Hadits Bukhari Tentang Hari Jumat

bangpro.xyz — Kumpulan Hadits Shahih Al-Bukhari Tentang Hari Jumat, termasuk Shalat Jumat. Apa keutamaan Hari Jumat dibanding hari-hari lainnya?

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabJumat
TentangHari Jumat
Nomor827 - 889
No. VersiFathul Bari


Kewajiban Shalat Jumat
Abu Hurairah radliallahu 'anhu, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Kita datang terakhir dan pertama pada hari kiamat, meskipun mereka diberi Kitab sebelum kita. Dan ini adalah hari dimana mereka mendapat kewajiban, namun kemudian mereka berselisih di dalamnya.

Allah lalu memberi hidayah kepada kita, maka semua manusia akan mengikuti kita (hari ini), besok hari untuk Yahudi dan Nashrani hari setelahnya lagi."
(Hadits Bukhari No. 827)

Keutamaan Mandi Pada Hari Jumat
dari 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Jika salah seorang dari kalian mendatangi shalat jum'at hendaklah ia mandi."
(Hadits Bukhari No. 828)

Keutamaan Mandi Pada Hari Jumat dan Apakah Anak Kecil Boleh Menghadiri Shalat Jumat
dari Ibnu Umar radliallahu 'anhuma,

bahwa ketika 'Umar bin Al Khaththab berdiri khuthbah pada hari Jum'at, tiba-tiba ada seorang laki-laki Muhajirin Al Awwalin (generasi pertama), sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, masuk (ke dalam Masjid).

Maka 'Umar pun bertanya, "Jam berapakah ini?"
Sahabat tersebut menjawab, "Aku sibuk, dan aku belum sempat pulang ke rumah hingga akhirnya aku mendengar adzan dan aku hanya bisa berwudhu."

Umar berkata, "Hanya berwudhu saja! Sungguh kamu sudah mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk mandi (di hari Jum'at)."
(Hadits Bukhari No. 829)

Keutamaan Mandi Pada Hari Jumat dan Apakah Anak Kecil Boleh Menghadiri Shalat Jumat
dari Abu Sa'id Al Khudri radliallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Mandi pada hari Jum'at adalah wajib bagi setiap orang yang sudah baligh."
(Hadits Bukhari No. 830)

Memakai Wewangian Pada Hari Jumat
'Amru bin Sulaim Al Anshari berkata, Aku bersaksi atas Abu Sa'id Al Khudri ia berkata, Aku bersaksi atas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda:

"Mandi pada hari Jum'at merupakan kewajiban bagi orang yang sudah bermimpi (baligh), dan agar bersiwak (menggosok gigi) dan memakai wewangian bila memilikinya."

'Amru berkata, "Adapun mandi, aku bersaksi bahwa itu adalah wajib. Sedangkan bersiwak dan memakai wewangian -dan Allah yang lebih tahu- aku tidak tahu ia wajib atau tidak, tapi begitulah yang ada dalam hadits."
(Hadits Bukhari No. 831)

Keutamaan Shalat Jumat
dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Barangsiapa mandi pada hari Jum'at sebagaimana mandi janabah, lalu berangkat menuju Masjid, maka dia seolah berkurban seekor unta.
Dan barangiapa datang pada kesempatan (saat) kedua maka dia seolah berkurban seekor sapi.
Dan barangiapa datang pada kesempatan (saat) ketiga maka dia seolah berkurban seekor kambing yang bertanduk.
Dan barangiapa datang pada kesempatan (saat) keempat maka dia seolah berkurban seekor ayam.
Dan barangiapa datang pada kesempatan (saat) kelima maka dia seolah berkurban sebutir telur.

Dan apabila imam sudah keluar (untuk memberi khuthbah), maka para Malaikat hadir mendengarkan dzikir (khuthbah tersebut)."
(Hadits Bukhari No. 832)

Keutamaan Shalat Jumat
dari Abu Hurairah

bahwa 'Umar radliallahu 'anhu ketika berdiri memberikah khuthbah pada hari Jum'at, tiba-tiba ada seorang laki-laki masuk (Masjid).

'Umar lalu bertanya, "Kenapa anda terlambat shalat?"
Laki-laki itu menjawab: "Aku tidak tahu hingga aku mendengar adzan, maka aku pun hanya berwudhu."

Maka Umar berkata, "Bukankah kamu sudah mendengar bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: ˝Jika salah seorang dari kalian berangkat shalat jum'at hendaklah mandi˝."
(Hadits Bukhari No. 833)

Memakai Minyak Wangi Ketika Menghadiri Shalat Jumat
dari Salman Al Farsi berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Tidaklah seorang laki-laki mandi pada hari Jum'at lalu bersuci semaksimal mungkin,
memakai wewangian miliknya atau minyak wangi keluarganya,
lalu keluar rumah menuju Masjid,
ia tidak memisahkan dua orang pada tempat duduknya
lalu dia shalat yang dianjurkan baginya dan diam mendengarkan khutbah Imam,

kecuali dia akan diampuni dosa-dosanya yang ada antara Jum'atnya itu dan Jum'at yang lainnya."
(Hadits Bukhari No. 834)

Memakai Minyak Wangi Ketika Menghadiri Shalat Jumat
dari Az Zuhri, Thawus berkata,

Aku berkata kepada Ibnu 'Abbas, "Orang-orang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: ˝Mandilah pada hari Jum'at dan basuhlah kepala kalian sekalipun tidak sedang junub, dan pakailah wewangian˝."

Ibnu 'Abbas berkata, "Adapun mandi, memang benar bahwa itu adalah wajib, sedangkan memakai wewangian aku tidak tahu."
(Hadits Bukhari No. 835)

Memakai Minyak Wangi Ketika Menghadiri Shalat Jumat
dari Thawus
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma,

bahwa dia menyebutkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam perihal mandi pada hari Jum'at.

Maka aku pun bertanya kepada Ibnu 'Abbas, "Apakah beliau memakai wewangian ketika berada bersama keluarga Beliau?"
ia menjawab, "Aku tidak tahu."
(Hadits Bukhari No. 836)

Memakai Pakaian Terbaik Yang Dimiliki
dari 'Abdullah bin 'Umar,

bahwa 'Umar bin Al Khaththab melihat pakaian sutera di depan pintu masjid, maka ia pun berkata, "Wahai Rasulullah, seandainya tuan beli pakaian ini lalu tuan kenakan pada hari Jum'at atau saat menyambut utusan (delegasi) bila datang menghadap tuan."

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu menjawab: "Sesungguhnya orang yang memakai pakaian seperti ini tidak akan mendapat bagian di akhirat."

Kemudian datang hadiah untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang diantaranya ada pakain sutera. Beliau lalu memberikan pakaian sutera tersebut kepada 'Umar bin Al Khaththab radliallahu 'anhu,

maka berkatalah 'Umar, "Wahai Rasulullah, tuan telah memberikan pakaian ini untukku, padahal tuan telah menjelaskan konsekwensi orang yang memakainya!"

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku memberikannya kepadamu bukan untuk kamu pakai."

Maka 'Umar bin Al Khaththab memberikan pakaian sutera tersebut kepada saudaranya yang musyrik di kota Makkah.
(Hadits Bukhari No. 837)

Menggosok Gigi (Bersiwak) pada Hari Jumat
dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Sekiranya tidak memberatkan ummatku atau manusia, niscaya aku akan perintahkan kepada mereka untuk bersiwak (menggosok gigi) pada setiap kali hendak shalat."
(Hadits Bukhari No. 838)

Menggosok Gigi (Bersiwak) pada Hari Jumat
Anas berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Aku telah terlalu sering memperingatkan kalian untuk selalu bersiwak."
(Hadits Bukhari No. 839)

Menggosok Gigi (Bersiwak) pada Hari Jumat
dari Hudzifah ia berkata,

"Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bangun untuk shalat malam, beliau menggosok mulutnya."
(Hadits Bukhari No. 840)

Orang Yang Bersiwak Menggunakan Siwak Orang Lain
dari 'Aisyah radliallahu 'anha, ia berkata,

"Abdurrahman bin Abu Bakar datang dengan membawa siwak yang dia gunakan untuk membersihkan giginya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu memandang ke arahnya.

Maka aku pun berkata kepadanya, ˝Wahai 'Abdurrahman, berikanlah siwak itu kepadaku.˝

'Abdurrahman kemudian memberikannya kepadaku, kemudian aku pecahkan dengan gigiku dan mengunyahnya (hingga lembut).

Setelah itu siwak tersebut aku berikan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu Rasulullah menggosok giginya dengan menyandar pada dadaku."
(Hadits Bukhari No. 841)

Surah Yang Dibaca Pada Shalat Shubuh Hari Jumat
dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata,

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam shalat Fajar membaca: "ALIF LAAM MIIM TANZIIL (Surah As Sajadah), dan 'HAL ATAA 'ALAL INSAANI HIINUM MINAD DAHRI (Surah Al Insaan)."
(Hadits Bukhari No. 842)

Shalat Jumat di Desa dan Kota
dari Ibnu 'Abbas bahwa dia berkata,

"Sesungguhnya (shalat) Jum'at yang pertama kali dilaksanakan setelah (shalat) Jum'at di Masjid Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah di Masjid 'Abdul Qais di kampung Juwatsa, negeri Bahrain."
(Hadits Bukhari No. 843)

Shalat Jumat di Desa dan Kota
dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Setiap kalian adalah pemimpin."

Al Laits menambahkan; Yunus berkata;

Ruzaiq bin Hukaim menulis surat kepada Ibnu Syihab, dan pada saat itu aku bersamanya di Wadi Qura (pinggiran kota), "Apa pendapatmu jika aku mengumpulkan orang untuk shalat Jum'at?" -Saat itu Ruzaiq bertugas di suatu tempat dimana banyak jama'ah dari negeri Sudan dan yang lainnya, yaitu di negeri Ailah-.

Maka Ibnu Syihab membalasnya dan aku mendengar dia memerintahkan (Ruzaiq) untuk mendirikan shalat Jum'at.

Lalu mengabarkan bahwa Salim telah menceritakan kepadanya, bahwa 'Abdullah bin 'Umar berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya.
Imam adalah pemimpin yang akan diminta pertanggung jawaban atas rakyatnya.
Seorang suami adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas keluarganya.
Seorang isteri adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga suaminya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga tersebut.
Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan tanggung jawabnya tersebut."

Aku menduga Ibnu 'Umar menyebutkan: "Dan seorang laki-laki adalah pemimpin atas harta bapaknya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atasnya. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya."
(Hadits Bukhari No. 844)

Apakah Orang Yang Tidak Meghadiri Shalat Jumat Seperti Kaum Wanita dan Anak-anak dan Lainnya Diwajibkan Mandi Pada Hari Jumat?
'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhuma berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Siapa di antara kalian yang mendatangi shalat Jum'at, maka hendaklah dia mandi?"
(Hadits Bukhari No. 845)

Apakah Orang Yang Tidak Meghadiri Shalat Jumat Seperti Kaum Wanita dan Anak-anak dan Lainnya Diwajibkan Mandi Pada Hari Jumat?
dari Abu Sa'id Al Khudri, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Mandi pada hari Jum'at adalah wajib bagi setiap orang yang sudah baligh."
(Hadits Bukhari No. 846)

Apakah Orang Yang Tidak Meghadiri Shalat Jumat Seperti Kaum Wanita dan Anak-anak dan Lainnya Diwajibkan Mandi Pada Hari Jumat?
dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Kita datang terakhir dan akan pertama pada hari kiamat. Mereka diberi Kitab sebelum kita dan kita diberi sesudah mereka. Inilah hari (Jum'at) dimana mereka berselisih tentangnya namun Allah memberi petunjuk kepada kita. Maka esok hari (sabtu) untuk Yahudi dan lusa (ahad/minggu) untuk Nashrani."

Beliau lalu diam, setelah itu beliau bersabda lagi: "Sudah menjadi kewajiban bagi setiap Muslim untuk mandi pada satu hari dari setiap tujuh hari, pada hari itu dia basuh kepala dan tubuhnya."

Jalur Lain
dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Bagi setiap Muslim sudah menjadi kewajiban karena Allah Ta'ala untuk mandi pada satu hari dari setiap tujuh hari."
(Hadits Bukhari No. 847)

Apakah Orang Yang Tidak Meghadiri Shalat Jumat Seperti Kaum Wanita dan Anak-anak dan Lainnya Diwajibkan Mandi Pada Hari Jumat?
dari Ibnu 'Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:

"Izinkanlah para wanita (bila minta izin) pergi ke masjid di malam hari."
(Hadits Bukhari No. 848)

Apakah Orang Yang Tidak Meghadiri Shalat Jumat Seperti Kaum Wanita dan Anak-anak dan Lainnya Diwajibkan Mandi Pada Hari Jumat?
dari Ibnu 'Umar:

Isteri Umar ikut menghadiri shalat Shubuh dan 'Isya berjama'ah di masjid.

Lalu dikatakan kepadanya, "Kenapa kamu pergi ke masjid padahal kamu telah mengetahui bahwa 'Umar tidak menyukainya?"

Wanita itu berkata, "Apa yang menghalangi dia untuk melarangku?"

Penanya itu berkata, "Yang mencegahnya adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: ˝Janganlah kalian larang para wanita mendatangi masjid-masjid Allah˝."
(Hadits Bukhari No. 849)

Keringanan Untuk Tidak Menghadiri Shalat Jumat Ketiika Turun Hujan
telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Al Harits anak pamannya Muhammad bin Sirin,

Ibnu 'Abbas berkata kepada Mu'adzinnya saat hari turun hujan, "Jika kamu sudah mengucapkan ˝ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH˝, janganlah kamu sambung dengan ˝HAYYA 'ALASHSHALAAH (Marilah mendirikan shalat)˝.
Tapi serukanlah, ˝SHALLUU FII BUYUUTIKUM (Shalatlah di tempat tinggal masing-masing)˝."

Lalu orang-orang seakan mengingkarinya.

Maka Ibnu 'Abbas pun berkata, "Sesungguhnya hal yang demikian ini pernah dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku. Sesungguhnya shalat Jum'at adalah kewajiban dan aku tidak suka untuk mengeluarkan kalian, sehingga kalian berjalan di tanah yang penuh dengan air dan lumpur."
(Hadits Bukhari No. 850)

Berangkat dari Mana Sepatutnya Seseorang Menghadiri Shalat Jumat dan Atas Siapa Diwajibkan?
dari 'Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata,

Orang-orang datang berbondong-bondong pada hari Jum'at dari tempat tinggal mereka dan pinggiran kota yang jauh, mereka datang melewati padang pasir yang berdebu sehingga mereka pun berdebu dan berkeringat.

