Hadits Bukhari Tentang Kuburan Nabi Muhammad dan Sahabat

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Imam Al-Bukhari Tentang Kuburan Nabi Muhammad dan Sahabat.

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabJenazah
TentangKuburan Nabi Muhammad dan Sahabat
Nomor1300 - 1305
No. VersiFathul Bari


Tentang Kuburan Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam, Abu Bakr ash-Shiddiq dan 'Umar bin Al-Khaththab RA
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata,:

Ketika Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dalam keadaan sakit dan meminta udzur untuk giliran tinggal dengan isteri-isterinya (Beliau bertanya): "dimana aku hari ini dan dimana kesokannya?",

saat itu rupanya Beliau menginginkan berlama-lama berada dalam giliran 'Aisyah radliallahu 'anha. Saat Beliau giliran di rumahku, Allah mencabut nyawa Beliau yang berada dalam dekapan dadaku dan pangkuanku, lalu Beliau dikebumikan di rumahku".
(Hadits Bukhari No. 1300)

Tentang Kuburan Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam, Abu Bakr ash-Shiddiq dan 'Umar bin Al-Khaththab RA
dari Hilal dia adalah Al Wazzan dari 'Urwah dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata;

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ketika beliau sakit yang setelah itu beliau tidak bangun lagi (wafat): "Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nashrani disebabkan mereka menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai masjid".

'Aisyah radliallahu 'anha; "Kalau bukan karena ada sabda beliau tersebut tentu aku pindahkan kubur beliau (dari dalam rumahnya), namun aku tetap khawatir nantinya akan dijadikan masjid".

Dan dari Hilal berkata; " 'Urwah bin Az Zubair pernah memberikan kuniyah (nama panggilan yang dinisbatkan kepada anak) kepadaku namun aku tidak punya anak."
(Hadits Bukhari No. 1301)

Tentang Kuburan Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam, Abu Bakr ash-Shiddiq dan 'Umar bin Al-Khaththab RA
dari Sufyan At-Tamar

"bahwa dia melihat kuburan Nabi Shallallahu'alaihiwasallam sudah ditinggikan tanahnya sedikit."
(Hadits Bukhari No. 1302)

Tentang Kuburan Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam, Abu Bakr ash-Shiddiq dan 'Umar bin Al-Khaththab RA
dari Hisyam bin 'Urwah dari bapaknya;

Ketika tembok runtuh menimpa kuburan Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pada masa kekhilafahan Al Walid bin 'Abdul-Malik, orang-orang mulai membangun kembali. Saat itu mereka menemukan sebuah kaki yang terputus, mereka mengira bahwa itu adalah kaki Nabi Shallallahu'alaihiwasallam.

Mereka tidak menemui seseorang yang mengetahui hal itu, hingga akhirnya 'Urwah berkata kepada mereka: "Demi Allah itu bukanlah kaki Nabi Shallallahu'alaihiwasallam, itu adalah kaki Umar radliallahu 'anhu."
(Hadits Bukhari No. 1303)

Tentang Kuburan Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam, Abu Bakr ash-Shiddiq dan 'Umar bin Al-Khaththab RA
dari 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa ia berwasiat kepada 'Abdullah bin Az Zubair radliallahu 'anhuma:

"Janganlah kamu mengubur aku bersama mereka, namun kuburkanlah aku bersama para isteri Nabi Shallallahu'alaihiwasallam di Baqi' agar aku tidak dikeramatkan seorangpun selama-lamanya".
(Hadits Bukhari No. 1304)

Tentang Kuburan Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam, Abu Bakr ash-Shiddiq dan 'Umar bin Al-Khaththab RA
dari 'Amru bin Maimun Al Audiy berkata,: Aku melihat 'Umar bin Al Khaththab radliallahu 'anhu berkata,:

"Wahai 'Abdullah bin Umar temuilah Ummul Mu'minin 'Aisyah radliallahu 'anha lalu sampaikan bahwa 'Umar bin Al Khaththab menyampaikan salam kepadamu, kemudian mintalah agar aku dikubur bersama kedua temanku."

'Aisyah berkata; "Aku dulu menginginkan tempat itu untukku, namun sekarang aku lebih mengutamakannya daripada diriku."

Ketika ia pulang, Umar berkata, kepadanya: "Jawaban apa yang kamu bawa?".
Ia menjawab; "Engkau telah mendapat izin wahai Amirul Mu'minin,"

lalu ia ('Umar) berkata,: "Tidak ada sesuatu yang lebih aku cintai daripada tempat berbaring itu, dan jika aku sudah meninggal, bawalah aku kepadanya lalu sampaikan salam dan katakan bahwa 'Umar bin Al Khaththab telah meminta izin, dan jika diizinkan maka kuburkanlah aku disana, dan jika tidak, maka kuburlah aku dipekuburan kaum muslimin.

Sebab aku tidak mengetahui seseorang yang lebih berhak pada perkara ini daripada mereka, orang-orang yang ketika beliau meninggal maka Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam telah meridhai mereka, maka barangsiapa yang menggantikan aku setelahku dialah khalifah, wajib dengar dan taatlah padanya."

Lalu ia menyebut nama 'Utsman, 'Ali, Thalhah, Az Zubair, 'Abdur-Rahman bin 'Auf, Saad bin Abi Waqqas.

Kemudian seorang pemuda Anshar datang kepadanya, ia berkata,: "Wahai Amirul Mu'minin, berilah kabar gembira yang diberikan Allah kepadamu karena masuk Islam pertama kali seperti yang telah engkau ketahui, lalu engkau diangkat menjadi khalifah dan setelah ini semua engkau akan mati syahid?".

Dia menjawab: "Barangkali cukuplah yang engkau katakan itu wahai anak saudaraku, aku berwasiat kebaikan kepada khalifah setelahku terhadap orang-orang yang pertama-tama berhijrah, agar ia mengerti hak-hak mereka dan menjaga kehormatan mereka, dan aku berwasiat kebaikan kepadanya terhadap orang-orang Anshar, yang mereka telah menempati Madinah dan beriman kepada Allah Ta'ala, agar ia terima orang-orang yang baik diantara mereka dan memaafkan orang-orang yang berbuat buruk diantara mereka, dan aku berwasiat kepadanya akan tanggungan Allah dan RasulNya Shallallahu'alaihiwasallam agar ia menepati perjanjian dengannya, dan ia berperang dibelakangnya, serta tidak membebani mereka dengan apa yang tidak mereka mampu".
(Hadits Bukhari No. 1305)

« Mencela Almarhum Alam Kubur »

Semua Hadits Shahih Bukhari Imam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama