Hadits Bukhari Tentang Shalat Witir

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Al-Bukhari Tentang Shalat Witir (Ganjil).

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabJumat
TentangShalat Witir
Nomor936 - 945
No. VersiFathul Bari


Tentang Shalat Witir
dari Nafi' dan 'Abdullah bin Dinar dari Ibnu 'Umar,

bahwa ada seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang shalat malam. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir akan masuk waktu shubuh, hendaklah ia shalat satu rakaat sebagai witir (penutup) bagi shalat yang telah dilaksanakan sebelumnya."

Dan dari Nafi'
"bahwa 'Abdullah bin 'Umar memberi salam di antara satu rakaat dan dua rakaat witir hingga dia menuntaskan sebagian keperluannya."
(Hadits Bukhari No. 936)

Tentang Shalat Witir
dari Kuraib bahwa Ibnu 'Abbas mengabarkan kepadanya,

bahwa dia pernah bermalam di rumah Maimunah, bibinya dari pihak ibu.

Ia mengatakan, "Aku tidur pada sisi tikar sedangkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan isterinya berbaring pada bagian tengahnya. Beliau tidur hingga pertengahan malam atau kurang sedikit, kemudian beliau bangun dan mengusap sisa tidur pada wajahnya, membaca sepuluh ayat dari surah Ali 'Imran. Kemudian beliau berdiri mengambil geriba berisi air yang digantung, beliau berwudhu dengan wudhu yang sempurna lalu mendirikan shalat.

Aku kemudian mengerjakan seperti apa yang beliau kerjakan, aku lantas berdiri disampingnya. Beliau kemudian meletakkan tangan kanannya di atas kepalaku, meraih telingaku dan menariknya (menggeser).

Kemudian beliau shalat dua rakaat, lalu dua rakaat, lalu dua rakaat, lalu dua rakaat, lalu dua rakaat, lalu dua rakaat, lalu shalat witir.

Kemudian Beliau berbaring hingga seorang mu'adzin mendatanginya, kemudian beliau melaksanakan shalat dua rakaat lalu keluar melaksanakan shalat subuh."
(Hadits Bukhari No. 937)

Tentang Shalat Witir
'Abdurrahman bin Al Qasim menceritakan kepadanya dari Bapaknya dari 'Abdullah bin 'Umar berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Shalat malam dua rakaat dua rakaat, jika kamu hendak mengakhirinya, maka shalatlah satu rakaat sebagai penutup dari shalatmu sebelumnya."

Al Qasim berkata, "Semenjak kami ketahui, kami melihat orang-orang mengerjakan witir dengan tiga rakaat. Sesungguhnya urusan ini adalah kelonggaran yang aku berharap bukan menjadi perkara yang salah."
(Hadits Bukhari No. 938)

Tentang Shalat Witir
telah menceritakan kepadaku 'Urwah bahwa 'Aisyah mengabarkan kepadanya,

"bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat sebelas rakaat, begitulah cara beliau shalat -yakni shalat tahajud-. Dalam shalat tersebut beliau sujud seperti lamanya kalian membaca sekitar lima puluh ayat sebelum mengangkat kepalanya.

Dan beliau mengerjakan shalat dua rakaat sebelum melaksanakan shalat subuh. Kemudian beliau berbaring pada sebelah tubuh sebelah kanan hingga datang mu'adzin (membangunkan) untuk shalat."
(Hadits Bukhari No. 939)

Waktu-waktu Pelaksanaan Shalat Witir
Hammad bin Zaid berkata, telah menceritakan kepada kami Anas bin Sirin berkata,

Aku bertanya kepada Ibnu 'Umar, "Apakah shalat dua rakaat sebelum shalat Fajar bacaannya dipanjangkan?"

Maka dia menjawab, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat malam dua rakaat dua rakaat lalu witir dengan satu rakaat, dan beliau mengerjakan shalat dua rakaat sebelum melaksanakan shalat Fajar, seakan adzan ada di sisi telinganya."

Hammad berkata, "Maksudnya beliau melaksanakan dua rakaat tersebut dengan cepat."
(Hadits Bukhari No. 940)

Waktu-waktu Pelaksanaan Shalat Witir
dari 'Aisyah ia berkata,

"Sepanjang malam Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat witir dan berhenti pada waktu sahur."
(Hadits Bukhari No. 941)

Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam Senantiasa Membangunkan Keluarga Beliau Untuk Melaksanakan Shalat Witir
dari 'Aisyah berkata,

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah berdiri shalat malam sedangkan aku berbaring membentang di atas tikarnya. Apabila akan melaksanakan shalat witir, beliau membangunkan aku hingga aku pun mengerjakan shalat witir."
(Hadits Bukhari No. 942)

Menjadikan Penutup Shalat Malam Dengan Shalat Witir
dari 'Abdullah bin 'Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:

"Jadikanlah akhir shalat malam dengan ganjil (witir)."
(Hadits Bukhari No. 943)

Malaksanakan Shalat Witir di atas Binatang Tunggangan (Kendaraan)
dari Sa'd bin Yasar bahwa dia berkata,

Aku bersama 'Abdullah bin 'Umar pernah berjalan di jalanan kota Makkah.

Sa'id berkata, "Ketika aku khawatir akan (masuknya waktu) Shubuh, maka aku pun singgah dan melaksanakan shalat witir. Kemudian aku menyusulnya, maka Abdullah bin Umar pun bertanya, ˝Dari mana saja kamu?˝

Aku menjawab, ˝Tadi aku khawatir akan (masuknya waktu) Shubuh, maka aku singgah dan melaksanakan shalat witir.˝

'Abdullah bin 'Umar berkata, ˝Bukankah kamu telah memiliki suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?˝
Aku menjawab, ˝Ya. Demi Allah.˝

Abdullah bin Umar berkata, ˝Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat witir di atas untanya˝."
(Hadits Bukhari No. 944)

Shalat Witir Saat Bepergian
dari Ibnu 'Umar berkata,

"Jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam perjalanan, maka beliau mengerjakan shalat di atas tunggangannya kemana saja hewan itu menghadap, beliau mengerjakannya dengan isyarat, kecuali shalat fardhu. Dan beliau juga mengerjakan shalat witir di atas kendaraannya."
(Hadits Bukhari No. 945)

« Doa Qunut Idul Fitri & Adha »

Semua Hadits Shahih BukhariImam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama