Filosofi Kesabaran Dalam Islam Menurut Al-Quran

bangpro.xyz – Ada baiknya Kita mempelajari Filosofi dan Konsep kesabaran terlebih dahulu agar dapat belajar menjadi orang sabar yang benar menurut Al-Quran.
cara belajar menjadi orang sabar dalam islam al quran
Ngomong-ngomong tentang sabar, bagi umat Islam sabar adalah lima kata yang paling sering diucapkan ustad/guru atau orang-orang terdekat kepada seseorang yang sedang mengalami cobaan/kesusahan.

Memang sedikit Absurd kalau kita sekedar memahami kalimat yang diberikan tentang sabar, seperti:
- sabar ini ujian.
- Kamu harus sabar.
- orang sabar di sayang Tuhan.
- tetap sabar menghadapi cobaan. dll

Kalimat sabar diatas mensyiratkan bahwa sabar adalah menahan diri untuk tidak marah-marah dan tidak menyerah dalam keadaan yang sedang dialami.

Sabar itu seperti Menang, adapun pengertian menang adalah dapat mengalahkan lawan. sedangkan cara mengalahkan lawan pun bermacam-macam, contohnya:
- Sepakbola dengan gol terbanyak
- Moto GP dengan melaju Terdepan
- Panahan dengan memanah Terakurat
Selain dengan menjadi terbanyak, terdepan, atau terakurat kita juga terikat dengan aturan main yang berlaku agar kemenangannya dianggap sah.

Begitu juga dengan cara bersabar atau menahan diri dari putus asa dan tidak menyerah, Al-Quran dengan indah mengajarkan cara menjadi orang sabar:
وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلٰى مَا لَمْ تُحِطْ بِهٖ خُبْرًا
"Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?" (QS. Al-Kahf Ayat 68)

sebagai catatan: kata atas sesuatu dan tentang hal itu adalah kata ganti masalah Kita

contoh: Kita punya masalah dengan pandemi covid maka kita harus paham tentang pandemi covid, maka literaturnya jadi seperti ini:
"Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar dengan pandemi covid, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang pandemi covid?"

Dengan Kita mempelajari tentang pandemi COVID19 yang menyerang hampir merata seluruh negara di dunia Kita akan sadar bahwa banyak hal yang dibatasi termasuk ekonomi.

Dengan Kita tahu bahwa Covid menular melalui droplet antar manusia, Kita akan tahu cara bertahan hidup yang paling masuk akal adalah tetap berusaha dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan lainnya untuk mengurangi resiko penularan.

Tatap muka secara langsung dibatasi, ini akan melahirkan pemikiran bahwa memulai bisnis/usaha online adalah salah satu bidang yang menguntungkan saat ini, lebih banyak yang Kita tahu tentang hal itu akan lebih banyak perspektif yang dapat Kita pikirkan secara waras saat menghadapi sebuah masalah untuk tetap memilih tidak menyerah.

Ayat Al-Quran tentang cara sabar (tidak menyerah dalam suatu masalah) tidak terbatas untuk umat Islam saja, tetapi juga berlaku untuk seluruh manusia yang memiliki akal sehat yang tidak ingin menyerah dan terus berjuang dalam suatu hal.

Sederhananya Sabar adalah perjuangan yang dibarengi dengan pengetahuan tentang hal yang sedang diperjuangkan


Secara tidak langsung tingkat kesabaran adalah tolak ukur tingkat kecerdasan seseorang, dan Nabi Muhammad SAW terkenal dengan kesabarannya itu berarti kecerdasaannya juga luar biasa.

Sabar perlu pintar, untuk membuktikan kesabaran (kecerdasan) Nabi Muhammad SAW bahkan Kita tidak perlu mencari hadits yang spesifik tentang sabar, yang terpenting haditsnya shahih karena Nabi yang satu ini menggunakan kecerdasan untuk merespon sesuatu hal, seperti hadits ini:
seorang laki-laki dari Bani Su`ah, ia berkata: "Aku berkata kepada 'Aisyah beritahukanlah kepadaku bagaimana akhlak Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
'Aisyah berkata: "Apakah kamu tidak membaca Al Qur'an? (Dan sesungguhnya kamu benar-benar di atas akhlak yang agung)."
'Aisyah kembali menuturkan: "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang bersama-sama para sahabatnya, aku membuatkan makanan untuknya, dan ternyata Hafshah juga membuatkan makanan untuk beliau."
'Aisyah melanjutkan: "Ternyata Hafshah lebih dahulu dalam membuat makanan, maka aku berkata kepada budak perempuanku: "Pergi dan tumpahkanlah mangkuk piringnya! "
Budak itu pun menyusul Hafshah, sementara Hafshah telah siap untuk meletakkan makanan itu di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Lalu budak perempuan itu menumpahkannya hingga mangkuknya pecah dan makanannya berhamburan."
'Aisyah berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian mengumpulkan pecahan mangkuk dan makanan yang tertumpah di atas tikar dari kulit, hingga para sahabat dapat memakannya. Setelah itu Rasulullah mengambil mangkuk milikku dan memberikannya kepada Hafshah
seraya bersabda: "Ambilah wadah ini sebagai ganti wadah kalian dan makanlah makanan yang ada di dalamnya."
'Aisyah berkata: "Aku tidak melihat tanda emosi itu di wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."

[Ibnu Majah:2324]

Riwayat yang lain menyebutkan ibu umat mukmin (istri Nabi) sedang cemburu:
Anas bin Malik ia berkata: "Pernah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersama salah seorang Ummahatul Mukminin. Lalu ada seorang dari isteri beliau yang lain mengirimkan mangkuk berisi makanan. Lalu ia (isteri yang bersama beliau) memukul tangan Rasulullah hingga mangkuk tersebut jatuh dan pecah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian memungut kembali dua belahan mangkuk tersebut seraya menggabungkannya menjadi satu, kemudian beliau meletakkan kembali makanannya di atas mangkuk. Setelah itu beliau bersabda: "Makanlah, ibu kalian sedang cemburu." Para sahabat pun makan, hingga isteri beliau datang dengan membawa mangkuk yang masih utuh dari dalam rumah. Mangkuk yang masih utuh itu lalu ia berikan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sementara mangkuk telah pecah beliau tinggalkan di rumah isterinya yang telah memecahkannya."

[Ibnu Majah:2325]


Dari kedua narasi diatas menggambarkan Nabi Muhammad SAW mengadili dengan memberikan piring yang pecah kepada Aisyah dan memberikan piringnya Aisyah kepada Hafshah sebagai gantinya.

Sedangkan Nabi mengabaikan Kecemburuan Aisyah dengan mengatakan "ibu kalian sedang cemburu" sebagai pencair suasana dan penjelasan kepada orang yang disekitarnya.

Jika kita telaah ternyata Sabar juga termasuk cara bereaksi terbaik dengan menggunakan ilmu, jadi sabar tidak sekedar dibutuhkan saat kondisi sulit. Tetapi saat bereaksi untuk semua kondisi, seperti: dalam setiap respon, mengambil keputusan, menghadapi masalah, situasi sulit atau memperjuangkan sesuatu, peran sabar diperlukan.

Arti lain, Sabar adalah mengambil tindakan dengan pengetahuan.

Sebenarnya untuk menjelaskan bagaimana cara menjadi sabar tidak serumit ini, hanya saja didunia ini terlalu banyak bahasa, padahal dalam satu bahasa saja kadang memiliki banyak arti kata yang serupa.
filosofi konsep sabar dalam islam al quran
Dibalik keresahan Kita melihat penggunaan HP anak jaman now yang sangat masif dan jauh berbeda dibandingkan 10 tahun yang lalu, kabar baiknya jika sistemnya benar ini membuat banyak hal menjadi lebih cepat dalam kemajuan, atau justru cepat dalam kehancuran karena masifnya ilmu kebodohan yang merata dimana-mana. 

Terlepas dari keresahan itu, Kita tetap harus sabar menghadapi semua ini :) 

Pernahkah Kamu menyukai orang yang baru dikenal? sebut saja [si dia]
, lalu Kamu stalker akun media sosial [si dia] sana sini, mantengin status [si dia] tiap jam, ingin tahu kepribadian [si dia], kesukaan [si dia], kebiasaan [si dia], tanya sana-sini tentang [si dia], pokoknya Kamu sangat ingin mencari informasi sebanyak mungkin tentang [si dia].

Bukankah saat itu Kamu sedang berusaha untuk dapat bersabar? coba lihat salinan literaturnya:
"Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar dengan [si dia], sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang [si dia]?"

Mencari ilmu atau pengetahun atau informasi tentang Sesuatu Hal (apapun itu) adalah keinginan agar dapat bersabar dengan Sesuatu Hal, karena sabar adalah tindakan yang di ambil berdasarkan pengetahuan, dan jika Kamu ambil tindakan tanpa pengetahuan namanya Ngasal :)

Mempelajari ilmu apapun itu adalah keinginan untuk bersabar,
Pertanyaannya ilmu apa yang Kita pelajari?
Apakah ilmu yang bermanfaat dan kebenaran?
Atau ilmu yang sia-sia dan kebodohan?

Sekali lagi, Apakah Kita sedang Sabar untuk Kebaikan atau Sabar untuk Keburukan?

Hampir setiap hari Kita menggunakan Hp untuk mencari informasi dan mempelajari banyak hal, dan ilmu itu bisa dari tulisan, gambar, atau dalam bentuk Video(termasuk game).

Dari situ sebenarnya akan mudah untuk melihat apakah tulisan,gambar,video yang kita lihat setiap hari itu bermanfaat untuk kita atau sia-sia atau bahkan megandung kebodohan.

Mudah-mudahan yang Kita lihat setiap hari itu mengandung ilmu yang bermanfaat, jika demikian terus lanjutkan kesabaran dalam kebaikan dan lakukan Sholat agar lebih mudah dan berkah.
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِا لصَّبْرِ وَا لصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah Ayat 153)

Apakah orang Pintar sudah pasti Sabar?
Tergantung seseorang menggunakan ilmunya atau tidak, Semua pengguna Ponsel setuju bahwa untuk menghidupkan Ponselnya butuh baterai. Faktanya saat lagi Seru-serunya main HP, tiba tiba Ponselnya mati mendadak karena kehabisan baterai, tidak semua orang dapat menerima keadaan tersebut, marah-marah, kesal, banting HP?

Kenapa Kita tidak mau berbaik hati kepada hati Kita agar bahagia dan mengatakan "Astaghfirulloh, sungguh setan musuh yang nyata sampai Saya lupa mengisinya".

Mempelajari [sesuatu] adalah sebuah keinginan untuk bersabar dengan [sesuatu], ternyata Sabar itu sulit harus belajar dalam banyak hal.

Bagaimanapun Kita adalah manusia yang tidak dapat menguasai semua hal, lalu bagaimana cara bersabar dengan [sesuatu] jika kita tidak mempunyai pengetahuan yang cukup dengan [sesuatu] itu?
وَمَاۤ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ اِلَّا رِجَا لًا نُّوْحِيْۤ اِلَيْهِمْ فَسْــئَلُوْۤا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
"Dan Kami tidak mengutus (rasul-rasul) sebelum engkau (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Anbiya Ayat 7)

Sederhana dan jangan maksa, kalau Kita tidak tahu maka tanyakanlah sama Ahlinya !
contoh: saat motor Kita rusak dan Kita sama sekali tidak paham tentang mesin Motor, maka masukan saja ke bengkel.

Inilah Agama yang lurus, yang menjelaskan sesuatu dan membenarkan apa yang ada padamu, maka sembahlah Tuhanmu dengan tulus ikhlas.
PROxyz

Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

5 Komentar

Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

  1. Artikelnya menarik, banyak konten original, alangkah lebih baik jika diikutkan google adsense. Lumayan untuk menambah penghasilan Cara Diterima Google Adsense Untuk Blog Tanpa Biaya - (Untuk Blogger) - 100% Pasti ACC - (Part1). Semoga bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. nanti deh, lagi fokus nulis dulu hehe

      Hapus
  2. Waduh pas banget nih lagi emosi karena ulah customer, ketemu postingan yang menarik begini langsung adem lagi.. semoga kita semua senantiasa bersabar dalam menghadapi kehidupan untuk mendapatkan keberkahan dan ridho Allah S.W.T , Aamiin

    BalasHapus
  3. Sungguh luar biasa
    Saya sangat suka sekali dengan artikelnya.
    Saya jadi tercerahkan.

    BalasHapus
Posting Komentar
Lebih baru Lebih lama