Hadits Bukhari Tentang Shalat Istisqa Meminta Hujan

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Al-Bukhari Tentang Shalat Istisqa untuk meminta hujan kepada Allah SWT.

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabJumat
TentangShalat Istisqa
Nomor950 - 973
No. VersiFathul Bari


Tentang Shalat Istisqa dan Keluarnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam untuk Shalat Istisqa
dari 'Abbad bin Tamim dari Pamannya ia berkata,

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah keluar melaksanakan shalat istisqa' dengan membalik selendangnya."
(Hadits Bukhari No. 950)

Do'a Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam: "Ya Allah, Timpakanlah Kepada Mereka Paceklik Sebagaimana Pernah Menimpa Kaum Nabi Yusuf AS…"
dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah,

bahwa jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat kepalanya dari rukuk yang akhir, beliau membaca:

"ALLAHUMMA ANJI AYYASY IBNA ABII RABI'AH ALLAHUMMA ANJI SALAMAH IBNA HISYAM ALLAHUMMA ANJIL WALIDA IBNAL WALIID ALLAHUMMA ANJIL MUSTADL'AFIINA MINAL MU`MINIINA ALLAHUMMASDUD WATH`ATAKA 'ALAA MUDLAR ALLHUMMALHAA SINIINA YUSUF
(Ya Allah selamatkanlah 'Ayyasy bin Abu Rabi'ah, Ya Allah selamatkanlah Salamah bin Hisyam, Ya Allah selamatkanlah Al Walib bin Al Walid, Ya Allah selamatkanlah orang-orang yang lemah dari orang-orang beriman. Ya Allah keraskanlah sikaan-Mu atas suKu Mudlar dan timpakanlah kepada mereka musim paceklik sebagaimana terjadi di zaman Yusuf)."

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam juga berdoa: "Suku Ghifar, semoga Allah mengampuni mereka. Suku Aslam, semoga Allah menyelamatkan mereka."

Ibnu Abu Az Zinad menyebutkan dari Bapaknya, "Semua ini dilakukan pada shalat Shubuh."
(Hadits Bukhari No. 951)

Do'a Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam: "Ya Allah, Timpakanlah Kepada Mereka Paceklik Sebagaimana Pernah Menimpa Kaum Nabi Yusuf AS…"
dari Masyruq berkata, Kami pernah bersama 'Abdullah ketika dia berkata,

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ketika melihat orang-orang berpaling (dari Islam):

"Ya Allah, timpakanlah kepada mereka masa paceklik tujuh tahun seperti kejadian zaman Yusuf."

Maka terjadilah masa paceklik tersebut dimana tidak ada tumbuhan-tumbuhan yang tumbuh sehingga mereka memakan kulit, bangkai dan barang-barang busuk. Kemudian ada seorang dari mereka yang memandang ke langit melihat awan lantaran lapar.

Lalu Abu Sufyan menemui beliau seraya berkata, "Ya Muhammad, kamu adalah orang yang memerintahkan untuk taat kepada Allah dan menyambung silaturrahim, kaummu telah binasa, maka mintalah kepada Allah untuk mereka."

Allah lalu berfirman: "(Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata) hingga firman-Nya: (Sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar). (Ingatlah) hari (ketika) kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya kami adalah pemberi balasan)" (Qs. Ad Dukhaan: 10-16).

Siksaan (hantaman yang keras) adalah saat mereka terbunuh dalam perang Badar. Dan saat awan gelap sudah berlalu.
(Hadits Bukhari No. 952)

Permintaan Orang-orang Kepada Imam Untuk Melaksanakan Shalat Istisqa' untuk Memohon Turunnya Hujan Ketika Musim Kemarau
'Abdurrahman bin 'Abdullah bin Dinar dari Bapaknya berkata,

Aku mendengar Ibnu 'Umar menirukan sya'irnya Abu Thalib, "#Wajahnya yang putih mengharap turunnya awan (hujan), #sumber kehidupan anak-anak yatim dan pelindung para janda."

Dan Umar bin Hamzah berkata, telah menceritakan kepada kami Salim dari Bapaknya,

barangkali aku sebutkan kepadanya perkataan syair -sementara aku lihat wajah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meminta turunnya hujan. Maka beliau belum selesai, setiap aliran air telah penuh dengan air- "#Wajahnya yang putih mengharap turunnya awan (hujan), #sumber kehidupan anak-anak yatim dan pelindung para janda."

Itulah perkataan Abu Thalib.
(Hadits Bukhari No. 953)

Permintaan Orang-orang Kepada Imam Untuk Melaksanakan Shalat Istisqa' untuk Memohon Turunnya Hujan Ketika Musim Kemarau
dari Anas bin Malik

bahwa 'Umar bin Al Khaththab radliallahu 'anhu ketika kaum muslimin tertimpa musibah, ia meminta hujan dengan berwasilah kepada 'Abbas bin 'Abdul Muththalib seraya berdo'a, "Ya Allah, kami meminta hujan kepada-Mu dengan perantaraan Nabi kami, kemudian Engkau menurunkan hujan kepada kami. Maka sekarang kami memohon kepada-Mu dengan perantaraan paman Nabi kami, maka turunkanlah hujan untuk kami."

Anas berkata, "Mereka pun kemudian mendapatkan hujan."
(Hadits Bukhari No. 954)

Merubah Posisi Selendang Ketika Berdoa Dalam Shalat Istisqa
dari 'Abdullah bin Zaid,

"bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah berdoa meminta hujan dengan membalik selendangnya."
(Hadits Bukhari No. 955)

Merubah Posisi Selendang Ketika Berdoa Dalam Shalat Istisqa
dari pamannya 'Abdullah bin Zaid,

bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah keluar menuju tempat shalat kemudian melaksanakan shalat istisqa' (meminta hujan). Beliau menghadap kiblat dan membalik posisi selendangnya, lalu melaksanakan shalat dua rakaat."

Abu 'Abdullah berkata, "Ibnu 'Uyainah berkata, ˝Dia adalah seorang mu'adzin tetapi dia ragu, karena orang ini -'Abdullah bin Zaid bin 'Ashim Al mazini- adalah Mazin Al Anshar˝."
(Hadits Bukhari No. 956)

Pelaksanaan Shalat Istisqa di Masjid Jami'
Syarik bin 'Abdullah bin Abu Namir bahwa dia mendengar Anas bin Malik menceritakan,

bahwa ada seorang laki-laki masuk ke dalam Masjid pada hari Jum'at dari pintu yang berhadapan dengan mimbar, sedangkan saat itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang menyampaikan khutbah.

Orang itu kemudian menghadap ke arah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam serata berkata, "Wahai Rasulullah, harta benda telah habis dan jalan-jalan terputus. Maka mintalah kepada Allah agar menurunkan hujan buat kami!"

Anas berkata, "Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya seraya berdoa: ˝Ya Allah berilah kami hujan, Ya Allah berilah kami hujan, Ya Allah berilah kami hujan˝."

Anas melanjutkan kisahnya, "Demi Allah, sebelum itu kami tidak melihat sedikitpun awan baik yang tebal maupun yang tipis. Juga tidak ada antara tempat kami dan bukit itu rumah atau bangunan satupun. Tiba-tiba dari bukit itu tampaklah awan bagaikan perisai. Ketika sudah membumbung sampai ke tengah langit, awan itupun menyebar dan hujan pun turun."

Anas melanjutkan, "Demi Allah, sungguh kami tidak melihat matahari selama enam hari. Kemudian pada Jum'at berikutnya, orang itu masuk kembali dari pintu yang sama dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang berdiri menyampaikan khutbahnya.

Kemudian orang itu menghadap beliau seraya berkata, ˝Wahai Rasulullah, harta benda telah binasa dan jalan-jalanpun terputus. Maka mintalah kepada Allah agar menahan hujan!˝."

Anas berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lantas mengangkat kedua tangannya seraya berdoa: ˝Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami saja dan jangan membahayakan kami. Ya Allah turunkanlah di atas bukit-bukit, gunung-gunung, bendungan air (danau), dataran tinggi, jurang-jurang yang dalam serta pada tempat-tempat tumbuhnya pepohonan˝."

Anas berkata, "Maka hujan berhenti. Kami lalu keluar berjalan-jalan di bawah sinar matahari."

Syarik berkata, "Aku bertanya kepada Anas bin Malik, ˝Apakah laki-laki itu adalah laki-laki yang pertama?˝
Anas menjawab, ˝Aku tak tahu˝."
(Hadits Bukhari No. 957)

Berdoa Memohon Turunnya Hujan Dalam Khutbah Jumat Tanpa Menghadap Ke Arah Qiblat
dari Syarik dari Anas bin Malik

bahwa ada seorang memasuki masjid pada hari Jum'at dari pintu yang menghadap Darul Qadla' (rumah 'Umar bin Al Khaththab).

Saat itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang berdiri menyampaikan khutbah, orang itu lalu berdiri menghadap Rasulullah seraya berkata, "Wahai Rasulullah, harta benda telah habis dan jalan-jalan terputus. Maka mintalah kepada Allah agar menurunkan hujan buat kami!"

Anas bin Malik berkata, "Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya seraya berdoa: ˝Ya Allah berilah kami hujan, Ya Allah berilah kami hujan, Ya Allah berilah kami hujan˝."

Anas bin Malik melanjutkan, "Demi Allah, sebelum itu kami tidak melihat sedikitpun awan baik yang tebal maupun yang tipis. Juga tidak ada antara tempat kami dan bukit itu rumah atau bangunan satupun. Tiba-tiba dari bukit itu tampaklah awan bagaikan perisai. Ketika sudah membumbung sampai ke tengah langit, awan itupun menyebar lalu turunlah hujan."

Anas bin Malik berkata, "Demi Allah, sungguh kami tidak melihat matahari selama enam hari. Kemudian pada Jum'at berikutnya, ada seorang laki-laki masuk kembali dari pintu yang sama sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang beridiri menyampaikan khutbahnya.

Orang itu lalu berdiri menghadap beliau seraya berkata, ˝Wahai Rasulullah, harta benda telah binasa dan jalan-jalan pun terputus. Maka mintalah kepada Allah agar menahan hujan dari kami!˝

Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun mengangkat kedua tangannya seraya berdoa: ˝Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami saja dan jangan membahayakan kami. Ya Allah turunkanlah di atas bukit-bukit, dataran tinggi, jurang-jurang yang dalam serta pada tempat-tempat tumbuhnya pepohonan˝."

Anas bin Malik berkata, "Maka hujan pun berhenti. Lalu kami keluar berjalan-jalan di bawah sinar matahari."

Syarik berkata, "Aku bertanya kepada Anas bin Malik, ˝Apakah laki-laki tadi juga laki-laki yang pertama?˝
Dia menjawab, ˝Aku tak tahu˝."
(Hadits Bukhari No. 958)

Berdoa Memohon Turunnya Hujan di atas Mimbar
dari Anas bin Malik berkata,

"Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang berkhutbah pada hari Jum'at, tiba-tiba ada seorang laki-laki mendatangi beliau seraya berkata, ˝Wahai Rasulullah, hujan sudah lama tidak turun, berdo'alah kepada Allah agar menurunkan hujan buat kita˝.

Maka beliau pun berdoa hingga hujan pun turun, dan hampir-hampir kami tidak bisa pulang ke rumah kami. Dan hujan terus turun hingga hari Jum'at berikutnya."

Anas bin Malik berkata, "Laki-laki itu atau lelaki lain berdiri lalu berkata, ˝Wahai Rasulullah, berdo'alah kepada Allah agar hujan segera dialihkan dari kami.˝

Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdoa: ˝Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami saja dan jangan membahyakan kami˝."

Anas bin Malik berkata, "Sungguh aku melihat awan berpencar ke kanan dan kiri, lalu hujan turun namun tidak menghujani penduduk Madinah."
(Hadits Bukhari No. 959)

Orang Yang Berpendapat Cukup Dengan Shalat Jumat Dalam Memohon Turunnya Hujan
dari Anas bin Malik berkata,

Ada seorang laki-laki datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata, "Harta benda telah rusak dan jalan-jalan terputus, maka mintalah kepada Allah agar menurunkan air hujan."

Maka beliau pun berdoa hingga turun hujan kepada kami dari hari Jum'at ke Jum'at berikutnya.

Laki-laki itu kemudian datang lagi seraya berkata, "Rumah-rumah telah roboh, jalan-jalan terputus dan harta benda rusak. Maka berdo'alah kepada Allah agar menahan hujan."

Beliau kemudian berdiri dan berdoa: "Ya Allah turunkanlah di atas bukit-bukit, dataran tinggi, jurang-jurang yang dalam serta pada tempat-tempat tumbuhnya pepohonan."

Maka awan pun menjauh dari Madinah seperti kain.
(Hadits Bukhari No. 960)

Doa Yang Dibaca ketika Jalan-Jalan Terhalang Karena Banjir Akibat Hujan Yang Terus Menerus
dari Anas bin Malik berkata,

Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata, "Wahai Rasulullah, harta benda telah rusak dan jalan-jalan terputus, maka berdo'alah kepada Allah."

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu berdoa hingga hujan pun turun kepada kami dari hari Jum'at ke Jum'at berikutnya.

Kemudian datang lagi seorang laki-laki kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata, "Wahai Rasulullah, rumah-rumah telah roboh, jalan-jalan terputus dan harta benda rusak!"

Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun berdoa: "Ya Allah turunkanlah di puncak-puncak gunung, perbukitan, jurang-jurang yang dalam serta tempat-tempat tumbuhnya pepohonan."