Lalu seorang dari mereka mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang saat itu beliau sedang bersamaku, beliau lantas bersabda: "Seandainya kalian mandi dahulu."
(Hadits Bukhari No. 851)

telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Sa'id

bahwa dia bertanya kepada 'Amrah tentang mandi pada hari Jum'at.

Maka dia menjawab, "Aisyah radliallahu 'anha berkata, "Orang-orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan diri mereka masing-masing, ketika menghadiri shalat Jum'at, mereka tetap dalam keadaan mereka masing-masing (dengan pakaian kerjanya), maka dikatakan kepada mereka, "Seandainya kalian mandi terlebih dahulu."
(Hadits Bukhari No. 852)

Waktu Shalat Jumat Apabila Matahari Sudah Condong
dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu,

"bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat Jum'at ketika matahari sudah tergelincir."
(Hadits Bukhari No. 853)

Waktu Shalat Jumat Apabila Matahari Sudah Condong
dari Anas bin Malik berkata,

"Kami bersegera (awal waktu) dalam mengerjakan shalat Jum'at, dan tidur siang setelahnya."
(Hadits Bukhari No. 854)

Apabila Cuaca Sangat Panas Pada Hari Jumat
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami berkata,
telah menceritakan kepada kami Harami bin 'Umarah berkata,
telah menceritakan kepada kami Abu Khaldah -yaitu Khalid bin Dinar- berkata,
Aku mendengar Anas bin Malik berkata,

"Jika hari terasa sejuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyegerakan pelaksanaan shalat, dan bila udara panas beliau mengakhirkannya, yakni shalat Jum'at."

Jalur Lain
Yunus bin Bukair berkata;
telah mengabarkan kepada kami Abu Khaldah menyebutkan dengan lafadz "shalat" saja dan tidak menyebutkan kata "jum'at".

Bisyr bin Tsabit berkata;
telah menceritakan kepada kami Abu Khaldah ia berkata, "Ada seorang amir (pemimpin) shalat bersama kami kemudian bertanya kepada Anas radliallahu 'anhu, "Bagaimana cara Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat Zhuhur?"
(Hadits Bukhari No. 855)

Berjalan Menuju Shalat Jumat
'Abayah bin Rifa'ah berkata,

Abu 'Abas berjumpa denganku saat aku sedang berangkat untuk shalat Jum'at, lalu ia berkata, Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Barangsiapa yang kedua kakinya berdebu di jalan Allah, maka Allah mengharamkan orang itu untuk masuk neraka."
(Hadits Bukhari No. 856)

Berjalan Menuju Shalat Jumat
Abu Hurairah berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Jika shalat sudah ditegakkan (iqamatnya) janganlah kalian mendatanginya dengan tergesa-gesa. Datangilah dengan berjalan tenang. Maka apa yang kalian dapatkan shalatlah, dan mana yang ketinggalan sempurnakanlah."
(Hadits Bukhari No. 857)

Berjalan Menuju Shalat Jumat
dari 'Abdullah bin Abu Qatadah yang aku tidak mengetahuinya kecuali dari Bapaknya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:

"Janganlah kalian berdiri hingga kalian melihat aku. Dan wajib bagi kalian (mengerjakannya dengan) tenang."
(Hadits Bukhari No. 858)

Larangan Memisahkan Dua Orang Yang Sudah Duduk Pada Hari Jumat
Salman Al Farsi berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Barangsiapa mandi pada hari Jum'at lalu bersuci semaksimal mungkin,
lalu memakai minyak atau wewangian lalu keluar rumah menuju masjid,
ia tidak memisahkan antara dua orang pada tempat duduknya,
kemudian ia mengerjakan shalat yang dianjurkan baginya,
lalu bila imam sudah datang dia berdiam mendengarkan,

maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang ada antara Jum'atnya itu dan Jum'at yang lainnya."
(Hadits Bukhari No. 859)

Ibnu Juraij berkata,
Nafi' berkata, Aku mendengar Ibnu 'Umar berkata,

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang seseorang meminta kawannya berdiri dari tempat duduknya lalu dia menempati tempat duduk tersebut."

Aku bertanya kepada Nafi', "Apakah ini berlaku pada saat shalat Jum'at?"
Dia menjawab, "Untuk shalat Jum'at dan yang lainnya."
(Hadits Bukhari No. 860)

Adzan Pada Hari Jumat
dari As Sa'ib bin Yazid berkata,

"Adzan panggilan shalat Jum'at pada mulanya dilakukan ketika imam sudah duduk di atas mimbar. Hal ini dipraktekkan sejak zaman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar dan 'Umar radliallahu 'anhuma.

Ketika masa 'Utsman radliallahu 'anhu dan manusia sudah semakin banyak, maka dia menambah adzan ketiga di Az Zaura'."

Abu 'Abdullah berkata, "Az Zaura' adalah bangunan yang ada di pasar di Kota Madinah."
(Hadits Bukhari No. 861)

Muadzin Hanya Satu Pada Hari Jumat
dari As Sa'ib bin Yazid,

"Sesungguhnya orang yang menambah adzan ketiga pada shalat Jum'at adalah 'Utsman bin 'Affan radliallahu 'anhu, ketika penduduk Madinah semakin banyak.

Dan tidak ada mu'adzin bagi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kecuali satu. Dan adzan shalat Jum'at dilaksanakan ketika Imam sudah duduk, yakni duduk di atas mimbar."
(Hadits Bukhari No. 862)

Wajib Bagi Imam Berada di Mimbar Ketika Mendengar Adzan
dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif berkata,

Aku mendengar Mu'awiyyah bin Abu Suyan ketika dia sedang duduk di atas mimbar dan mu'adzan sedang mengumandangkan adzan: "Allahu Akbar Allahu Akbar",
Mu'awiyyah mengucapkan, "Allahu Akbar Allahu Akbar".

Ketika mu'adzin membaca "Asyhadu anlaa ilaaha illallah",
Mu'awiyyah dan aku mengucapkan seperti yang diucapkan mu'adzin.

Dan ketika mu'adzin membaca "Asyhadu anna Muhammadar rasulullah,"
Mu'awiyyah dan aku mengucapkan seperti yang diucapkan mu'adzin.

Ketika adzan sudah selesai Mu'awiyyah berkata, "Wahai manusia, sungguh ketika adzan dikumandangkan aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan dari tempat ini seperti yang kalian dengar dari (bacaan) ucapanku tadi."
(Hadits Bukhari No. 863)

Duduk Di atas Mimbar Ketika Adzan Dikumandangkan
dari Ibnu Syihab bahwa As Sa'ib bin Yazid mengabarkan kepadanya,

"bahwa adzan yang kedua pada hari Jum'at diperintahkan oleh 'Utsman bin 'Affan radliallahu 'anhu ketika penduduk Madinah semakin banyak. Adapun sebelumnya, adzan hari Jum'at dikumandangkan ketika Imam sudah duduk."
(Hadits Bukhari No. 864)

Mengumandangkan Adzan Ketika Imam Hendak Khutbah
As Sa'ib bin Yazid berkata,

"Pada mulanya adzan pada hari Jum'at dikumandangkan ketika Imam sudah duduk di atas mimbar. Yaitu apa yang biasa dipraktekkan sejak zaman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar dan 'Umar radliallahu 'anhu.

Pada masa Khilafah 'Utsman bin 'Affan radliallahu 'anhu ketika manusia sudah semakin banyak, maka pada hari Jum'at dia mememerintahkan adzan yang ketiga. Sehingga dikumandangkanlah adzan (ketiga) tersebut di Az Zaura'. Kemudian berlakulah urusan tersebut menjadi ketetapan."
(Hadits Bukhari No. 865)

Khutbah Di atas Mimbar
telah menceritakan kepada kami Abu Hazim bin Dinar

bahwa ada orang-orang mendatangi Sahl bin Sa'd As Sa'idi yang berdebat tentang mimbar dan bahan membuatnya? Mereka menanyakan hal itu kepadanya.

Sahl lalu berkata, "Demi Allah, akulah orang yang paling mengerti tentang masalah ini. Sungguh aku telah melihat hari pertama mimbar tersebut dipasang dan hari saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam duduk di atasnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutus orang untuk menemui seorang wanita Anshar, yang namanya sudah disebutkan oleh Sahl,

Sahl lalu berkata, "Perintahkanlah budak lelakimu yang tukang kayu itu untuk membuat mimbar bertangga, sehingga saat berbicara dengan orang banyak aku bisa duduk di atasnya."

Maka kemudian wanita itu memerintahkan budak lelakinya membuat mimbar yang terbuat dari batang kayu hutan. Setelah diberikan kepada wanita itu, lalu itu mengirimnya untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Maka Beliau memerintahkan orang untuk meletakkan mimbar tersebut di sini. Lalu aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat diatasnya. Beliau bertakbir dalam posisi di atas mimbar lalu rukuk dalam posisi masih di atas mimbar. Kemudian Beliau turun dengan mundur ke belakang, lalu sujud di dasar mimbar, kemudian Beliau mengulangi lagi (hingga shalat selesai).

Setelah selesai, beliau menghadap kepada orang banyak lalu bersabda: "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku berbuat seperti tadi agar kalian mengikuti dan agar kalian dapat mengambil pelajaran tentang tata cara shalatku."
(Hadits Bukhari No. 866)

Khutbah Di atas Mimbar
Jabir bin 'Abdullah berkata,

"Pada mulanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menggunakan batang kayu sebagai tongkat yang biasa beliau gunakan untuk bersandar.

Ketika sudah dibuatkan mimbar untuk Beliau, kami mendengar sesuatu dari batang kayu tersebut seperti suara unta hendak beranak, hingga akhirnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam turun lalu meletakkan tangan Beliau pada kayu tersebut."
(Hadits Bukhari No. 867)

Khutbah Di atas Mimbar
dari Salim dari Bapaknya berkata,

Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda saat sedang berkhutbah di atas mimbar: "Siapa yang mendatangi shalat Jum'at, hendaklah dia mandi."
(Hadits Bukhari No. 868)

Khutbah Sambil Berdiri
dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma, ia berkata,

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah sambil berdiri, kemudian duduk lalu berdiri kembali seperti yang kalian lakukan di zaman sekarang ini."
(Hadits Bukhari No. 869)

Ketika Menyampaikan Khutbah, Imam Mengarahkan Pandangannya ke Arah Jama'ah dan Jama'ah Mengarahkan Pandangannya Kepada Imam
Abu Sa'id Al Khudri radliallahu 'anhu berkata,

"Pada suatu hari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam duduk di atas mimbar dan kami duduk di sekitarnya."
(Hadits Bukhari No. 870)

Membaca Amma Ba'du Setelah Mengucapkan Puji-pujian Ketika Berkhutbah
telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Taghlib,

bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah diberi hadiah berupa harta atau tawanan wanita, beliau lalu membagi-bagikannya. Ada orang yang diberi dan ada yang tidak. Kemudian sampai berita kepada beliau bahwa orang-orang yang tidak diberi, mereka mencela (beliau).

Maka mengucapkan puja dan puji kepada Allah lalu bersabda: "Amma ba'du. Demi Allah, memang aku telah memberi seseorang dan tidak kepada yang lain. Orang yang tidak aku beri sesungguhnya lebih aku cintai daripada orang yang aku beri. Namun aku memberi sekelompok kaum karena aku melihat hati-hati mereka masih sangat bersedih dan punya rasa takut. Dan aku biarkan sekelompok orang karena Allah telah menjadikan hati-hati mereka penuh dengan perasaan cukup dan penuh kebaikan. Di antara mereka adalah 'Amru bin Taghlib."

'Amru bin Taghlib berkata, "Demi Allah, tidak ada yang lebih aku sukai dari unta yang paling baik dibandingkan ucapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepadaku tadi."

Hadits ini dikuatkan oleh Yunus.
(Hadits Bukhari No. 871)

Membaca Amma Ba'du Setelah Mengucapkan Puji-pujian Ketika Berkhutbah
Aisyah radliallahu 'anha mengabarkan kepadanya,

bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu malam keluar di tengah malam untuk melaksanakan shalat di masjid, orang-orang kemudian mengikuti beliau dan shalat dibelakangnya. Pada waktu paginya orang-orang membicarakan kejadian tersebut. Kemudian pada malam berikutnya orang-orang yang berkumpul bertambah banyak lalu ikut shalat dengan Beliau. Dan pada waktu paginya orang-orang kembali membicarakan kejadian tersebut. Kemudian pada malam yang ketiga orang-orang yang hadir di masjid semakin bertambah banyak lagi, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar untuk shalat dan mereka shalat bersama beliau. Kemudian pada malam yang keempat, masjid sudah penuh dengan jama'ah hingga akhirnya beliau keluar hanya untuk shalat Shubuh.

Setelah beliau selesai shalat Fajar, beliau menghadap kepada orang banyak membaca syahadat lalu bersabda: "Amma ba'du, sesungguhnya aku bukannya tidak tahu keberadaan kalian (semalam). Akan tetapi aku takut shalat tersebut akan diwajibkan atas kalian, sementara kalian tidak mampu."

Abu 'Abdullah Al Bukhari berkata, "Hadits ini dikuatkan oleh Yunus."
(Hadits Bukhari No. 872)

Membaca Amma Ba'du Setelah Mengucapkan Puji-pujian Ketika Berkhutbah
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri berkata, telah mengabarkan kepadaku 'Urwah dari Abu Humaid As Sa'idi bahwasanya dia mengabarkan kepadanya,

bahwa setelah melaksanakan shalat di awal malam (Isya) Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri, lalu membaca syahadat dan puja pujnya kepada Allah dengan pujian yang layak (bagi Allah), beliau lalu mengucapkan: "Amma ba'du."

Hadits ini dikuatkan oleh Abu Mu'awiyyah dan Abu Usamah dari Hisyam dari Bapaknya dari Abu Humaid As Sa'idi dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Amma ba'du."

Dikuatkan juga oleh Al 'Adani dari Sufyan tentang ucapan "Amma ba'du."
(Hadits Bukhari No. 873)

Membaca Amma Ba'du Setelah Mengucapkan Puji-pujian Ketika Berkhutbah
dari Al Miswar bin Makhramah berkata,

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri, lalu ketika beliau mengucapkan syahadat, aku mendengar beliau mengucapkan: ˝Amma ba'du˝."

Hadits ini dikuatkan oleh Az Zubaidi dari Az Zuhri.
(Hadits Bukhari No. 874)

Membaca Amma Ba'du Setelah Mengucapkan Puji-pujian Ketika Berkhutbah
dari Ibnu 'Abbas berkata,

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menaiki mimbar -yang merupakan kali terakhir beliau duduk di situ- dalam keadaan berselimut yang diletakkannya di atas kedua pundaknya dan mengikat kepalanya dengan ikat kepala berwarna hitam.

Setelah memuji Allah dan mensucikan-Nya, beliau bersabda: "Amma ba'du, wahai sekalian manusia berkumpullah di hadapanku."
Maka orang-orang berkumpul mengelilingi beliau.

Kemudian beliau melanjutkan: "Amma ba'du, sesungguhnya orang yang masih hidup dari kalangan Anshar semakin sedikit, sedangkan orang-orang lain (selain Anshar) terus bertambah banyak. Maka barangsiapa mengurus sesuatu dari urusan ummat Muhammad lalu dia mampu mendatangkan madharat kepada seseorang atau memberi manfaat kepada seseorang, maka terimalah orang-orang baik mereka (kaum Anshar) dan maafkanlah orang yang keliru dari kalangan mereka."
(Hadits Bukhari No. 875)

Duduk Di antara Dua Khutbah
dari 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhuma, ia berkata,

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkhuthbah dengan dua kali khuthbah dan duduk di antara keduanya."
(Hadits Bukhari No. 876)

Mendengarkan Khuthbah Jumat
dari Abu Hurairah berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Pada hari Jum'at para Malaikat hadir di pintu Masjid mencatat siapa orang yang datang paling awal dan seterusnya.

Orang yang paling awal datang ke Masjid seperti orang yang berkurban dengan seekor unta, kemudian seperti orang yang berkurban dengan seekor sapi, kemudian seperti orang yang berkurban seekor kambing yang bertanduk, kemudian seperti orang yang berkurban seekor ayam, kemudian seperti orang yang berkurban sebutir telur.

Dan apabila Imam sudah keluar (untuk memberi khutbah), maka para Malaikat menutup buku catatan mereka kemudian mendengarkan dzikir (khutbah)."
(Hadits Bukhari No. 877)

Apabila Imam Sedang Berkhutbah lalu Melihat Ada Seseorang Yang Datang Maka Dia Hendaklah Memerintahkan Agar Orang Itu Melaksanakan Shalat (Sunnah Tahiyatul Masjid) Dua Raka'at
dari Jabir bin 'Abdullah berkata,

Seorang laki-laki datang saat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang memberikan khutbah di hadapan orang banyak pada hari Jum'at.

Beliau lalu bertanya: "Wahai fulan, apakah kamu sudah shalat?"
Orang itu menjawab, "Belum."
Maka beliau bersabda: "Bangun dan shalatlah dua rakaat."
(Hadits Bukhari No. 878)

Mengangkat Kedua Tangan Ketika Berkhuthbah
Jabir berkata,

Pada hari Jum'at seorang laki-laki datang ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang memberikan khutbah.

Beliau lalu bertanya: "Apakah kamu sudah shalat?"
Orang itu menjawab, "Belum."
Maka beliau pun bersabda: "Bangun dan shalatlah dua rakaat."
(Hadits Bukhari No. 879)

Meminta Turun Hujan (Istisqa') Pada Saat Khutbah Shalat Jumat
dari Anas berkata,

Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang menyampaikan khutbah pada hari Jum'at,

tiba-tiba ada seorang laki-laki berdiri dan berkata, "Wahai Rasulullah, telah binasa binatang ternak (unta) dan telah binasa kehidupan (telah menjadi sulit), maka berdo'alah kepada Allah agar menurunkan air untuk kami."

Rasulullah lalu menengadahkan kedua telapak tangan dan berdo'a.
(Hadits Bukhari No. 880)

dari Anas bin Malik berkata,

Pada masa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam manusia tertimpa paceklik. Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang memberikan khutbah pada hari Jum'at, tiba-tiba ada seorang Arab badui berdiri dan berkata, "Wahai Rasulullah, harta benda telah binasa dan telah terjadi kelaparan, maka berdo'alah kepada Allah untuk kami."

Beliau lalu mengangkat kedua telapak tangan berdoa, dan saat itu kami tidak melihat sedikitpun ada awan di langit. Namun demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh beliau tidak menurunkan kedua tangannya kecuali gumpalan awan telah datang membumbung tinggi laksana pegunungan.
Dan beliau belum turun dari mimbar hingga akhirnya aku melihat hujan turun membasahi jenggot beliau shallallahu 'alaihi wasallam.

Maka pada hari itu, keesokan harinya dan lusa kami terus-terusan mendapatkan guyuran hujan dan hari-hari berikutnya hingga hari Jum'at berikutnya.

Pada Jum'at berikut itulah orang Arab badui tersebut, atau orang yang lain berdiri seraya berkata, "Wahai Rasulullah, banyak bangunan yang roboh, harta benda tenggelam dan hanyut, maka berdo'alah kepada Allah untuk kami."

Beliau lalu mengangkat kedua telapak tangannya dan berdoa: "ALLAHUMMA HAWAALAINAA WA LAA 'ALAINAA (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekeliling kami dan jangan sampai menimbulkan kerusakan kepada kami)".

Belum lagi beliau memberikan isyarat dengan tangannya kepada gumpalan awan, melainkan awan tersebut hilang seketika. Saat itu kota Madinah menjadi seperti danau dan aliran-aliran air, Madinah juga tidak mendapatkan sinar matahari selama satu bulan.

Dan tidak seorang pun yang datang dari segala pelosok kota kecuali akan menceritakan tentang terjadinya hujan yang lebat tersebut.
(Hadits Bukhari No. 881)

Diam Pada Hari Jum'at Saat Imam Sedang Berkhutbah dan Apabila Ada Seseorang Berkata Kepada Temannya; "Diamlah"
Abu Hurairah mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Jika kamu berkata kepada temanmu pada hari Jum'at ˝diamlah˝, padahal Imam sedang memberikan khutbah maka sungguh kamu sudah berbuat sia-sia (tidak mendapat pahala)."
(Hadits Bukhari No. 882)

Saat Dikabulkannya Doa Pada Hari Jumat
dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membicarakan perihal hari Jum'at. Beliau bersabda:

"Pada hari Jum'at itu ada satu saat, tidaklah seorang hamba Muslim mengerjakan shalat lalu dia berdo'a tepat pada saat tersebut melainkan Allah akan mengabulkan do'anya tersebut."

Kemudian beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya saat tersebut.
(Hadits Bukhari No. 883)

Apabila Orang-Orang Meninggalkan Imam Pada Shalat Jumat, Maka Shalatnya Imam Bersama Dengan Orang Yang Tersisa Tetap Sah
Jabir bin 'Abdullah berkata,

Ketika kami sedang shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tiba-tiba datang rombongan dagang yang membawa makanan. Orang-orang pun melirik (dan berhamburan pergi) mendatangi rombongan tersebut, hingga tidak ada orang yang tersisa bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kecuali hanya dua belas orang.

Maka turunlah ayat ini: "(Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, maka mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka meninggalkan kamu ketika kamu sedang berdiri menyampaikan berkhutbah)" (Qs. Al Jumu'ah: 12).
(Hadits Bukhari No. 884)

Shalat Sunnah Sesudah Shalat Jumat dan Sebelumnya
dari 'Abdullah bin 'Umar,

"bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa melaksanakan dua rakaat sebelum zhuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat setelah Maghrib di rumahnya, dan dua rakaat sesudah Isya.

Dan beliau tidak mengerjakan shalat setelah Jum'at hingga beliau pulang, lalu shalat dua rakaat."
(Hadits Bukhari No. 885)

(Bersedekah di hari jumat dan) Firman Allah "Dan apabila shalat telah selesai ditunaikan, maka bertebaranlah kalian di muka bumi dan carilah karunia Allah…"
dari Sahl bin Sa'd berkata,

"Di tempat kami ada seorang wanita yang menanam ubi di sela-sela selokan kebunnya. Jika hari Jum'at tiba, dia mencabut pohon ubinya lalu direbusnya dalam periuk yang dicampur dengan segenggam gandum. Rebusan ubi dijadikan sebagai makanan pengganti sepotong daging.

Setelah kami selesai melaksanakan shalat Jum'at, kami datang ke rumah wanita itu. Kami masuk mengucapkan salam lalu dia menyuguhkan makanan ubinya itu kepada kami, maka kami pun memakannya.

Kami selalu mengharapkan kehadiran hari Jum'at karena ada makanan yang disuguhkannya itu."
(Hadits Bukhari No. 886)

Firman Allah "Dan apabila shalat telah selesai ditunaikan, maka bertebaranlah kalian di muka bumi dan carilah karunia Allah…"
dari Sahl dengan riwayat seperti di atas, lalu dia berkata,

"Kami tidaklah beristirahat siang maupun makan siang kecuali setelah shalat Jum'at."
(Hadits Bukhari No. 887)

Tidur Siang (Qailulah) Setelah Shalat Jumat
Anas berkata,

"Kami lebih awal mendatangi shalat Jum'at lalu beristirahat siang (qailulah) setelahnya."
(Hadits Bukhari No. 888)

Tidur Siang (Qailulah) Setelah Shalat Jumat
dari Sahl bin Sa'd berkata,

"Kami shalat Jum'at bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian kami beristirahat siang (qailulah) setelahnya."
(Hadits Bukhari No. 889)

« Shalat Khauf Wanita ke Masjid »

Semua Hadits Shahih BukhariImam Bukhari

PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama