Fungsi Insya Allah, Makanya Membunuh Kuman 99% tidak 100% !

insya allah adalah prediksi modern
Gambar/Pixabay


Insya Allah adalah ciri khas Prediksi Modern, Suka atau tidak suka Manusia Modern dituntut untuk menggunakan Insya Allah.

Jadi gini,
Saat Manusia menebak yang belum terjadi (Prediksi) dituntut untuk menggunakan Insya Allah fungsinya agar Prediksi yang dibuat tidak 100% pasti benar (ada Margin of Error).

Semua ini karena perbedaan Bahasa saja, Mari cari tahu kebenarannya.

  • Insya Allah menurut Al-Quran
  • Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
    وَلَا تَقُوْلَنَّ لِشَايْءٍ اِنِّيْ فَا عِلٌ ذٰلِكَ غَدًا ۙ 
    "Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, Aku pasti melakukan itu besok pagi,"
    اِلَّاۤ اَنْ يَّشَآءَ اللّٰهُ ۖ وَا ذْكُرْ رَّبَّكَ اِذَا نَسِيْتَ وَقُلْ عَسٰۤى اَنْ يَّهْدِيَنِ رَبِّيْ لِاَ قْرَبَ مِنْ هٰذَا رَشَدًا
    "kecuali (dengan mengatakan), Insya Allah. Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini."
    (QS. Al-Kahf 18: Ayat 23-24)


    Ngomong-ngomong Insya Allah itu bukan untuk berbohong atau Mengada-ada ya!
    Kata "Insya Allah" (Jika Allah Mengizinkan) adalah untuk memberi ruang kesalahan.



  • Apa itu Prediksi?
  • Prediksi adalah suatu proses memperkirakan secara sistematis tentang sesuatu yang paling mungkin terjadi di masa depan berdasarkan informasi masa lalu dan sekarang yang dimiliki, agar kesalahannya (selisih antara sesuatu yang terjadi dengan hasil perkiraan) dapat diperkecil.
    Sumber: digilib.ugm.ac.id


    Catat: Agar selisih antara sesuatu yang terjadi dengan hasil perkiraan bisa diperkecil (bukan memastikan).


  • Apa itu Margin of Error?
  • Batas kesalahan atau batas galat (Inggris: margin of error) dalam bidang statistika adalah suatu statistik yang menunjukan besarnya galat atau "kesalahan" yang dapat diterima atas suatu nilai-duga (estimate) sebagai konsekuensi dari ukuran cuplikan (sample) acak yang diiambil dalam suatu survei.
    Sumber: id.wikipedia.org


    Pertanyaannya: Bolehkah tidak menggunakan Margin of Error dalam Survei?


  • Contoh Prediksi Modern:
  • - Prakiraan Cuaca

    Prakiraan (perkiraan) cuaca, dalam bahasa sehari-hari disebut ramalan cuaca, adalah penggunaan ilmu dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer Bumi pada masa datang untuk suatu tempat tertentu.

    Prediksi cuaca modern membantu dalam evakuasi tepat waktu dan berpotensi menyelamatkan nyawa dan kerusakan properti

    Bangsa Babilonia tercatat telah melakukan prakiraan cuaca sejak 650 SM. Dua orang yang dianggap sebagai pelopor prakiraan cuaca sebagai ilmu adalah Francis Beaufort dan Robert Fitzroy.

    Saat ini prakiraan cuaca dilakukan menggunakan pemodelan (modeling) dengan bantuan komputer. Walaupun sudah dibantu teknologi, tetapi keakuratan tidak dapat mencapai 100% dan masih ada kemungkinan salah.

    Sumber: id.Wikipedia.org

    - Hasil Quick Count Pemilu

    Referensi: Pengertian Margin Error Quick Count Perlu Diluruskan

    Quick Count biasanya memiliki Margin of Error 5%,2%, 1%, atau berapapun yang pasti bukan 0%.


    Contoh: Margin errornya 5% dan salah satu peserta pemilu mendapatkan hasil Quick Count 50% suara, berarti nilai prediksinya mendapatkan kisaran antara 45-55% suara. itupun kalau metodenya benar :)


    Kan Quick Count sudah terjadi, kenapa termasuk Prediksi?
    Jawab: Quick Count hanya menghitung beberapa yang di jadikan Sampel dengan metode yang terukur, tapi untuk menghitung keseluruhannya belum terjadi.


    - Melawan / Membunuh Kuman 99%

    Pernah lihat iklan membunuh kuman 99%? Kenapa tidak 100%?
    Tidak berbeda jauh dengan Quick Count, mereka hanya meneliti Sampel dengan Metode terukur di Lab, seandainya meneliti semua bahannya mereka masih belum meneliti bagaimana saat digunakan Pelanggan.


    Kalaupun Mereka mengada-ada dengan menuliskan 100% membunuh Kuman itu akan merugikan mereka sendiri. Itu artinya Pelanggan yang menuntut karena masih ada Kuman yang tersisa atau bahkan masuk Rumah Sakit, tidak ada ruang untuk membela diri dan mengharuskan Mereka bertanggungjawab.


  • Konklusi
  • Allah sudah mengajarkan dalam Al-Quran saat mengatakan hal yang belum terjadi wajib menggunakan Insya Allah (jika Allah Mengizinkan). Kedengerannya Agak ngeselin, yah bisa aja gak dong?


    Bukankah Prediksi yang memiliki keterangan bisa saja salah lebih masuk akal?


    Bukan untuk Islam saja, Manusia Cerdas saat membuat Prediksi pun melakukannya dengan Bahasa mereka.


    - Baik dalam kata-kata: Sepertinya, Diperkirakan, Diprediksi, atau apapun yang intinya memberi keterangan bisa saja salah.
    - Maupun dalam angka: hasil metode penelitian 90%, 99%, 99,99% atau penggunaan batas kesalahan (Margin of Error) 5%, 2%, 1% atau berapapun angkanya yang intinya tidak 100% akurat.


    Begitupun Penelitianmu:
    Kemaren Kamu Menyelesaikannya,
    Sekarang Kamu Menyelesaikannya,
    Apakah Kamu Berpikir Besok Kamu Pasti Akan Menyelesaikannya Juga?


    Wahai Jiwa yang Tenang,
    Siapkah menjadi Manusia Modern?
    Maukah menggunakan Insya Allah saat mengatakan hal yang belum terjadi?
    Insya Allah Saya akan terus Membagikan Postingan Kebenaran Islam.

    PROxyz

    Sesungguhnya diantara orang-orang yang mengetahui ada yang lebih mengetahui. (Wallahu alam) facebook twitter pinterest

    Jangan ragu gunakan Komentar jika ada kesalahan informasi, agar dapat segera Kami perbaiki.

    Posting Komentar (0)
    Lebih baru Lebih lama