Maka awan itu pun menjauh dari Madinah seperti kain.
(Hadits Bukhari No. 961)

Ada Sebagian Riwayat Yang Mengatakan Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam Tidak Merubah Posisi Selendang Beliau Saat Memohon Turunnya Hujan Pada Khutbah Shalat Jumat
dari Anas bin Malik,

"bahwa ada seorang laki-laki mengadu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ˝Harta benda telah binasa dan sanak keluarga sudah kesusahan!˝
Kemudian beliau berdoa kepada Allah meminta hujan."

Namun Anas tidak menyebutkan bahwa beliau membalik selendang dan menghadap kiblat.
(Hadits Bukhari No. 962)

Jika Masyarakat Meminta Kepada Imam Untuk Melakukan Shalat Istisqa Maka Dia Tidak Boleh Menolak Permintaan Tersebut
dari Anas bin Malik bahwa dia berkata,

Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata, "Wahai Rasulullah, harta benda telah rusak dan jalan-jalan terputus, maka berdo'alah kepada Allah!"

Beliau lalu berdoa sehingga hujan pun turun kepada kami dari hari Jum'at ke Jum'at berikutnya.

Kemudian datang lagi seseorang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, rumah-rumah telah roboh, jalan-jalan terputus dan harta benda menjadi rusak!"

Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdoa: "Ya Allah turunkanlah di puncak-puncak gunung, perbukitan, jurang-jurang yang dalam dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan."

Maka awan menjauh dari Madinah seperti kain.
(Hadits Bukhari No. 963)

Ketika Kaum Musyrikin Meminta Kaum Muslimin Saat Terjadi Kemarau (Untuk Melaksanakan Istisqa)
dari Sufyan telah menceritakan kepada kami Manshur dan Al A'masy dari Abu Adl Dluha dari Masyruq berkata,

Aku pernah menemui Ibnu Mas'ud, lalu ia berkata, "Orang-orang Quraisy telah berpaling dari (menolak) Islam, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdoa agar mereka terkena adzab. Maka terjadilah masa paceklik dimana tidak ada tumbuhan-tumbuhan yang hidup sehingga mereka memakan kulit, bangkai dan barang-barang yang telah busuk.

Kemudian datang Abu Sufyan kepada beliau seraya berkata, ˝Ya Muhammad, kamu telah datang untuk memerintahkan orang agar menyambung silaturrahim, sekarang kaummu telah binasa. Maka mintalah kepada Allah!˝

Beliau kemudian membaca ayat: ˝(Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata)˝ (Qs. Ad Dukhan: 10).

Namun kemudian mereka kembali kepada kekafiran mereka. Maka terjadilah seperti dalam firman-Nya: ˝(Ingatlah) hari (ketika) kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya kami adalah pemberi balasan)˝ (Qs. Ad Dukhan: 16).
Yakni pada saat perang Badar."

Abu 'Abdullah berkata; Asbath menambahkan dari Manshur,

"Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdoa hingga mereka mendapatkan air hujan, dan hujan tersebut menyelimuti mereka selama tujuh hari. Kemudian orang-orang mengeluh karena hujan yang lebat terus menerus.

Beliau kemudian berdoa: ˝Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami saja dan jangan membahyakan kami.˝

Maka awan pun menyingkir dari atas kepala beliau, lalu orang-orang mendapatkan air dari sekeliling mereka."
(Hadits Bukhari No. 964)

Doa Ketika Hujan Lebat Terus Menerus: "Ya Allah, Turunkanlah Di Sekitar Kami Saja dan Jangan Sampai Menimbulkan Bencana Kepada Kami…"
dari Anas bin Malik berkata,

Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah pada hari Jum'at, lalu orang-orang berdiri dan berseru, "Wahai Rasulullah, hujan sudah tidak turun hingga pepohonan memerah dan hewan-hewan banyak yang mati. Maka mintalah kepada Allah agar menurunkan hujan buat kami!"

Beliau lalu berdoa: "Ya Allah, berilah kami air hujan." dua kali.

Demi Allah, sebelumnya kami tidak melihat ada awan yang tipis sekalipun hingga muncul awan tebal, kemudian hujan pun turun. Setelah itu beliau turun dari mimbar dan melaksanakan shalat. Setelah selesai, hujan masih terus turun bahkan hingga Jum'at berikutnya.

Maka ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri menyampaikan khutbah, orang-orang kembali berseru kepada beliau: "Rumah-rumah telah hancur, jalan-jalan terputus, berdo'alah kepada Allah agar menahan hujan dari kami!"

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu tersenyum seraya berdoa: "Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami saja dan jangan membahayakan kami."

Maka Madinah menjadi terang kembali dan hujan hanya turun di sekitarnya, bahkan tidak ada hujan setetespun di Madinah. Kemudian aku melihat langit Madinah, dan nampak hujan hanya turun disekitarnya.
(Hadits Bukhari No. 965)

Berdoa Dalam Istisqa Dilakukan Sambil Berdiri
dari Abu Ishaq,

" 'Abdullah bin Yazid Al Anshari keluar menuju lapangan bersama Al Bara' bin 'Azib dan Zaid bin Arqam? radliallahu 'anhum untuk melaksanakan shalat istisqa' (minta hujan).

'Abdullah bin Yazid Al Anshari lalu berdiri di atas kedua kakinya dan tidak di atas mimbar. Dia lalu beristighfar dan melaksanakan shalat dua rakaat dengan mengeraskan bacaannya, tanpa dengan adzan atau pun iqamah."

Abu Ishaq berkata, "'Abdullah bin Yazid Al Anshari pernah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam (melaksanakan seperti itu)."
(Hadits Bukhari No. 966)

Berdoa Dalam Istisqa Dilakukan Sambil Berdiri
telah menceritakan kepadaku 'Abbad bin Tamim bahwa Pamannya -salah seorang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam- mengabarkan kepadanya,

"bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah keluar bersama manusia (melaksanakan shalat istisqa') memintakan hujan untuk mereka. Beliau kemudian berdiri menghadap kiblat dan berdoa dalam keadaan berdiri sambil membalikkan kain selendangnya. Setelah itu mereka pun mendapatkan hujan."
(Hadits Bukhari No. 967)

Mengeraskan Bacaan Surah Dalam Shalat Istisqa
dari 'Abbad bin Tamim dari Pamannya berkata,

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah keluar untuk melaksanakan shalat istisqa', beliau lalu berdoa dengan menghadap ke arah kiblat sambil membalikkan kain selendangnya.

Kemudian beliau melaksanakan shalat dua rakaat dengan mengeraskan bacaannya pada kedua rakaat itu."
(Hadits Bukhari No. 968)

Bagaimana Cara Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam Membalikkan Punggung Beliau Ke Arah Jama'ah?
dari 'Abbad bin Tamim dari Pamannya berkata,

"Aku pernah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di hari saat beliau keluar minta turunnya hujan.

Beliau kemudian menghadap ke arah kiblat dengan menghadapkan punggungnya ke arah manusia, beliau lalu berdoa sambil membalikkan kain selendangnya. Setelah itu beliau mengimami kami shalat dua rakaat dengan mengeraskan bacaan."
(Hadits Bukhari No. 969)

Shalat Istisqa Dua Raka'at
'Abbad bin Tamim dari Pamannya,

"bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah melaksanakan shalat istisqa' (meminta hujan). Beliau lalu melakanakan shalat dua rakaat dan membalik selendangnya."
(Hadits Bukhari No. 970)

Shalat Istisqa Dilaksanakan Di Mushalla (Lapangan)
telah menceritakan kepada kami Sufyan dari 'Abdullah bin Abu Bakar bahwa dia mendengar 'Abbad bin Tamim dari Pamannya ia berkata,

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah keluar untuk melaksanakan shalat istisqa' (meminta hujan). Beliau lalu menghadap kiblat dan melakanakan shalat dua rakaat sambil membalik selendangnya."

Sufyan berkata; telah mengabarkan kepadaku Al Mas'udi dari Abu Bakar berkata,

"Maksudnya selendangnya dipindah dari posisi pundak kanan ke pundak kiri."
(Hadits Bukhari No. 971)

Menghadap Ke Arah Qiblat Ketika Berdo'a Istisqa
'Abdullah bin Zaid Al Anshari mengabarkan kepadanya,

"bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah keluar menuju tempat shalat untuk melaksanakan shalat (istisqa'). Ketika beliau berdoa, atau akan berdoa, beliau menghadap ke arah kiblat dan membalik selendangnya."

Abu 'Abdullah berkata, "'Abdullah bin Zaid ini adalah dari suku Al Maazini. Sedangkan yang pertama (rawi pada hadits ke 966) adalah dari Kufah, yaitu Ibnu Yazid."
(Hadits Bukhari No. 972)

Imam Mengangkat Tangan Ketika Berdo'a Istisqa
dari Anas bin Malik berkata,

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah mengangkat tangannya saat berdoa kecuali ketika berdoa dalam shalat istisqa'. Beliau mengangkat tangannya hingga terlihat putih kedua ketiaknya."
(Hadits Bukhari No. 973)

« Hujan & Bencana Doa Qunut »

Semua Hadits Shahih BukhariImam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama