Hadits Bukhari Tentang Isi Khutbah Haji Wada'

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Imam Al-Bukhari Tentang Isi Khutbah Haji Wada. Apa saja wasiat, fatwa, dan khutbah Nabi pada Haji Wadak?

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabHaji
TentangIsi Khutbah Haji Wada'
Nomor1619 - 1627
No. VersiFathul Bari


Jika melempar setelah waktu sore, atau mencukur rambut sebelum menyembelih hewan dalam keadaan lupa atau tidak tahu
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma

bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang menyembelih hewan kurban, mencukur rambut dan melempar jumrah antara mendahului atau mengakhirkan amal amal tersebut satu sama lain.

Beliau menjawab: "Tidak dosa".
(Hadits Bukhari No. 1619)

Jika melempar setelah waktu sore, atau mencukur rambut sebelum menyembelih hewan dalam keadaan lupa atau tidak tahu
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata:

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya pada hari Nahar di Mina, Beliau menjawab: "Tidak dosa".

Ada seorang yang bertanya: "Aku mencukur rambut sebelum aku menyembelih hewan kurban?".
Beliau menjawab: "Sembelihlah dan tidak dosa".

Dan ada yang bertanya: "Aku melempar jumrah setelah sore".
Beliau menjawab: "Tidak dosa".
(Hadits Bukhari No. 1620)

Memberi fatwa di atas kendaraan saat di jumrah
dari 'Abdullah bin 'Amru

bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika sedang wukuf pada saat haji Wada' orang-orang pada bertanya kepada Beliau.

Berkata, seorang laki-laki: "Aku belum mengerti sehingga aku mencukur rambut sebelum aku menyembelih hewan kurban?".
Beliau menjawab: "Sembelihlah dan tidak dosa".

Lalu datang orang lain, seraya berkata: "Aku belum mengerti sehingga aku menyembelih kurban sebelum aku melempar jumrah".
Beliau menjawab: "Melemparlah dan tidak dosa".

Dan tidaklah Beliau ditanya pada hari itu tentang sesuatu apakah didahulukan atau diakhirkan melainkan Beliau selalau berkata: "Lakukanlah dan tidak dosa".
(Hadits Bukhari No. 1621)

Memberi fatwa di atas kendaraan saat di jumrah
'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash radliallahu 'anhu menceritakan kepadanya

bahwa ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang menyampaikan khuthbah pada hari Nahar, datang seorang laki-laki berdiri di hadapan Beliau lalu berkata: "Aku mengira amal ini sebelum ini".

Kemudian datang orang lain dan berkata: "Aku mengira amal ini sebelum ini, yaitu aku mencukur rambut sebelum aku menyembelih hewan kurban, dan aku menyembelih kurban sebelum aku melempar jumrah dan hal hal serupa itu".

Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Lakukanlah dan tidak dosa", kepada mereka semua.

Dan tidaklah Beliau ditanya pada hari itu tentang sesuatu melainkan Beliau selalu menjawab: "Lakukanlah dan tidak dosa".

Jalur Lain
'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash radliallahu 'anhuma berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berhenti diatas unta Beliau" Lalu dia menceritakan hadits ini.
(Hadits Bukhari No. 1622)

Khutbah pada hari-hari Mina
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma

bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyampaikan khuthbah pada hari Nahar,

Beliau bertanya: "Wahai sekalian manuisa, hari apakah ini?"
Mereka menjawab: "Hari ini hari haram (suci)".

Beliau bertanya lagi: "Negeri apakah ini?".
Mereka menjawab: "Ini negeri (tanah) haram (suci)".

Beliau bertanya lagi: "Bulan apakah ini?".
Mereka menjawab: "Ini bulan haram (suci)".

Beliau bersabda: "Sesungguhnya darah kalian, harta-harta kalian dan kehormatan kalian, haram atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini di negeri kalian ini dan pada bulan kalian ini".

Beliau mengulang kalimatnya ini berulang-ulang lalu setelah itu Beliau mengangkat kepalanya seraya berkata: "Ya Allah, apakah aku sudah sampaikan?, Ya Allah, apakah aku sudah sampaikan?".

Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata: "Maka demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh itu suatu wasiat Beliau untuk ummatnya."

(Sabda Beliau selanjutnya): "Maka hendaklah yang menyaksikan menyampaikannya kepada yang tidak hadir, dan janganlah kalian kembali menjadi kafir sepeninggalku, kalian saling memukul tengkuk kalian satu sama lain (saling membunuh)".
(Hadits Bukhari No. 1623)

Khutbah pada hari-hari Mina
Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata:

"Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyampaikan khuthbah di 'Arafah".
(Hadits Bukhari No. 1624)

Khutbah pada hari-hari Mina
dari Abu Bakrah radliallahu 'anhu berkata:

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyampaikan khuthbah kepada kami pada hari Nahar,

Beliau bertanya: "Apakah kalian mengetahui, hari apakah ini?".
Kami menjawab: "Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui".

Sejenak Beliau terdiam sehingga kami menduga bahwa Beliau akan menamakannya bukan dengan namanya (yang sudah kami kenal).

Beliau bersabda: "Bukankah sekarang ini hari Nahar?".
Kami menjawab: "Benar".

Beliau bertanya lagi: "Bulan apakah ini?".
Kami menjawab: "Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui".

Sejenak Beliau terdiam lagi sehingga kami menduga bahwa Beliau akan menamakannya bukan dengan namanya (yang sudah kami kenal).

Beliau bersabda: "Bukankah ini bulan Dzul Hijjah?".
Kami menjawab: "Benar".

Kemudian Beliau bertanya lagi: "Negeri apakah ini?".
Kami menjawab: "Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui".

Sejenak Beliau kembali terdiam sehingga sekali lagi kamipun menduga bahwa Beliau akan menamakannya bukan dengan namanya (yang sudah kami kenal).

Beliau bersabda: "Bukankah ini negeri haram?".
Kami menjawab: "Benar".

Lalu Beliau bersabda: "Sesungguhnya darah kalian, harta-harta kalian haram atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini, pada bulan kalian ini dan di negeri kalian ini hingga hari kalian berjumpa dengan Rabb kalian. Bukankah aku telah menyampaikannya?".

Mereka menjawab: "Ya, sudah".

Kemudian Beliau melanjutkan: "Ya Allah, saksikanlah. Maka hendaklah yang menyaksikan menyampaikannya kepada yang tidak hadir, karena betapa banyak orang yang disampaikan dapat lebih mengerti dari pada orang yang mendengar.

Dan janganlah kalian kembali menjadi kafir sepeninggalku, kalian saling memukul tengkuk kalian satu sama lain (saling membunuh)."
(Hadits Bukhari No. 1625)

Khutbah pada hari-hari Mina
'Ashim bin Muhammad bin Zaid dari bapaknya dari Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma berkata:

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ketika berada di Mina: "Apakah kalian mengetahui, hari apakah ini?".
Orang-orang menjawab: "Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui".
Beliau bersabda: "Ini adalah hari haram (suci)".

Beliau bertanya lagi: "Apakah kalian mengetahui, negeri apakah ini?".
Mereka menjawab: "Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui".
Beliau berkata: "Ini adalah negeri haram".

Beliau bertanya lagi: "Apakah kalian mengetahui, bulan apakah ini?".
Mereka menjawab: "Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui".

Beliau berkata: "Ini adalah bulan haram. Sungguh Allah telah mengharamkan darah kalian, harta-harta kalian dan kehormatan kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini, pada bulan kalian ini dan di negeri kalian ini".

Berkata, Hisyam bin Al Ghor telah mengabarkan kepada saya Nafi' dari Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma:

"Nabi wukuf pada hari Nahar diantara tempat-tempat melempar jumrah pada pelaksanaan haji yang Beliau laksanakan sebagaimana hadits ini.

Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam segera bersabda: ˝Ya Allah saksikanlah˝.

Maka orang-orang menjadi tenang. Mereka berkata: ˝Ini adalah haji wada˝."
(Hadits Bukhari No. 1626)

Bolehkah orang-orang yang memberi minum jamaah haji atau selain mereka mabit di Makkah di malam-malam Mina?
dari Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma bahwa;

"Al 'Abbas Radhiyallahu meminta izin kepada Rasulullah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk bermalam di Makkah selama malam-malam Mina untuk (melayani) menyediakan minum buat Beliau.

Maka Beliau mengizinkannya."
(Hadits Bukhari No. 1627)

« Lempar Jumrah Ziarah Hari Nahr »

Semua Hadits Shahih Bukhari Imam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama