Hadits Bukhari Tentang Hadyu / Hewan Kurban

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Imam Al-Bukhari Tentang Hadyu / Hewan Kurban.

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabHaji
TentangHadyu / Hewan Kurban
Nomor1575 - 1609
No. VersiFathul Bari


Orang yang melakukan haji tamattu' yang dimulai dari umrah ke haji
Abu Jamrah berkata;

Aku bertanya kepada Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma tentang muth'ah (haji tamattu'), maka dia memerintahkan aku untuk melaksanakannya.

Dan aku bertanya pula kepadanya tentang Al Hadyu (hewan kurban), maka dia berkata: "Untuk Al Hadyu boleh unta, sapi atau kambing atau bersekutu dalam darahnya (kolektif dalam penyembilahannya)."

Dia berkata: "Seakan orang-orang tidak menyukainya. Kemudian aku tidur lalu aku bermimpi seakan ada orang yang menyeru: Haji mabrur dan tamattu' yang diterima".

Kemudian aku menemui Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma lalu aku ceritakan mimpiku itu, maka dia berkata: "Allahu Akbar, ini sunnah Abu Al Qasim Shallallahu'alaihiwasallam".

Dia berkata; Dan berkata, Adam, Wahb bin Jarir dan Ghundar dari Syu'bah dengan redaksi: "Umrah mutaqabbalah (Umrah yang diterima) dan haji mabrur".
(Hadits Bukhari No. 1575)

Mengendarai hewan kurban
dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu

bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melihat seseorang sedang menggiring untanya, maka Beliau berkata: "Kendarailah unta itu".

Orang itu menjawab: "Unta ini untuk kurban".
Maka Beliau Shallallahu'alaihiwasallam mengulangi perintahnya: "Kendarailah unta itu".
Orang itu kembali menjawab: "Unta ini untuk kurban".

Lalu Beliau berkata: "Kendarailah unta itu, celakalah kau!"

Kalimat ini Beliau ucapkan pada ucapan Beliau yang ketiga atau kedua.
(Hadits Bukhari No. 1576)

Mengendarai hewan kurban
dari Anas radliallahu 'anhu

bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam melihat seseorang sedang menggiring untanya, maka Beliau berkata: "Kendarailah unta itu".

Orang itu menjawab: "Unta ini untuk kurban".

Maka Beliau Shallallahu'alaihiwasallam mengulangi perintahnya: "Kendarailah unta itu",
sampai tiga kali.
(Hadits Bukhari No. 1577)

Orang yang menggiring hewan kurban bersamanya
Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma berkata;

Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melaksanakan haji tamattu saat haji wada' dengan dengan menggabungkan niat (berihram) 'umrah dan hajinya dan Beliau membawa hewan kurban.

Beliau menggiring hewan kurbannya dari Dzul Hulaifah lalu Beliau memulai berihram dengan niat 'umrah lalu berihram untuk haji. Sedangkan orang-orang berhaji tamattu' bersama Nabi Shallallahu'alaihiwasallam dengan niat ihram 'umrah untuk pelaksanaan haji mereka. Diantara mereka ada yang membawa hewan kurban dan ada yang tidak membawa hewan kurban.

Ketika Nabi Shallallahu'alaihiwasallam tiba di Makkah, Beliau berkata, kepada orang banyak: "Barangsiapa dari kalian yang membawa hewan kurban maka baginya tidak halal suatu apapun yang diharamkan baginya hingga dia menyelesaikan seluruh manasik hajinya dan siapa dari kalian yang tidak membawa hewan kurban hendaklah dia thawaf di Ka'bah Baitullah dan sa'i antara bukit Shafaa dan Marwah kemudian dia memotong rambutnya lalu bertahallul. Kemudian dia berihram untuk haji. Dan siapa yang tidak memiliki hewan kurban hendaklah dia shaum (puasa) selama tiga hari pada masa pelaksanaan haji dan tujuh hari jika telah kembali kepada keluarganya.

Sesuatu yang harus dilakukannya ketika tiba di Makkah adalah thawaf mencium Ar-Rukun (Al Hajar Al Aswad) yang thawaf nya itu dengan berjalan cepat pada tiga putaran dan berjalan biasa pada empat putaran lainnya, kemudian setelah menyelesaikan thawaf nya di Ka'bah Baitullah itu supaya dia shalat dua raka'at dibelakang maqam Ibrahim, kemudian salam dan setelah selesai hendaklah dia menuju bukit Ash-Shafaa lalu melaksanakan sa'i antara bukit Shafaa dan Marwah tujuh putaran, lalu tidak menghalalkan apa yang diharamkan baginya hingga menyelesaikan manasaik hajinya dan menyembelih hewan kurban pada hari Nahar.

Setelah itu dia bertolak menuju Makkah, lalu thawaf, maka menjadi halallah segala sesuatu yang sebelumnya diharamkan baginya. Maka mereka yang berkurban dan membawa hewan kurban melakukan seperti yang Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam lakukan".

Dan dari 'Urwah bahwa 'Aisyah radliallahu 'anha mengabarkannya dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam dalam pelaksanaan haji tamattu' dengan niat 'umrah dalam pelaksanaan haji Beliau, maka orang-orang berhaji tamattu' bersama Beliau sebagaimana yang dikabarkan kepadaku oleh Salim dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma dari Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam.
(Hadits Bukhari No. 1578)

Orang yang membeli hewan kurban di jalan
dari Nafi' berkata;

'Abdullah bin 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhum berkata, kepada bapaknya: "Bangkitlah karena aku tidak dapat menjamin bahwa kamu tidak akan dihalangi untuk thawaf di Ka'bah Baitullah".

Maka dia berkata: "Kerjakanlah seperti apa yang telah dilakukan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam karena Allah subhanahu wata'ala telah berfirman: (Sungguh bagi kalian ada suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah).

Dan aku bersaksi kepada kalian bahwa aku telah mewajibkan diriku sendiri untuk melaksanakan 'umrah lalu aku berihram untuk 'umrah dari rumah".

Dia berkata: "Tidaklah pelaksanaan haji dan 'umrah itu kecuali satu".

Lalu dia membeli hewan kurban di Qudaid lalu masuk (makkah) dan thawaf untuk haji dan 'umrah sekali thawaf dan tidak bertahallul hingga telah selesai (tahallul) dari keduanya".
(Hadits Bukhari No. 1579)

Orang yang memberi syiar dan mengalungkan sesuatu pada hewan kurban di Dzul Hulaifah kemudian melakukan ihram
dari Al Miswar bin Makhramah dan Marwan keduanya berkata:

"Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berangkat saat perjanjian Al Hudaibiyah dari Madinah bersama sekitar seribu orang sahabat Beliau hingga ketika sampai di Dzul Hulaifah, Nabi Shallallahu'alaihiwasallam mengikatnya dan menandai hewan kurban Beliau, lalu berihram untuk umrah".
(Hadits Bukhari No. 1580)

Orang yang memberi syiar dan mengalungkan sesuatu pada hewan kurban di Dzul Hulaifah kemudian melakukan ihram
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata;

"Aku mengikatkan kalung pada hewan kurban Nabi Shallallahu'alaihiwasallam dengan tanganku sendiri lalu Beliau mengikatnya, manandainya dan menyembelihnya.

Maka apa-apa yang diharamkan setelah itu menjadi halal baginya".
(Hadits Bukhari No. 1581)

Menggantungkan kalung pada leher hewan kurban dan sapi
dari Hafshah radliallahu 'anhu berkata;

Aku berkata: "Wahai Rasulullah, apa yang telah diperbuat oleh orang-orang itu mereka bertahallul sedangkan anda tidak?".

Beliau berkata: "Aku telah mengikat rambutku, telah aku tandai hewan kurbanku, maka tidak halal bagiku segala sesuatu hingga aku menyelesaikan seluruh manasik haji".
(Hadits Bukhari No. 1582)

Menggantungkan kalung pada leher hewan kurban dan sapi
'Aisyah radliallahu 'anha berkata;

"Adalah Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam membawa hewan kurbannya dari Madinah lalu aku mengikatkan kalung pada hewan kurban Beliau maka Beliau tidak menjauhi sesuatu apa-apa yang harus dijauhi oleh orang yang berihram".
(Hadits Bukhari No. 1583)

Memberi syiar pada hewan kurban
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata;

"Aku mengikatkan kalung pada hewan kurban Nabi Shallallahu'alaihiwasallam, lalu Beliau menandainya dan mengikatnya atau aku mengikatnya kemudian Beliau mengirim hewan kurbannya itu ke Baitullah dan Beliau tinggal di Madinah.

Maka apa-apa yang diharamkan bagi Beliau setelah itu menjadi halal baginya".
(Hadits Bukhari No. 1584)

Orang yang memasang kalung dengan tangannya
dari 'Amrah binti 'Abdurrahman bahwasanya dia mengabarkan

bahwa Ziyad bin Abu Sufyan menulis surat kepada 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa 'Abdullah bin 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata: "Barangsiapa yang membawa hewan kurban maka haram baginya sebagaimana diharamkan terhadap orang yang berhaji hingga dia menyembelih hewan kurbannya".

'Amrah berkata; Maka dia ('Aisyah radliallahu 'anha) berkata: "Bukan begitu halnya sebagaimana yang dikatakan Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhu. Sungguh aku telah mengikatkan kalung (sebagai tanda) pada hewan kurban Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dengan tanganku sendiri lalu Rasulullah Shallallahu' alaihi wasallam mengikatnya dengan tangan Beliau lalu mengirimnya bersama bapakku.

Dan tidak menjadi diharamkan bagi Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam sesuatu yang Allah halalkan hingga hewan kurbannya disembelih".
(Hadits Bukhari No. 1585)

Memasang kalung pada kambing
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata:

"Suatu kali Nabi Shallallahu'alaihiwasallam mempersembahkan hewan kurbannya berupa seekor kambing".
(Hadits Bukhari No. 1586)

Memasang kalung pada kambing
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata:

"Aku telah mengikatkan kalung (sebagai tanda) pada hewan kurban Nabi Shallallahu'alaihiwasallam lalu Beliau mengikat kambingnya kemudian tingal bersama keluarganya secara halal".
(Hadits Bukhari No. 1587)

Memasang kalung pada kambing
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata:

"Aku telah mengikatkan kalung (sebagai tanda) pada kambing (hewan kurban) milik Nabi Shallallahu'alaihiwasallam lalu Beliau mengirimnya kemudian Beliau tinggal (bersama keluarganya) secara halal".
(Hadits Bukhari No. 1588)

Memasang kalung pada kambing
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata:

"Aku telah mengikatkan kalung (sebagai tanda) pada hewan kurban milik Nabi Shallallahu'alaihiwasallam,

yang dia maksud adalah hewan qalaid (hewan yang ditandai sebagai hewan hadyu), sebelum Beliau berihram".
(Hadits Bukhari No. 1589)

Kalung dari kain wool
dari Ummul Mu'minin radliallahu 'anha berkata:

"Aku telah mengalungkan (pada hewan kurban) dengan kalung terbuat dari benang wol yang ada padaku".
(Hadits Bukhari No. 1590)

Mengalungkan sandal
dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu

bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam melihat seseorang sedang menggiring untanya, maka Beliau berkata: "Kendarailah unta itu".

Orang itu menjawab: "Unta ini untuk kurban".

Maka Beliau Shallallahu'alaihiwasallam mengulangi perintahnya: "Kendarailah unta itu".

Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata: "Aku melihat kemudian orang itu mengendarai untanya berjalan disamping kiri Nabi Shallallahu'alaihiwasallam sedangkan sandalnya digantungnya pada lehernya".
(Hadits Bukhari No. 1591)

Memasang kain pada punggung hewan kurban
dari 'Ali radliallahu 'anhu berkata:

"Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam memerintahkan aku agar mensedekahkan pelana unta yang aku sembelih sebagai kurban dan juga kulitnya".
(Hadits Bukhari No. 1592)

Orang yang membeli hadyu di jalan dan memasangkan kalung pada leher hewan kurban
dari Nafi' berkata;

Bahwa Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma hendak melaksanakan haji pada tahun hajinya Kauk Al Haruriyyah pada zaman kekuasaan Ibnu Az Zubair radliallahu 'anhuma lalu dikatakan kepadanya: "Seungguhnya telah terjadi peperangan di tengah manusia dan aku khawatir mereka akan menghalangimu".

Maka dia berkata, "(Sungguh bagi kalian ada suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah). Maka aku akan melakukan sebagaimana Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam telah melakukannya dan sungguh aku bersaksi kepada kalian bahwa aku sudah mewajibkan (meniatkan) diriku untuk 'umrah".

Kemudian ketika dia tiba di Al Baida' (padang sahara) dia berkata: "Tidaklah pelaksanaan haji dan 'umrah itu kecuali satu dan aku bersaksi kepada kalian bahwa aku telah menggabungkan haji dan 'umrahku dan aku membawa hewan kurban yang aku beli dan telah aku ikat dan tandai."

Maka dia ber thawaf di Ka'bah Baitullah dan sa'i di bukit Ash-Shafaa dan tidak lebih dari itu, tidak bertahallul dari sesuatu yang diharamkan hingga hari Nahar. Maka pada hari Nahar itu dia mencukur rambutnya lalu menyembelih hewan kurbannya dan dia memandang telah menyelesaikan thawaf haji dan 'umrahnya cukup dengan thawaf nya yang pertama,

kemudian dia berkata: "Begitulah apa yang dikerjakan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam".
(Hadits Bukhari No. 1593)

Seorang lelaki menyembelihkan sapi untuk para isterinya tanpa permintaan dari mereka
dari Yahya bin Sa'id dari 'Amrah binti 'Abdurrahman berkata;

Aku mendengar 'Aisyah radliallahu 'anha berkata: Kami keluar bersama Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam pada lima hari terakhir bulan Dzul Qa'dah yang tujuan kami tidak lain kecuali untuk menunaikan haji. Ketika kami sudah dekat dengan kota Makkah, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam memerintahkan:

"Barangsiapa yang tidak membawa Hadyu (hewan kurban) apabila telah thawaf di Ka'bah Baitullah dan sa'i di bukit Shafaa dan Marwah hendaklah dia bertahallul".

'Aisyah radliallahu 'anha berkata: Ketika hari Nahar kami dikirimi daging sapi lalu aku bertanya; "Apa ini?."

Dia menjawab: "Ini kurban Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam atas nama isteri-isteri Beliau".

Yahya berkata; Lalu aku ceritakan kepada Al Qasim, maka dia berkata: "Dia menyampaikan hadits kepadamu secara langsung?".
(Hadits Bukhari No. 1594)

Menyembelih hewan di tempat penyembelihan Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam di Mina
'Ubaidullah bin 'Umar dari Nafi'

"bahwa 'Abdullah radliallahu 'anhu menyembelih hewan kurban pada tempat penyembelihannya".

Berkata, 'Ubaidullah: Yaitu tempat penyembelihan hewan kurban Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam.
(Hadits Bukhari No. 1595)

Menyembelih hewan di tempat penyembelihan Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam di Mina
Musa bin 'Uqbah dari Nafi'

"bahwa Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma mengirim hewan kurbannya dari Jama' pada akhir malam hingga dibawa masuk pada tempat penyembelihan hewan kurban Nabi Shallallahu'alaihiwasallam, bersama para jama'ah haji yang terdiri dari orang-orang merdeka dan para budak".
(Hadits Bukhari No. 1596)

Orang yang menyembelih hewan kurban dengan tangannya
dari Abu Qalabah dari Anas lalu menyebutkan hadits, katanya:

"Nabi Shallallahu'alaihiwasallam menyembelih tujuh ekor unta dengan tangannya sendiri dalam keadaan berdiri dan di Madinah Beliau berkurban dua ekor kambing yang gemuk dan bertanduk pendek."
(Hadits Bukhari No. 1597)

Menyembelih unta dengan terikat
dari Ziyad bin Jubair berkata:

Aku melihat Ibnu 'Umar radliallahu 'anhu mendatangi seseorang yang tengah membaringkan unta yang akan disembelihnya lalu berkata:

"Jadikanlah dia dalam keadaan berdiri dan terikat sebagai sunnah Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam".
(Hadits Bukhari No. 1598)

Menyembelih hewan kurban dengan berdiri
Wuhaib dari Ayyub dari Abu Qalabah dari Anas radliallahu 'anhu berkata;

Nabi Shallallahu'alaihiwasallam melaksanakan shalat Zhuhur di Madinah empat raka'at dan shalat 'Ashar di Dzu Hulaifah dua raka'at lalu Beliau bermalam disana. Ketika pagi harinya Beliau mengendarai tunggangannya lalu Beliau membaca tahlil (Laa ilaaha illallah) dan tasbih (Subhaanallah). Ketika sampai di Al Baida' (padang sahara) Beliau membaca tahlil dan tasbih (dengan suara keras) bersama-sama.

Dan ketika memasuki kota Makkah Beliau memerintahkan mereka agar bertahallul dan Nabi Shallallahu'alaihiwasallam menyembelih tujuh ekor unta dengan tangannya sendiri dalam keadaan berdiri, dan di Madinah Beliau berkurban dua ekor kambing yang gemuk dan bertanduk.
(Hadits Bukhari No. 1599)

Menyembelih hewan kurban dengan berdiri
Isma'il dari Ayyub dari Abu Qalabah dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata;

Nabi Shallallahu'alaihiwasallam melaksanakan shalat Zhuhur di Madinah empat raka'at dan shalat 'Ashar di Dzu Hulaifah dua raka'at.

Dan dari Ayyub dari seseorang dari Anas radliallahu 'anhu; Kemudian Beliau bermalam sampai pagi lalu shalat Shubuh, lalu mengendarai tunggangannya hingga sampai di Al Baida', Beliau berihram untuk 'umrah sekaligus hajinya (menggabungkannya).
(Hadits Bukhari No. 1600)

Penjagal tidak diberi bagian dari hadyu
dari 'Ali radliallahu 'anhu berkata:

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutusku, lalu aku sampai pada hewan kurbanku, maka beliau memerintahkan aku, kemudian aku membagi-bagikan daging kurban tersebut. Kemudian Beliau memerintahkanku pula agar membagikan pelana unta kurban dan juga kulitnya".

Jalur Lain
'Ali radliallahu 'anhu berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkanku agar aku berada (menyaksikan hewan kurbannya) dan membagi-bagikan kurban namun aku tidak boleh memberikan apapun dari hewan kurban itu kepada tukang jagalnya".
(Hadits Bukhari No. 1601)

Sedekah dengan kulit hewan kurban
'Ali radliallahu 'anhu mengabarkan kepadanya bahwa;

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kepadanya agar dia berada (menyaksikan hewan kurbannya) dan membagi-bagikan kurban semuanya dari dagingnya, kulitnya dan pelananya dan agar tidak memberikan apapun dari hewan kurban itu kepada tukang jagalnya".
(Hadits Bukhari No. 1602)

Sedekah dengan kain pelana hewan kurban
'Ali radliallahu 'anhu menceritakan kepadanya, katanya:

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkurban dengan seratus unta lalu Beliau memerintahkanku tentang daging-dagingnya, maka aku membagi-bagikannya, kemudian memerintahkanku tentang pelana-pelananya maka aku membagi-bagikannya kemudian memerintahkan aku tentang kulit-kulitnya maka aku membagi-bagikannya".
(Hadits Bukhari No. 1603)

Firman Allah "Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun.."
dari Ibnu Juraij telah menceritakan kepada kami 'Atho'

dia mendengar Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhu berkata: Kami tidak memakan daging dari hewan kurban kami melebihi tiga hari Mina (Tasyriq) kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberi keringanan kepada kami, sabda Beliau: "Makanlah dan sisakanlah sebagai bekal kalian?".

Aku bertanya kepada 'Atho': "Apakah Beliau berkata: "Hingga kita tiba di Madinah?".
Dia menjawab: "Tidak".
(Hadits Bukhari No. 1604)

Firman Allah "Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun.."
Yahya berkata, telah menceritakan kepada saya 'Amrah berkata;

Aku mendengar 'Aisyah radliallahu 'anha berkata: Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada lima hari terakhir bulan Dzul Qa'dah yang tujuan kami tidak lain kecuali untuk menunaikan haji. Hingga ketika kami sudah dekat dengan kota Makkah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan:

"Barangsiapa yang tidak membawa Hadyu (hewan kurban) apabila telah thawaf di Ka'bah Baitullah hendaklah dia bertahallul".

'Aisyah radliallahu 'anha berkata: Ketika hari Nahar kami dikirimi daging sapi lalu aku bertanya; "Apa ini?."

Dijawab: "Ini kurban Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam atas nama isteri-isteri Beliau".

Yahya berkata; Lalu aku ceritakan hadits ini kepada Al Qasim, maka dia berkata: "Dia menyampaikan hadis kepadamu secara langsung?".
(Hadits Bukhari No. 1605)

Menyembelih sebelum mencukur rambut
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata:

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang mencukur rambut sebelum menyembelih hewan kurban dan pertanyaan yang sejenis itu".

Maka Beliau bersabda: "Tidak apa, tidak dosa".
(Hadits Bukhari No. 1606)

Menyembelih sebelum mencukur rambut
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma;

Ada seorang laki-laki berkata, kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Aku berziarah (ke Ka'bah untuk thawaf) sebelum aku melempar jumrah?".
Beliau bersabda: "Tidak dosa".

Orang itu berkata, lagi: "Aku mencukur rambut sebelum aku menyembelih hewan kurban?".
Beliau bersabda: "Tidak dosa".

Orang itu berkata, lagi: "Aku menyembelih hewan kurban sebelum aku melempar jumrah?".
Beliau bersabda: "Tidak dosa".
(Hadits Bukhari No. 1607)

Menyembelih sebelum mencukur rambut
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata:

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya, kata orang itu: "Aku melempar jumrah setelah sore".
Beliau bersabda: "Tidak dosa".

Orang itu berkata, lagi: "Aku mencukur rambut sebelum menyembelih hewan kurban".
Beliau bersabda: "Tidak dosa".
(Hadits Bukhari No. 1608)

Menyembelih sebelum mencukur rambut
dari Abu Musa radliallahu 'anhu berkata;

Aku menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika Beliau berada di Bathha', lalu Beliau berkata: "Apakah kamu sudah berniat (berihram) untuk haji?".
Aku jawab: "Ya, sudah".

Beliau bertanya lagi: "Bagaimana cara kamu berihram?".
Aku jawab: "Aku berihram dengan bertalbiyah (berniat memulai haji) sebagaimana Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berihram".

Maka Beliau berkata: "Kamu sudah berbuat dengan baik, maka berangkatlah dan thawaflah di Ka'bah Baitullah dan sa'i antara bukit Shafaa dan Marwah".

Kemudian aku menemui seorang wanita dari Bani Qais lalu dia mencari kutu kepalaku. Kemudian aku berihram untuk haji. Setelah itu aku selalu memberi fatwa kepada orang tentang manasik ini hingga masa khilafah 'Umar radliallahu 'anhu yang aku menceritakan kepadanya, maka dia berkata:

"Jika kita mengambil pelajaran dari Kitab Allah maka Dia memerintahkan kita untuk menyempurnakannya dan apabila kita mengambil sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak bertahallul hingga Al Hadyu sampai pada tempat penyembelihannya".
(Hadits Bukhari No. 1609)

« Mencukur Rambut Muzdalifah »

Semua Hadits Shahih Bukhari Imam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama