjalan melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kubur. Maka Beliau berkata,: "Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah".

Wanita itu berkata,: "Kamu tidak mengerti keadaan saya, karena kamu tidak mengalami mushibah seperti yang aku alami".

Wanita itu tidak mengetahui jika yang menasehati itu Nabi Shallallahu'alaihiwasallam. Lalu diberi tahu: "Sesungguhnya orang tadi adalah Nabi Shallallahu'alaihiwasallam."

Spontan wanita tersebut mendatangi rumah Nabi Shallallahu'alaihiwasallam namun dia tidak menemukannya. Setelah bertemu dia berkata; "Maaf, tadi aku tidak mengetahui anda".

Maka Beliau bersabda: "Sesungguhnya sabar itu pada kesempatan pertama (saat datang mushibah)".
(Hadits Bukhari No. 1203)

Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam tentang Mayat Akan Disiksa Disebabkan Tangisan Keluarganya
Usamah bin Zaid radliallahu 'anhuma berkata;

Putri Nabi Shallallahu'alaihiwasallam datang untuk menemui Beliau dan mengabarkan bahwa; "Anakku telah meninggal, maka datanglah kepada kami".

Maka Nabi Shallallahu'alaihiwasallam memerintahkannya untuk menyampaikan salam lalu bersabda: "Sesungguhnya milik Allah apa yang diambilNya dan apa yang diberiNya. Dan segala sesuatu disisiNya sesudah ditentukan ajalnya, maka bersabarlah engkau karenanya dan mohonkanlah pahala darinya."

Kemudian dia datang lagi kepada Beliau dan meminta dengan sangat agar Beliau bisa datang. Maka Beliau berangkat, bersamanya ada Sa'ad bin 'Ubadah, Mu'adz bin Jabal, Ubay bin Ka'ab, Zaid bin Tsabit dan beberapa orang lain. Kemudian bayi tersebut diserahkan kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam dan hati Beliau nampak berguncang (karena bersedih).

Aku menduga dia berkata,: Seakan dia seperti geriba yang kosong. Maka mengalirlah air mata Beliau.

Sa'ad berkata,: "Wahai Rasulullah, mengapakah engkau menangis?"
Beliau berkata,: "Inilah rahmat yang Allah berikan kepada hati hamba-hambaNya dan sesungguhnya Allah akan merahmati diantara hamba-hambaNya mereka yang saling berkasih sayang".
(Hadits Bukhari No. 1204)

Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam tentang Mayat Akan Disiksa Disebabkan Tangisan Keluarganya
dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata,:

"Kami menyaksikan pemakaman puteri Nabi Shallallahu'alaihiwasallam."

Dia (Anas bin Malik radliallahu 'anhu) berkata,: "Dan saat itu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam duduk disisi liang lahat."

Dia (Anas bin Malik radliallahu 'anhu) berkata,: "Lalu aku melihat kedua mata Beliau mengucurkan air mata".

Dia (Anas bin Malik radliallahu 'anhu) berkata,: Maka Beliau bertanya: "Siapakah diantara kalian yang malam tadi tidak berhubungan (dengan isterinya)?".

Berkata Abu Tholhah: "Aku".
Beliau berkata,: "Turunlah engkau ke lahat!".

Dia (Anas bin Malik radliallahu 'anhu) berkata,: "Maka Beliaupun ikut turun kedalam kuburnya".
(Hadits Bukhari No. 1205)

Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam tentang Mayat Akan Disiksa Disebabkan Tangisan Keluarganya
'Abdullah bin 'ubaidullah bin Abu Mulaikah berkata;

"Telah wafat isteri 'Utsman radliallahu 'anha di Makkah lalu kami datang menyaksikan (pemakamannya). Hadir pula Ibnu 'Umar dan Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhum dan saat itu aku duduk diantara keduanya".
Atau katanya: "Aku duduk dekat salah satu dari keduanya".
Kemudian datang orang lain lalu duduk di sampingku.

Berkata, Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma kepada 'Amru bin 'Utsman: Bukankah dilarang menangis dan sungguh Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam telah bersabda: "Sesungguhnya mayat pasti akan disiksa disebabkan tangisan keluarganya kepadanya?".

Maka Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata,: "Sungguh 'Umar radliallahu 'anhu pernah mengatakan sebagiannya dari hal tadi".

Kemudian dia menceritakan, katanya: Aku pernah bersama 'Umar radliallahu 'anhu dari kota Makkah hingga kami sampai di Al Baida, di tempat itu dia melihat ada orang yang menunggang hewan tunggangannya di bawah pohon. Lalu dia berkata,: ˝Pergi dan lihatlah siapa mereka yang menunggang hewan tunggangannya itu!˝.

Maka aku datang melihatnya yang ternyata dia adalah Shuhaib. Lalu aku kabarkan kepadanya.

Dia ('Umar) berkata,: "Panggillah dia kemari!".
Aku kembali menemui Shuhaib lalu aku berkata: "Pergi dan temuilah Amirul Mu'minin".

Kemudian hari 'Umar mendapat musibah dibunuh orang, Shuhaib mendatanginya sambil menangis sambil terisak berkata,: "Wahai saudaraku, wahai sahabat".
Maka 'Umar berkata,: Wahai Shuhaib, mengapa kamu menangis untukku padahal Nabi Shallallahu'alaihiwasallam telah bersabda: "Sesungguhnya mayat pasti akan disiksa disebabkan sebagian tangisan keluarganya ".

Berkata, Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma: Ketika 'Umar sudah wafat aku tanyakan masalah ini kepada 'Aisyah radliallahu 'anha, maka dia berkata,: Semoga Allah merahmati 'Umar. Demi Allah, tidaklah Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam pernah berkata seperti itu, bahwa Allah pasti akan menyiksa orang beriman disebabkan tangisan keluarganya kepadanya, akan tetapi yang benar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Sesungguhnya Allah pasti akan menambah siksaan buat orang kafir disebabkan tangisan keluarganya kepadanya".

Dan cukuplah buat kalian firman Allah) dalam AL Qur'an (QS. An-Najm: 38) yang artinya: "Dan tidaklah seseorang memikul dosa orang lain".

Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhu berkata seketika itu pula: "Dan Allahlah yang menjadikan seseorang tertawa dan menangis" (QS. Annajm 43).

Berkata Ibnu Abu Mulaikah: "Demi Allah, setelah itu Ibnu 'Umar radliallahu 'anhu tidak mengucapkan sepatah kata pun".
(Hadits Bukhari No. 1206)

Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam tentang Mayat Akan Disiksa Disebabkan Tangisan Keluarganya
'Aisyah radliallahu 'anha isteri Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berkata,

Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam pernah melewati (kubur) seorang wanita yahudi yang suaminya menangisinya, lalu Beliau bersabda: "Mereka sungguh menangisinya padahal ia sedang diazab dikuburnya".
(Hadits Bukhari No. 1207)

Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam tentang Mayat Akan Disiksa Disebabkan Tangisan Keluarganya
dari Abu Burdah dari bapaknya berkata;

Ketika 'Umar radliallahu 'anhu terbunuh, Shuhaib berkata, sambil menangis: "Wahai saudaraku".

Maka 'Umar radliallahu 'anhu berkata,: Bukankah kamu mengetahui bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam telah bersabda "Sesungguhnya mayat pasti akan disiksa disebabkan tangisan orang yang masih hidup".
(Hadits Bukhari No. 1208)

Larangan Meratapi Mayat
dari Al Mughirah radliallahu 'anhu berkata; Aku mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Sesungguhnya berdusta kepadaku tidak sama dengan orang yang berdusta kepada orang lain. Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah dia bersiap-siap (mendapat) tempat duduknya di neraka."

Aku juga mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barangsiapa yang meratapi mayat maka mayat itu akan disiksa disebabkan ratapan kepadanya".
(Hadits Bukhari No. 1209)

Larangan Meratapi Mayat
dari Ibnu 'Umar dari bapaknya radliallahu 'anhuma dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Mayat akan disiksa didalam kuburnya disebabkan ratapan kepadanya".

Hadits ini dikuatkan oleh Adam dari Syu'bah: "Sesungguhnya mayat pasti akan disiksa disebabkan tangisan orang yang masih hidup kepadanya".
(Hadits Bukhari No. 1210)

Larangan Meratapi Mayat
Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhu berkata,:

Pada hari Perang Uhud, bapakku didatangkan dalam kondisi sudah terbunuh dengan bagian anggota badannya ada yang terpotong hingga diletakkan di hadapan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, sedangkan jasadnya sudah ditutup dengan kain. Maka aku menghampiri untuk membukanya namun kaumku mencegahku. Aku coba sekali lagi untuk membukanya namun kaumku tetap mencegahku hingga akhirnya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam memerintahkan untuk diangkat (dibawa).

Saat itu Beliau mendengar ada suara teriakan. Maka Beliau bertanya: "(Suara) siapakah itu?".
Orang-orang menjawab: "Putri dari 'Amru" atau "saudara perempuan 'Amru".

Kemudian Beliau berkata,: "Mengapa kamu menangis?" atau "Janganlah kamu menangis, karena malaikat senantiasa akan menaunginya dengan sayap-sayapnya hingga (jenazah) ini diangkat".
(Hadits Bukhari No. 1211)

Bukan dari Golongan Kami Siapa Yang Merobek-Robek Baju Karena Maratapi Musibah Kamatian
dari 'Abdullah radliallahu 'anhu berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam telah bersabda:

"Bukan dari golongan kami siapa yang menampar-nampar pipi, merobek-robek baju dan menyeru dengan seruan jahiliyyah (meratap) ".
(Hadits Bukhari No. 1212)

Kesedihan Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam Ketika Sa'ad bin Khaulah Meninggal Dunia
dari 'Amir bin Sa'ad bin Abu Waqash dari bapaknya radliallahu 'anhu berkata;

Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam pernah mengunjungiku pada hari Haji Wada' (perpisahan) saat sakitku sudah sangat parah, lalu aku berkata: "Sakitku sudah sangat parah (menjelang kematianku) dan aku banyak memiliki harta sedangkan tidak ada yang akan mewarisinya kecuali anak perempuanku. Bolehkah aku menyedekahkan sepertiga dari hartaku ini?".

Beliau menjawab: "Tidak boleh".
Aku katakan lagi: "Bagaimana kalau setengahnya?".
Beliau menjawab: "Tidak boleh".

Kemudian Beliau melanjutkan: "Sepertiga dan sepertiga itu sudah besar atau banyak. Sesungguhnya kamu bila meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan (kaya) itu lebih baik dari pada kamu meninggalkan mereka serba kekurangan sehingga nantinya mereka meminta-minta kepada manusia. Dan kamu tidaklah menginfaqkan suatu nafaqah yang hanya kamu hanya niatkan mencari ridha Allah kecuali kamu pasti diberi balasan pahala atasnya bahkan sekalipun nafkah yang kamu berikan untuk mulut isterimu".

Lalu aku bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah aku diberi umur panjang setelah sahabat-sahabatku?".
Beliau berkata,: "Tidaklah sekali-kali engkau diberi umur panjang lalu kamu beramal shalih melainkan akan bertambah derajat dan kemuliaanmu. Dan semoga kamu diberi umur panjang sehingga orang-orang dapat mengambil manfaat dari dirimu dan juga mungkin dapat mendatangkan madharat bagi kaum yang lain. Ya Allah sempurnakanlah pahala hijrah sahabat-sahabatku dan janganlah Engkau kembalikan mereka ke belakang".

Namun Sa'ad bin Khaulah membuat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersedih karena dia akhirnya meningal dunia di Makkah.
(Hadits Bukhari No. 1213)

« Musibah Kematian Mengurus Jenazah »

Semua Hadits Shahih Bukhari Imam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama