Hadits Bukhari Tentang Jenazah yang Mati Syahid

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Imam Al-Bukhari Tentang Jenazah yang Mati Syahid.

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabJenazah
TentangJenazah yang Mati Syahid
Nomor1257 - 1261
No. VersiFathul Bari


(tidak) Menshalati Orang Yang Mati Syahid
dari Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhua berkata,:

Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pernah menggabungkan dalam satu kubur dua orang laki-laki yang gugur dalam perang Uhud dan dalam satu kain, lalu bersabda: ˝Siapakah diantara mereka yang lebih banyak mempunyai hafalan Al Qur'an˝.

Bila Beliau telah diberi tahu kepada salah satu diantara keduanya, maka Beliau mendahulukannya didalam lahat lalu bersabda: "Aku akan menjadi saksi atas mereka pada hari qiyamat".

Maka Beliau memerintahkan agar menguburkan mereka dengan darah-darah mereka, tidak dimandikan dan juga tidak dishalatkan.
(Hadits Bukhari No. 1257)

Menshalati Orang Yang Mati Syahid
dari 'Uqbah bin 'Amir

bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pada suatu hari keluar untuk menyolatkan syuhada' perang Uhud sebagaimana shalat untuk mayit. Kemudian Beliau pergi menuju mimbar lalu bersabda:

"Sungguh aku ini yang terdepan dari kalian dan aku menjadi saksi atas kalian. Dan aku, demi Allah, sekarang sedang melihat telagaku (yang di surga) dan aku telah diberikan kunci-kunci kekayaan bumi atau kunci-kinci bumi (dunia). Demi Allah, sungguh aku tidak khawatir kepada kalian bahwa kalian akan menyekutukan (Allah) kembali sepeninggal aku. Namun yang aku khawatirkan terhadap kalian adalah kalian akan memperebutkan (kekayaan) duniawi ini".
(Hadits Bukhari No. 1258)

Menguburkan Dua atau Tiga Jenazah dalam Satu Liang Kubur
Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhu mengabarkan kepadanya

"bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pernah menggabungkan (dalam satu kubur) dua orang laki-laki yang gugur dalam perang Uhud."
(Hadits Bukhari No. 1259)

Orang Yang Berpendapat Tidak Perlu Memandikan Jenazah Orang Yang Mati Syahid
dari Jabir berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Kuburkanlah mereka bersama dengan darah-darah mereka". Yaitu mereka yang gugur pada perang Uhud: "Dan janganlah mereka dimandikan".
(Hadits Bukhari No. 1260)

Jenazah Yang Lebih Dahulu Dimasukkan ke dalam Liang Kubur
dari Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhu

bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pernah menghimpun dua orang laki-laki yang gugur dalam perang Uhud dalam satu kubur dan dalam satu kain, lalu bersabda: "Siapakah dianrara mereka yang lebih banyak mengambil hafalan Al Qur'an".

Bila Beliau telah diberi tahu kepada salah satu diantara keduanya, maka Beliau mendahulukannya didalam lahat lalu bersabda: "Aku akan menjadi saksi atas mereka".

Maka kemudian Beliau memerintahkan agar menguburkan mereka dengan darah-darah mereka dan tidak dishalatkan dan juga tidak dimandikan.

Jalur Lain
dari Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhua bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berkata tentang mereka yang gugur dalam perang Uhud: "Siapakah dianrara mereka yang lebih banyak mengambil hafalan Al Qur'an".

Bila Beliau telah diberi tahu kepada salah satunya, maka Beliau mendahulukannya sebelum temannya yang lain.

Berkata, Jabir: "Maka bapakku dan pamanku dikafankan dalam satu kain namirah (selimut bergaris terbuat dari wol)."
(Hadits Bukhari No. 1261)

« Liang Kubur Mengubur Jenazah »

Semua Hadits Shahih Bukhari Imam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama